Pemberian Autologus Stem Cell Jadi Alternatif Pengobatan bagi Pasien Autoimun yang Ketergantungan Steroid

Iman Firmansyah

Sabtu, 23 Desember 2023 | 16:05 WIB
Pemberian Autologus Stem Cell Jadi Alternatif Pengobatan bagi Pasien Autoimun yang Ketergantungan Steroid
Stem cell atau sel punca. [shutterstock]

Suara.com - Autoimun merupakan salah satu penyakit kronis yang angka penderitanya meningkat terus di Indonesia.

Menurut data Kemenkes di tahun 2017, jumlah kasus lupus yang merupakan salah satu dari penyakit autoimun meningkat hingga hampir dua kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Angka ini tentu saja sangat mengkhawatirkan, mengingat penyakit autoimun yang belum bisa disembuhkan dan efeknya yang menyerang ke berbagai organ.

Pengobatan atas penyakit autoimun juga umumnya dilakukan menggunakan obat-obatan anti inflamasi atau kartikostreroid yang memiliki berbagai efek samping seperti naiknya berat badan, pembengkakan wajah, hingga osteoporosis.

Karena itulah, belakangan ini muncul terapi autologus dengan menggunakan sel punca atau stem cell yang terbukti secara ilmiah mampu mengurangi efek-efek peradangan pada penderita autoimun.

Hal ini diketahui dari penelitian yang dilakukan oleh Stem Cell Research and Development Center Universitas Airlangga, Surabaya. Dengan diketuai oleh Dr. Purwati, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM, para peneliti melakukan terapi autologus stem cell pada 20 orang pasien penderita autoimun yang berusia antara 22-70 tahun.

Para pasien ini kemudian diterapi stem cell sebanyak tiga kali selama 3-4 bulan. Selanjutnya, para pasien dianalisa kondisi kesehatannya untuk dibandingkan sebelum dan setelah terapi stem cell.

“Kami mengukur kandungan darah, analisa urin, analisa peradangan dan tes daya tahan. Hasilnya, dalam hal sel darah merah jumlahnya meningkat, perbaikan jumlah leukosit darah. Hal ini menunjukkan perbaikan daya tahan tubuh karena pada pasien autoimun pada umumnya, sel darah putih mereka lah yang tinggi karena sel ini berfungsi melawan infeksi dan peradangan. Begitu juga dalam hal peradangan yang angkanya menurun dan daya tahan tubuh yang juga membaik,” ujar dr. Purwati dalam keterangannya, Sabtu (23/12/2023).

Ia menjelaskan, hal ini bisa terjadi karena stem cell yang diberikan pada pasien berasal dari jaringan khusus adiposa dari dalam tubuh. Jaringan ini sangat mudah didapatkan, tidak membutuhkan prosedur operasi yang besar, dan mempunyai efek anti-peradangan yang cukup tinggi. Karenanya, jaringan ini sangat cocok digunakan untuk terapi autoimun.

baca juga

“Dari seluruh pasien yang kami teliti, bisa disimpulkan bahwa terapi stem cell dengan menggunakan jaringan adiposa ini terbukti bisa meregulasi sistem imun, menurunkan peradangan, dan meningkatkan jumlah sel darah merah. Tubuh para pasien juga tidak menunjukkan penolakan atas stem cell yang diberikan, artinya terapi ini juga bisa beradaptasi dengan baik pada tubuh pasien,” demikian dr. Purwati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mampu Cegah Anemia, Berikut 3 Manfaat Mengonsumsi Kepiting untuk Kesehatan

Mampu Cegah Anemia, Berikut 3 Manfaat Mengonsumsi Kepiting untuk Kesehatan

Your Say | Sabtu, 23 Desember 2023 | 07:54 WIB

Mukbang Hahu Hoheng yang Lagi Viral di TikTok Berbahaya, Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Kerongkongan?

Mukbang Hahu Hoheng yang Lagi Viral di TikTok Berbahaya, Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Kerongkongan?

Lifestyle | Jum'at, 22 Desember 2023 | 17:07 WIB

Cara Memeriksa Kesehatan Baterai di Android

Cara Memeriksa Kesehatan Baterai di Android

Tekno | Jum'at, 22 Desember 2023 | 12:53 WIB

Mampu Cegah Osteoporosis, Berikut 3 Manfaat Mengonsumsi Kerang Kijing

Mampu Cegah Osteoporosis, Berikut 3 Manfaat Mengonsumsi Kerang Kijing

Your Say | Jum'at, 22 Desember 2023 | 08:16 WIB

COVID-19 Tinggi di Negara Tetangga, Komisi IX Imbau Masyarakat Tak Perlu Panik

COVID-19 Tinggi di Negara Tetangga, Komisi IX Imbau Masyarakat Tak Perlu Panik

DPR | Jum'at, 22 Desember 2023 | 14:15 WIB

Adu Visi Misi Soal Kesehatan Mental Capres-Cawapres 2024

Adu Visi Misi Soal Kesehatan Mental Capres-Cawapres 2024

Kotak Suara | Jum'at, 22 Desember 2023 | 18:01 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×