Ngeri! Kebanyakan Makan Junk Food Saat Remaja Bisa Bikin Gampang Pikun Loh

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Sabtu, 20 April 2024 | 14:55 WIB
Ngeri! Kebanyakan Makan Junk Food Saat Remaja Bisa Bikin Gampang Pikun Loh
Ilustrasi junk food (Freepik.com)

Suara.com - Pikun alias kemampuan mengingat yang menurun bisa terjadi karena pola makan yang buruk. Dalam studi terbaru, remaja yang kebanyakan makan junk food ternyata memiliki penurunan fungsi ingatan di masa depan.

Studi pada tikus yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Southern California (USC) menemukan bahwa diet tinggi lemak dan gula karena konsumsi junk food pada remaja dapat menyebabkan kerusakan ingatan jangka panjang. Tikus-tikus juga diketahui mengalami masalah ingatan yang signifikan yang bertahan hingga dewasa bahkan setelah mereka beralih ke diet yang lebih sehat.

Scott Kanoski, dari USC Dornsife College of Letters, Arts and Sciences, mengatakan diet makanan junk food serupa pada remaja dapat mengganggu kemampuan ingatan otak mereka untuk waktu yang lama.

Ilustrasi ingatan, memori, otak. (freepik.com/kjpargeter)
Ilustrasi ingatan, memori, otak. (freepik.com/kjpargeter)

"Apa yang kami lihat bukan hanya dalam makalah ini, tetapi dalam beberapa penelitian kami yang lain, adalah bahwa jika tikus-tikus ini tumbuh dengan diet makanan junk food, maka mereka mengalami gangguan ingatan yang tidak hilang. Jika Anda hanya saja mengubah mereka ke diet sehat, efek-efek ini sayangnya bertahan hingga dewasa," ujarnya dilansir Medical Daily.

Penelitian sebelumnya menghubungkan pola makan buruk dengan penyakit Alzheimer. Selain itu, penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa orang-orang dengan Alzheimer memiliki kadar neurotransmitter yang disebut asetilkolin yang lebih rendah, yang penting untuk ingatan dan fungsi seperti pembelajaran, fokus, dan gerakan otot.

Para peneliti memutuskan untuk mengeksplorasi hubungan antara diet dan ingatan pada orang muda ketika mereka mengonsumsi diet yang tinggi lemak dan gula, terutama selama masa remaja ketika otak mereka mengalami perkembangan signifikan.

Untuk memahami hubungan ini, para peneliti membagi tikus-tikus menjadi dua kelompok: satu diberi diet tinggi lemak dan gula dan yang lainnya diberi diet normal. Mereka kemudian melakukan tes ingatan dan menilai kadar asetilkolin mereka.

Tim melacak kadar asetilkolin dalam setiap kelompok dengan menganalisis respons otak mereka terhadap beberapa tugas yang dirancang untuk menguji ingatan mereka. Dengan menggunakan pemeriksaan pasca mortem otak tikus, mereka memperkirakan tanda-tanda gangguan kadar asetilkolin.

Anna Hayes, penulis utama studi ini, menjelaskan sinyal asetilkolin adalah mekanisme yang membantu mereka mengkode dan mengingat peristiwa-peristiwa itu, mirip dengan 'ingatan episodik' pada manusia yang memungkinkan kita mengingat peristiwa dari masa lalu kita.

Ilustrasi seseorang yang lupa atau pikun. [Shutterstock]
Ilustrasi seseorang yang lupa atau pikun. [Shutterstock]

"Tampaknya sinyal itu tidak terjadi pada hewan-hewan yang tumbuh dengan diet makanan junk food yang tinggi lemak dan gula," katanya.

Dalam fase lain dari penelitian ini, tim menguji apakah kerusakan ingatan pada tikus dari diet makanan junk food dapat dibalikkan dengan penggunaan obat-obatan yang dapat merangsang pelepasan asetilkolin. Selama eksperimen, para peneliti memberikan obat-obatan — PNU-282987 dan karbakol — langsung ke hipokampus, area otak yang penting untuk ingatan dan sering terpengaruh oleh penyakit Alzheimer. Mereka mengamati bahwa perawatan ini mengembalikan kemampuan ingatan tikus.

Namun, para peneliti memperingatkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami bagaimana masalah ingatan akibat diet makanan junk food selama masa remaja dapat dibalikkan.

Menurut Kanoski, masa remaja adalah periode yang sangat sensitif bagi otak ketika terjadi perubahan penting dalam perkembangan.

"Saya tidak tahu bagaimana cara mengatakannya tanpa terdengar seperti ramalan buruk tetapi sayangnya, memperbaiki dampak buruk di masa dewasa lebih sulit dilakukan daripada saat anak-anak dan remaja," ujarnya memberikan pesan pada orangtua soal pembatasan konsumsi junk food pada remaja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mematikan Pada Anak, Bisakah Sakit Meningitis Disembuhkan? Dokter Anak Beberkan Risiko Komplikasi

Mematikan Pada Anak, Bisakah Sakit Meningitis Disembuhkan? Dokter Anak Beberkan Risiko Komplikasi

Health | Jum'at, 19 April 2024 | 17:04 WIB

Cerita Atalia Praratya Soal Kenakalan Semasa Remajanya, Sampai Gemetaran Saat Beraksi

Cerita Atalia Praratya Soal Kenakalan Semasa Remajanya, Sampai Gemetaran Saat Beraksi

Lifestyle | Jum'at, 19 April 2024 | 13:35 WIB

Publik Soroti Acara Sound Keliling di Sumenep yang Berakhir Ricuh: Saking Kenceng Suaranya, Otak Mereka Geser

Publik Soroti Acara Sound Keliling di Sumenep yang Berakhir Ricuh: Saking Kenceng Suaranya, Otak Mereka Geser

News | Jum'at, 19 April 2024 | 10:30 WIB

Terkini

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB