Diklaim Bisa Atasi Tekan Kasus DBD, Begini Cara Kerja Nyamuk Wolbachia

Jum'at, 24 November 2023 | 16:56 WIB
Diklaim Bisa Atasi Tekan Kasus DBD, Begini Cara Kerja Nyamuk Wolbachia
Ilustrasi Nyamuk - Apa Itu Nyamuk Wolbachia? (Freepik)

Suara.com - Nyamuk Wolbachia diklaim bisa jadi solusi pemberantasan kasus demam berdarah (DBD) arau dengue di Indonesia. Hal tersebut berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sejak tahun 2011.

Uji coba kemudian dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul pada tahun 2022. Hasilnya, bisa menekan kasus DBD hingga 77 persen dan menurunkan proporsi pasien DBD yang dirawat di rumah sakit sebanyak 86 persen.

Ahli serangga juga pakar penyakit metabolik Prof dr. Damayanti Rusli Sp.A(K)., menjelaskan cara kerja nyamuk wolbachia tersebut sehingga bisa mengeliminasi kasus DBD. Rupanya ada dua pengaruh yang dibawa ketika nyamuk wolbachia berada satu populasi dengan nyamuk aedes aegypti yang terinfeksi virus demam berdarah.

"Pengaruhnya dua, dia tidak mampu kawin dengan (nyamuk) yang terinfeksi (virus DBB) dengan tidak terinfeksi. Jadi akan ada replacement. Kemudian ketika dia replace kemampuan untuk menularkan virus akan turun," jelas prof Damayanti saat konferensi pers virtual, Jumat (24/11/2023).

Ilustrasi Nyamuk, Gigitan Nyamuk Wolbachia (freepik)
Ilustrasi Nyamuk, Gigitan Nyamuk Wolbachia (freepik)

Perkawinan antara nyamuk wolbachia dengan nyamuk aedes aegypti itu pada akhirnya akan merusak perkembangbiakan nyamuk. Bila pada akhirnya nyamuk wolbachia itu turut terinfeksi virus dengue atau demam berdarah, hasil penelitian menunjukan kalau penularan DBD kepada manusia hampir tidak terjadi.

Peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. dr. Adi Utarini, MSc., mengatakan bahwa nyamuk betina jadi kuncindalam strategi pemusnahan nyamuk aedes aegypti terinfeksi yang jadi penyebab DBD tersebut.

"Karena kalau betina sudah ada bakteri alamiah, maka turunannya akan berakibat. Akan tetapi kalau hanya jantan yang wolbachia, betinanya tidak, maka telurnya tidak akan menetas," jelas prof Adi.

"Saya rasa dengan mekanisme itu ketika kami melepas berimbang antara nyamuk jantan dan nyamuk betina, dia akan berkembang biak secara alami, kawin dengan populasi nyamuk yang ada di alam. Maka seiring berjalannya waktu, nyamuk aedes aegypti yang ada di alam akan digantikan oleh nyamuk aedes aegypti yang wolbachia," lanjutnya.

Berdasarkan uji coba yang dilakukan di Yogyakarta, para peneliti menyebarkan nyamuk wolbachia selama 6 bulan. Hasilnya bahwa populasi nyamuk di alam telah didominasi nyamuk wolbachia sampai 60 persen. Sehingga penyebaran nyamuk wolbachia itu pun bisa dihentikan.

Baca Juga: Apa Itu Nyamuk Wolbachia? Diklaim Tekan Penyebaran DBD Tapi Tuai Pro Kontra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI