Gangguan Kelopak Mata Tidak Selalu Diatasi Dengan Operasi? Begini Penjelasan Ahli

Senin, 13 Mei 2024 | 16:44 WIB
Gangguan Kelopak Mata Tidak Selalu Diatasi Dengan Operasi? Begini Penjelasan Ahli
Ilustrasi Oplas Kelopak Mata (Pexels/cottonbro)

Suara.com - Gangguan kelopak mata menjadi salah satu masalah yang banyak dialami orang. Kondisi ini terjadi karena adanya lipatan berlebih di bagian kelopak mata. Masalah ini menjadi hal yang sangat mengganggu karena memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, seseorang dapat alami gangguan penglihatan bahkan kebutaan. Oleh sebab itu, kondisi gangguan kelopak mata ini dapat diatasi dengan melakukan operasi maupun rekonstruksi bagian mata. Hal ini yang terkadang juga membuat beberapa orang takut untuk mengobatinya.

Meski demikian, rupanya operasi bukan menjadi salah satu cara mengobati adanya kelainan pada kelopak mata. Ketua Servis Orbital Oculoplastic dan Reconstructive, Dr. Tri Rejeki Herdiana, SpM menjelaskan, untuk tindakan operasi biasanya dianjurkan untuk pasien yang sudah tua.

Ilustrasi mata merah (freepik.com/user18526052)
Ilustrasi mata merah (freepik.com/user18526052)

“Rata-rata yang kelopak matanya berkaitan dengan usia, memang treatmennya kita sarankan adalah tindakan operasi,” kata dalam konferensi pers “Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata” bersama JEC,  Sabtu (11/5/2024).

Namun, untuk kasus gangguan kelopak mata seperti ptosis (kelopak mata turun), dapat diatasi dengan pemberian obat secara rutin. Dengan konsumsi obat rutin akan membantu membuat gangguan kelopak mata menjadi baik.

“Tapi memang ada fase autoimun yang bikin ptosis atau kelopak mata turun itu bisa diatasi dengan obat. Jadi dengan konsumsi pemberian obat rutin dia akan baik,” sambungnya.

Bukan hanya itu, untuk gangguan kelopak mata karena tiroid sendiri juga tidak dilangsungkan tindakan operasi. Kondisi ini dapat diatasi dengan melakukan kada tiroid dengan obat-obatan anti radang.

“Kelainan kelopak mata lainnya misalnya kayak tiroid, kelopak mata yang menonjol kemudian retraksi dia kayak melotot terus, itupun treatment awalnya tidak operasi. Treatment awalnya adalah kontrol hormon kadar tiroidnya, kemudian masukkan obat-obatan anti radang secara infus,” jelasnya.

Beberapa cara tersebut dapat membantu untuk mengobati pasien yang alami gangguan kelopak mata. Oleh sebab itu, operasi bukan menjadi satu-satunya cara untuk bisa menyembuhkan pasien dengan gangguan kelopak mata. Namun, hal ini tetap kembali dilihat dari penyebab adanya gangguan kelopak mata tersebut.

Baca Juga: Kelainan Bentuk Kelopak Mata Bisa Mengakibatkan Gangguan Penglihatan, Begini Penjelasan Ahli

“Kalau itu (operasinya) baik, nanti pelan-pelan dia bisa baik secara semula. Jadi tidak semua masalah kelopak mata diatasi dengan operasi, tergantung penyebab-penyebabnya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI