Sembuhkan Alergi dengan Makan Makanan Pemicu Mitos atau Fakta? Pakar Imunologi Beri Jawaban

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 20 Maret 2024 | 09:30 WIB
Sembuhkan Alergi dengan Makan Makanan Pemicu Mitos atau Fakta? Pakar Imunologi Beri Jawaban
Ilustrasi alergi. (Shutterstock)

Suara.com - Ada anggapan alergi makanan bisa disembuhkan dengan cara terus menerus menyantap makanan pemicu alergi. Mitos atau fakta ya?

Metode ini disebut dengan desensitisasi, namun tidak disarankan pakar imunologi. Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga, Prof. Dr. dr. Anang Endaryanto, SpA(K), MARS mengakui desensitisasi merupakan salah satu program pasien alergi dibiarkan terpapar terus menerus dengan alergen pemicu.

"Itu kan kalau dikonsumsi terus menerus dan sembuh namanya desensitisasi, dan itu ada programnya. Jadi dosisnya itu betul-betul diatur, kacang, susu. Itu konsumsi terus menerus tetapi dosisnya diatur mulai dari kecil hingga besar," ujar Prof. Anang saat konferensi pers virtual Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (19/3/2024).

Ilustrasi alergi makanan. (Shutterstock)
Ilustrasi alergi makanan. (Shutterstock)

Namun dokter yang juga Ketua Minat Alergi Imunologi Anak Prodi Sub Spesialis Ilmu Kesehatan Anak FK Unair itu menjelaskan, tidak semua kondisi alergi bisa disembuhkan dengan program desensitisasi, apalagi efek sampingnya bisa sangat berat.

"Yang sudah tampak (dari efek desensitisasi) itu susu dan kacang, tetapi dalam prosesnya luar biasa efek samping harus dijaga betul," ujar Prof. Anang.

"Kenapa? karena walaupun dosis kecil bisa menimbulkan reaksi-reaksi berat seperti anafilaksis dan sebagainya," sambungnya.

Anafilaksis adalah reaksi alergi berat dan terjadi secara tiba-tiba setelah tubuh terpapar pemicu alergi, dan berpotensi mengancam nyawa.

Apalagi pakar yang juga Dokdiknis Ahli Utama RSUD Dr.Soetomo itu mengingatkan, metode membiarkan alergen terus dipaparkan ini memang bisa membuat pasien dianggap memiliki kadar toleransi atau kesembuhan alergi lebih cepat, tapi cara ini bisa jadi bumerang.

Inilah sebabnya Prof. Anang tidak setuju dengan anggapan tersebut, karena menurutnya bisa lebih berbahaya lantaran bisa membuat reaksi alergi lebih lama.

baca juga

"Artinya dia dianggap lebih cepat terjadi kesembuhan alergi atau toleransi, itu saya tidak sepakat dengan itu," jelasnya.

"Karena nanti alerginya berat karena immunoglobulin E (IgE)-nya terhadap alergen itu semakin banyak, sehingga dia tidak akan sembuh-sembuh. Jadi semakin lama menetapnya," lanjutnya.

Imunoglobulin E (IgE) hanya ditemukan pada mamalia, dan berperan penting dalam reaksi alergi yaitu reaksi hipersensitivitas tipe I. IgE diproduksi oleh limfosit B yang merupakan imunitas humoral dalam pertahanan spesifik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orangtua Punya Asma Tak Ingin Turunkan Alergi ke Anak, Bisa Gak Sih? Ini Kata Ahli Imunologi

Orangtua Punya Asma Tak Ingin Turunkan Alergi ke Anak, Bisa Gak Sih? Ini Kata Ahli Imunologi

Health | Selasa, 19 Maret 2024 | 17:57 WIB

Pijat Bayi Bisa Buat Anak Cepat Jalan Mitos atau Fakta? Begini Kata Dokter Anak

Pijat Bayi Bisa Buat Anak Cepat Jalan Mitos atau Fakta? Begini Kata Dokter Anak

Health | Kamis, 07 Maret 2024 | 11:38 WIB

Nasi Beku Baik Untuk Pasien Diabetes, Mitos atau Fakta? Dokter Gizi Ungkap Kebenarannya

Nasi Beku Baik Untuk Pasien Diabetes, Mitos atau Fakta? Dokter Gizi Ungkap Kebenarannya

Health | Rabu, 06 Maret 2024 | 11:40 WIB

Terkini

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Jatim | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Cedera hingga Recovery, Layanan Fisioterapi di Jakarta Utara Dukung Aktivitas Olahraga

Dari Cedera hingga Recovery, Layanan Fisioterapi di Jakarta Utara Dukung Aktivitas Olahraga

Sport | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Kursi DPR Mau Ditambah 11, RUU Pemilu Godok Minimal 4 Kursi per Dapil

Kursi DPR Mau Ditambah 11, RUU Pemilu Godok Minimal 4 Kursi per Dapil

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Ikano Unpad Desak Reformasi Hukum Notaris Hadapi Ancaman AI dan Cyber Notary

Ikano Unpad Desak Reformasi Hukum Notaris Hadapi Ancaman AI dan Cyber Notary

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pergeseran Warga Rempang Berlanjut, BP Batam Klaim Kompensasi Manusiawi

Pergeseran Warga Rempang Berlanjut, BP Batam Klaim Kompensasi Manusiawi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Berawal dari 5,76 Gram Sabu, Polisi Bongkar Simpanan 81,86 Gram di Kos Kendal

Berawal dari 5,76 Gram Sabu, Polisi Bongkar Simpanan 81,86 Gram di Kos Kendal

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:48 WIB

×