Perokok Beralih ke Vape Karena Lebih Aman? Dokter Paru Senior Ungkap Kebenarannya

M. Reza Sulaiman | Fajar Ramadhan | Suara.com

Sabtu, 30 Desember 2023 | 18:36 WIB
Perokok Beralih ke Vape Karena Lebih Aman? Dokter Paru Senior Ungkap Kebenarannya
Ilustrasi vape atau rokok. (shutterstock)

Suara.com - Indonesia menjadi salah satu negara dengan angka perokok yang cukup tinggi Prevalence of Tobacco Smoking, WHO 2022, jumlah perokok di Indonesia mencapai ranking 13 dari seluruh dunia. Hal ini menyentuh angka 37,90 persen dari seluruh populasi yakni 53,7 juta jiwa.

Namun, bukan hanya rokok konvensional, saat ini masyarakat juga banyak yang beralih ke rokok elektrik alias vape. Dikatakan, pengguna vape di Indonesia per Juli 2022 adalah 2.2 juta orang.

Ilustrasi liquid vape (Foto oleh Nathan Salt/pexels)
Ilustrasi vape (Foto oleh Nathan Salt/pexels)

Kenapa orang beralih ke vape?

Berdasarkan materi yang diterima Suara.com dari Anggota Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI, Prof DR Dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K), ada beberapa alasan mengapa seseorang beralih ke vape di antara:

  • Lebih murah
  • Lebih aman
  • Untuk membantu berhenti merokok
  • Untuk mengurangi jumlah rokok konvensional sehingga mengurangi bahaya rokok konvensional
  • Mencegah kambuh kembali merokok setelah berhasil berhenti merokok
  • Digunakan kadang-kadang saat di tempat dilarang merokok

Apakah vape aman?

Padahal, berdasarkan keterangan Prof Erlina, vape sebenarnya tidak jauh berbeda dengan rokok. Hal ini karena vape juga mengandung nikotin, bahan karsinogen, hingga zat-zat berbahaya lainnya bagi tubuh.

Perokok vape dan orang sekitarnya terekspos berbagai zat kimia, termasuk yang bersifat penyebab kanker. Selain itu zat kimia lainnya dapat mengiritasi dan mengakibatkan radang paru dan saluran sekitarnya (bronkiolitis) Tidak hanya itu, pada vape juga bisa berisiko alami luka bakar akibat baterai litium di alat rokok.elektrik.

Selain itu, vape juga tidak membuat seseorang berhenti untuk merokok. Oleh sebab itu, pergantian rokok menjadi vape pada dasarnya sama saja. Justru, untuk benar-benar berhenti merokok, seseorang harus bisa melakukan berbagai langkah tertentu.

Cara berhenti merokok

Prof Erlina membagikan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mendorong seseorang agar bisa berhenti merokok. Beberapa cara yang dapat dilakukan yakni sebagai berikut.

  1. Hindari berkumpul dengan teman yang sedang merokok
  2. Rokok bukan satu-satunya sarana pergaulan
  3. Jangan malu mengatakan bahwa diri sendiri bukan perokok
  4. Perbanyak informasi terkait rokok
  5. Hindari hal-hal yang berkaitan dengan rokok (acara/lomba, rokok gratis, iklan)
  6. Perbanyak melakukan hal positif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sikapi Seruan WHO, Charles Honoris: Pemerintah Harus Kaji Perlu Tidaknya Larangan Vape

Sikapi Seruan WHO, Charles Honoris: Pemerintah Harus Kaji Perlu Tidaknya Larangan Vape

News | Sabtu, 30 Desember 2023 | 06:25 WIB

WHO Desak Seluruh Pemerintah Larang Vape dengan Rasa-Rasa, Begini Alasannya

WHO Desak Seluruh Pemerintah Larang Vape dengan Rasa-Rasa, Begini Alasannya

Lifestyle | Kamis, 28 Desember 2023 | 10:42 WIB

Menjelajahi Keanggunan dan Inovasi: Tinjauan tentang KEYSTONE: Ark Luxury Vape

Menjelajahi Keanggunan dan Inovasi: Tinjauan tentang KEYSTONE: Ark Luxury Vape

Lifestyle | Jum'at, 22 Desember 2023 | 15:58 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB