Penanganan DBD dengan Nyamuk Wolbachia Lebih Hemat Rp 200 Juta Dibandingkan Fogging, Kok Bisa?

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Jum'at, 24 November 2023 | 19:40 WIB
Penanganan DBD dengan Nyamuk Wolbachia Lebih Hemat Rp 200 Juta Dibandingkan Fogging, Kok Bisa?
Petugas melakukan pengasapan (fogging) untuk mencegah wabah demam berdarah di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (17/2).

Suara.com - Penyebaran nyamuk wolbachia tengah jadi strategi terkini untuk menangani infeksi dengue atau demam berdarah di Indoensia. Penanganan itu dilakukan dengan menyebarkan nyamuk tersebut di daerah dengan kasus DBD masih tinggi.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu memastikan bahwa penyebaran nyamuk wolbachia aman karena telah melalui proses penelitian yang panjang. Serta telah terbukti dapat menurunkan kasus DBD hingga 77 persen di Yogyakarta selama dilakukan uji coba sejak 2016.

“Penerapan teknologi nyamuk ber-wolbachia sudah melalui kajian dan analisis risiko dengan melibatkan 25 peneliti top Indonesia, dan hasilnya bagus. Sudah diujicobakan di Yogyakarta sekitar 5-6 tahun lalu dan hasilnya sangat menggembirakan” kata Maxi dalam konferensi pers virtual pada Jumat (24/11/2023).

Hasil kajian dan efektivitas itu kemudian dikirim ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan nyamuk wolbachia kini telah direkomendasikan oleh WHO dalam pengendalian DBD.

Ilustrasi nyamuk Wolbachia. (Unsplash/Syed Ali)
Ilustrasi nyamuk Wolbachia. (Unsplash/Syed Ali)

Selain efektif, penggunaan nyamuk wolbachia juga diklaim lebih hemat hingga ratusan juta rupiah dibandingkan hanya mengandalkan tindakan fogging.

Peneliti nyamuk wolbachia dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Adi Utarini mengungkapkan bahwa aktivitas fogging atau pengasapan di Yogyakarta berkurang drastis sejak dilakukan penyebaran nyamuk wolbachia. Pengurangan fogging itu pada akhirnya membuat pengeluaran daerah jadi berkurang.

“Karena tingginya kasus, fogging yang semula bisa 200 kali di tahun 2022, tapi kini hanya 9 kali tahun ini. Penghematannya bisa sekitar 200-an juta, sehingga biayanya bisa di realokasi untuk hal lain,” ungkap Prof Adi.

Penghematan lainnya juga terjadi karena jumlah pasien DBD yang rawat inap berkurang sampai 88 persen. Prof Adi mengatakan, hal tersebut pada akhirnya juga berdampak terhadap penggunaan biaya BPJS.

Kasus DBD di Indonesia memang masih tinggi. Data Kemenkes pada 2023 tercatat ada 76.449 kasus DBD dengan 571 kasus kematian mulai dari Januari-November. Jumlah tersebut sebenarnya telah turun dibanding tahun lalu. Tahun 2022, dilaporkan ada 143.300 dengan 1.236 kematian. Kelompok umur dengan kematian tertinggi pada rentang usia 5-14 tahun.

baca juga

Nyamuk wolbachia diharapkan bisa jadi solusi pengurangan kasus DBD tersebut. Pada prinsipnya, cara tersebut memanfaatkan bakteri alami wolbachia yang banyak ditemukan pada 60 persen serangga. Bakteri itu selanjutnya dimasukkan dalam nyamuk aedes aegypti, hingga menetas dan menghasilkan nyamuk aedes aegypti dengan wolbachia.

Nyamuk aedes aegypti yang telah terinfeksi wolbachia tidak dapat menularkan virus DBD kepada manusia. Sebab, perkembangan virus dengue tersebut telah dihambat oleh bakteri wolbachia.

Selain Yogyakarta dan Bantul, Kementerian Kesehatan berencana untuk memperluas area penyebaran nyamuk Wolbachia di lima kota di Indonesia. Di antaranya, Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang, dan Kupang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diklaim Bisa Atasi Tekan Kasus DBD, Begini Cara Kerja Nyamuk Wolbachia

Diklaim Bisa Atasi Tekan Kasus DBD, Begini Cara Kerja Nyamuk Wolbachia

Health | Jum'at, 24 November 2023 | 16:56 WIB

Fakta-Fakta Nyamuk Wolbachia: Bisa Menekan Kasus DBD

Fakta-Fakta Nyamuk Wolbachia: Bisa Menekan Kasus DBD

Lifestyle | Jum'at, 24 November 2023 | 10:52 WIB

Efek Gigitan Nyamuk Wolbachia, Diklaim Mampu Turunkan Penularan DBD

Efek Gigitan Nyamuk Wolbachia, Diklaim Mampu Turunkan Penularan DBD

Health | Rabu, 22 November 2023 | 20:58 WIB

Terkini

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Bappebti Rilis Evaluasi Kepatuhan, Ini Indikator Penting Pilih Pialang Berjangka Aman

Bappebti Rilis Evaluasi Kepatuhan, Ini Indikator Penting Pilih Pialang Berjangka Aman

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:47 WIB

×