Tak Ditangani Serius, Resistensi Antimikroba Bisa Sebabkan Kematian Lebih Banyak daripada Penyakit Jantung!

M. Reza Sulaiman

Sabtu, 25 Mei 2024 | 14:12 WIB
Tak Ditangani Serius, Resistensi Antimikroba Bisa Sebabkan Kematian Lebih Banyak daripada Penyakit Jantung!
resistensi antimikroba [shutterstock]

Suara.com - Penyakit menular akibat resistensi antimikroba (AMR) bisa menjadi penyebab kematian bagi rakyat Indonesia di masa depan, bahkan lebih tinggi dari serangan jantung dan stroke, jika tak ditangani dengan serius.

Nurul Luntungan, Ketua Yayasan Stop Tuberculosis Partnership Indonesia (STPI), menekankan bahwa integrasi isu TBC RO dengan AMR tidak hanya menguntungkan sistem kesehatan, tetapi juga bagi mereka yang terdampak langsung.

"Integrasi antara isu TBC RO dan AMR akan membawa manfaat besar bagi sistem kesehatan, terutama bagi individu yang terdampak. Sayangnya, pendekatan ini sering kali terhambat oleh kebijakan global yang terfragmentasi. Kami berharap komitmen politik terkait AMR pada UN-HLM 2024 ini akan memberikan solusi dengan memasukkan TBC RO sebagai bagian penting dalam penanggulangan AMR," ujar Nurul, dalam pertemuan tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Resistensi Antimikroba (AMR) di New York, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Stop TB Partnership Indonesia hadir dalam pertemuan tingkat tinggi PBB membahas resistensi antimikroba. (Dok. STPI)
Stop TB Partnership Indonesia hadir dalam pertemuan tingkat tinggi PBB membahas resistensi antimikroba. (Dok. STPI)

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi STPI untuk menyuarakan perlunya memasukkan upaya penanggulangan TBC Resisten Obat (RO) sebagai bagian integral dari strategi global penanggulangan AMR.

Resistensi antibiotik, yang terjadi akibat evolusi bakteri sehingga membuat pengobatan antibiotik menjadi tidak efektif, merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan masyarakat global saat ini. Pada tahun 2019 saja, resistensi antimikroba menyebabkan 4,9 juta kematian.

Tanpa intervensi serius, jumlah kematian akibat AMR diperkirakan akan meningkat hingga 10 juta jiwa per tahun pada 2050, melampaui kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Stop TB Partnership Indonesia melihat pertemuan ini sebagai peluang untuk memperkuat upaya penanggulangan TBC Resisten Obat.

"Sekitar 160 ribu kematian setiap tahun disebabkan oleh TBC RO, yang merupakan bentuk resistensi antibiotik akibat evolusi bakteri Mycobacterium Tuberculosis terhadap obat lini pertama. Kami mendorong agar isu TBC-RO masuk dalam agenda penanggulangan AMR, agar kita memiliki strategi yang tidak terfragmentasi dan efisien," jelas Nurul.

Pada tahun 2015, World Health Organization (WHO) mengeluarkan ‘Global Action Plan on Antimicrobial Resistance’ (GAP AMR), namun sayangnya, TBC RO tidak dimasukkan dalam kebijakan tingkat global ini. Hal ini menciptakan ketidaksempurnaan dalam kebijakan dan implementasi di tingkat regional dan nasional, termasuk dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Resistensi Antimikroba di Indonesia.

Dalam pidatonya di pertemuan tersebut, Nurul menegaskan pentingnya deklarasi politik yang mengakui TBC RO sebagai bagian integral dari komitmen global untuk memerangi AMR.

baca juga

"Saya mewakili suara negara-negara yang menghadapi frustrasi serupa, mendesak deklarasi politik AMR untuk mengakui TBC resisten obat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen global untuk memerangi AMR. Langkah-langkah yang terbukti efektif dalam mencegah dan mengobati TBC Resisten Obat harus menjadi bagian dari intervensi strategis yang konsisten, tidak diskriminatif, dan efisien dalam penggunaan sumber daya," tutup Nurul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih jadi Momok Warga Jakarta, Heru Budi: TBC Ini Seperti Kapal Selam...

Masih jadi Momok Warga Jakarta, Heru Budi: TBC Ini Seperti Kapal Selam...

News | Rabu, 08 Mei 2024 | 15:55 WIB

Kasus Tuberkulosis di Surabaya Tinggi, Pemerintah Ungkap Masih Banyak Masyarakat Malu Untuk Membuka Diri Terkena TBC

Kasus Tuberkulosis di Surabaya Tinggi, Pemerintah Ungkap Masih Banyak Masyarakat Malu Untuk Membuka Diri Terkena TBC

Health | Minggu, 05 Mei 2024 | 08:52 WIB

Perubahan Iklim Picu Lonjakan Penyakit Menular, Menkes Budi Gunadi Ingatkan Risiko Pandemi

Perubahan Iklim Picu Lonjakan Penyakit Menular, Menkes Budi Gunadi Ingatkan Risiko Pandemi

Health | Selasa, 30 April 2024 | 05:49 WIB

Terkini

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:20 WIB

×