Waspada Penyakit Flu Singapura yang Mudah Menular Pada Anak Balita

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 02 April 2024 | 19:22 WIB
Waspada Penyakit Flu Singapura yang Mudah Menular Pada Anak Balita
Ilustrasi flu singapura pada anak. (freepik)

Suara.com - Penyakit flu Singapura yang mudah mengenai anak-anak tengah ramai diperbincangkan. Dokter spesialis anak Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo Sp.A(K)., menganjurkan kepada para orang tua agar waspada terhadap penyakit Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) tersebut lantaran mudah menular pada anak usia di bawah usia lima tahun.

Prof. Edi menjelaskan bahwa virus flu Singapura disebabkan karena infeksi Coxsackie Virus A16 (cox 16) dan enterovirus 71 (EV 71). Kedua virus itu termasuk dalam kelompok virus RNA yang menyebabkan lesi pada telapak tangan, telapak kaki, dan mulut.

"Definisi Hand, Foot, and Mouth Disease itu merupakan kumpulan gejala berupa lesi kulit pada tangan, kaki, dan mulut yang disebabkan oleh virus, dan biasanya terjadi pada bayi dan balita usia kurang dari 5 tahun," jelas Prof. Edi saat konferensi pers virtual Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (2/4/2024).

Penularan HFMD hampir sama dengan Covid-19, yaitu adanya kontak dengan penderita atau droplet. Penularan bisa terjadi secara langsung, misalnya karena batuk, bersin, terkena air liur secara oral, dan dari kotoran atau feses.

Sementara penularan kontak tidak langsung juga bisa terjadi karena penggunaan handuk dari anak yang sebelumnya telah sakit flu Singapura, maupun karena menyentuh mainan atau peralatan dari anak yang terinfeksi. Itu sebabnya, HFMD dikatakan sangat mudah menular baik secara kontak langsung maupun tidak langsung terutama pada anak.

Penularan terjadi saat virus masuk ke saluran pernapasan dan diteruskan ke faring atau tenggorokan, masuk ke usus dan memperbanyak diri, menyebar ke kelenjar limfe dalam waktu 24 jam, hingga akhirnya muncul gejala lentingan pada kulit di sekitar mulut, telapak tangan, dan kaki.

“Gejalanya lesi di telapak tangan, kaki, mulut 100 persen, demam 72 persen, nyeri, sulit makan karena seperti sariawan, pilek, nyeri menelan, tapi tidak semua harus di kaki, tangan mulut, bisa seluruh badan 39 persen, dibuktikan dengan hasil PCR dari lokasi ditemukan lesi,” jelas Prof. Edi.

Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada itu mengingatkan tentang gejala flu Singapura yang menunjukkan infeksi berat hingga harus dilakukan perawatan di rumah sakit, seperti demam lebih dari 39 derajat, napas cepat seperti sesak, terjadi kejang terutama anak di bawah 6 tahun yang memiliki riwayat kejang keluarga.

Apabila infeksi sudah terlanjur parah, bisa menyebabkan komplikasi berat yang berbahaya seperti meningitis dan ensefalitis pada anak yang bisa menyebabkan nyeri, tidak sadar, kejang dan kelumpuhan, sehingga diperlukan pemeriksaan cairan di otak.

“Komplikasi yang diwaspadai, yang bahaya kalau menyerang otak yang menyebabkan meningitis dan ensefalitis, walaupun kasusnya sangat jarang, tapi beberapa jurnal dan negara tetangga ada kasusnya kesana,” jelasnya.

Untuk mencegah penularan yang cepat, Edi menyarankan untuk mengisolasi anak jika terdiagnosis flu Singapura atau HFMD, izin dari sekolah selama kurang lebih 5-7 hari, dan penuhi asupan gizi serta cairan untuk menjaga daya tahan tubuh. Berikan pengobatan simtomatik jika anak demam dan istirahat yang cukup, rata-rata flu Singapura bisa sembuh dengan sendirinya pada 2-3 hari, dengan lesi yang akan hilang sekitar 7 hari.

Diagnosis flu Singapura dilakukan dengan pemeriksaan sampel melalui laboratorium dengan menggunakan sampel tinja, usap rektal, atau usap ulkus di mulut atau tenggorokan dengan metode PCR.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Flu Singapura Meningkat, IDI Beri Peringatan Gejala dan Cara Pencegahannya

Kasus Flu Singapura Meningkat, IDI Beri Peringatan Gejala dan Cara Pencegahannya

Health | Rabu, 27 Maret 2024 | 21:04 WIB

Pilot Vincent Raditya Idap Flu Singapura, Apa Penyebabnya?

Pilot Vincent Raditya Idap Flu Singapura, Apa Penyebabnya?

Health | Senin, 25 Maret 2024 | 18:56 WIB

Bahaya Flu Singapura, Penyakit yang Diderita Vincent Raditya Wajahnya Bintik-bintik dan Bernanah

Bahaya Flu Singapura, Penyakit yang Diderita Vincent Raditya Wajahnya Bintik-bintik dan Bernanah

Health | Minggu, 24 Maret 2024 | 15:57 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB