Obat Imunoterapi Serplulimab Tingkatkan Angka Harapan Hidup Kanker Paru Sel Kecil

Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 12 Maret 2024 | 12:21 WIB
Obat Imunoterapi Serplulimab Tingkatkan Angka Harapan Hidup Kanker Paru Sel Kecil
Ilustrasi kanker paru. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia dan menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskuler. Setiap tahunnya, menurut data GLOBOCAN 2022, terdapat sekitar 408 ribu kasus baru kanker dengan angka mortalitas sebanyak 243 ribu.

Kanker paru merupakan jenis kanker ketiga terbanyak di mana lebih dari 50% pasien yang terdiagnosis dengan kanker paru memiliki angka kematian dalam rentang waktu satu tahun setelah terdiagnosis dan angka harapan hidupnya hanya sebesar 17,8%. 

Ketua Perhimpunan Dokter Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN) menyebut, hal ini membuat penatalaksanaan kasus kanker paru memerlukan pendekatan komprehensif. 

"Mulai dari tindakan promotif dan preventif seperti program edukasi dan kesadaran kanker paru, program menghindari asap rokok, skrining, dan deteksi dini kanker paru, hingga tindakan kuratif melalui metode precision medicine atau dalam hal ini pengobatan imunoterapi,” papar Dr. dr. Tubagus.

Terlebih, lanjut dia, kanker paru sering kali terdiagnosis di rumah sakit pada stadium lanjut ketika pilihan pengobatan terbatas. Demikian pula dengan kanker paru-paru sel kecil. Khusus SCLC atau kanker paru-paru sel kecil, kasusnya terjadi sebanyak 14% dari keseluruhan kasus kanker paru. 

Sebanyak 250 ribu pasien didiagnosis penyakit ini dan hingga 80% urung terselamatkan. Upaya pengobatan kerap terlambat dilakukan sehingga tingkat kesembuhannya juga tergolong rendah karena jenis keganasannya yang bersifat agresif dan sulit terdeteksi sejak dini.

Terapi kanker sendiri banyak ragamnya, muali kemoterapi, radiasi, pembedahan, hingga yang terbaru seperti imunoterapi yang dapat bekerja melalui merangsang sistem kekebalan tubuh manusia untuk menyerang sel kanker atau memberi tubuh penderita kanker komponen sistem kekebalan yang diperlukan untuk membantu membunuh sel kanker. 

"Berdasarkan pengalaman dan data klinis yang sudah dipublikasikan, penggunaan obat imunoterapi seperti Serplulimab bisa menjadi pilihan dalam penatalaksanaan kasus kanker paru-paru sel kecil stadium ekstensif,” papar Dokter Konsultan Hematologi Onkologi RS Cipto Mangunkusumo Dr. dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM.

Lebih lanjut, dr. Andhika mengatakan serplulimab menyasar kepada pengobatan kanker paru sel kecil karena angka kematiannya yang masih tinggi dan tidak terdiagnosa dengan cepat. Pasien yang baru terdiagnosa kanker paru sel kecil rata-rata hanya bertahan 3 bulan setelah pemeriksaan.

Kanker paru sel kecil merupakan jenis kanker yang memiliki porsi penderita sekitar 15 persen dibandingkan dengan non small cell lung cancer dengan angka 85 persen. Angka ketahanan hidupnya hanya 7 persen dari lima tahun dan kebanyakan tidak terdiagnosa.

“Dengan serplulimab angka harapan hidup 24 bulan jadi 43,1 persen dengan stadium lanjut, dibanding jika tidak berobat dengan serplulimab sekitar 7 persen dengan stadium yang sama,” katanya.

Serplulimab merupakan pelengkap dari pengobatan kanker yang sudah ada sebelumnya yaitu pembrolizumab, atezolizumab, dan durvalumab yang mengobati sel anti bodi. Serplulimab bekerja langsung dengan mematikan sel kanker atau dengan sifat imunoterapi PD-L1.

Serplulimab juga bisa dikombinasikan dengan pengobatan kemoterapi terlebih pada pasien yang sudah masuk kategori geriatri dan sering terpapar kemoterapi. Imunoterapi ini biasanya digunakan jika setelah pemeriksaan biopsi pada tumor terdapat angka Microsatellite instability (MSI) yang tinggi.

Hal inilah yang membuat PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usaha PT Kalbe Genexine Biologics (KGbio) dan PT Global Onkolab Farma (GOF) meluncurkan obat Serplulimab untuk memperluas akses kesehatan bagi pejuang kanker. 

"Ketersediaan Serplulimab merupakan bukti komitmen Kalbe dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi pasien kanker paru. Langkah ini juga merupakan inisiatif keberlanjutan kami dalam mendukung terciptanya ekosistem kesehatan yang terintegrasi bersama seperti rumah sakit, tenaga kesehatan profesional, asosiasi profesi kesehatan, pasien, dan para pemangku kewenangan terkait,” ujar Sie Djohan, Presiden Direktur KGbio sekaligus Direktur Kalbe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Ferdy Hasan Soal Sang Anak Pernah Dibully 3 Bulan Efeknya 8 Tahun Harus Minum Obat Anti Depresi

Cerita Ferdy Hasan Soal Sang Anak Pernah Dibully 3 Bulan Efeknya 8 Tahun Harus Minum Obat Anti Depresi

Your Say | Kamis, 07 Maret 2024 | 18:36 WIB

Tak Perlu Konsumsi Obat, Ini 5 Cara Mudah untuk Redakan Sakit Kepala

Tak Perlu Konsumsi Obat, Ini 5 Cara Mudah untuk Redakan Sakit Kepala

Your Say | Senin, 04 Maret 2024 | 15:04 WIB

Mudah Dibuat, Ini 3 Ramuan Alami Pereda Asam Urat

Mudah Dibuat, Ini 3 Ramuan Alami Pereda Asam Urat

Your Say | Minggu, 03 Maret 2024 | 13:14 WIB

Terkini

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB