Prediabetes Bukan Akhir Segalanya! Yuk, Kendalikan Gula Darah Mulai Saat Ini

M. Reza Sulaiman

Kamis, 06 Juni 2024 | 12:50 WIB
Prediabetes Bukan Akhir Segalanya! Yuk, Kendalikan Gula Darah Mulai Saat Ini
ilustrasi diabetes, prediabetes, gula darah. (Shutterstock)

Suara.com - Anda baru saja melakukan pemeriksaan gula darah, lalu dokter menyebut kondisi prediabetes? Berbahagialah, tandanya Anda masih punya waktu untuk mengubah gaya hidup, agar tidak terserang diabetes di masa depan!

Melansir laman Cleveland Clinic, Prediabetes terjadi ketika kadar gula darah Anda meningkat, tetapi belum cukup tinggi untuk dianggap sebagai diabetes tipe 2. Kadar gula darah normal berkisar antara 70 hingga 99 miligram per desiliter (mg/dL). Jika Anda memiliki prediabetes, biasanya kadar gula darah Anda berkisar antara 100 hingga 125 mg/dL.

Menurut Asosiasi Diabetes Amerika, orang berusia 45 tahun dengan prediabetes memiliki risiko 9% hingga 14% untuk terserang diabetes tipe 2 dalam waktu 10 tahun ke depan. Kabar baiknya, prediabetes bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup sehat.

Ilustrasi gula darah (Pixabay.com/stevepb)
Ilustrasi gula darah (Pixabay.com/stevepb)

Prediabetes sangat umum terjadi. Peneliti memperkirakan sekitar 84 juta orang dewasa di Amerika Serikat memiliki prediabetes. Kondisi ini mempengaruhi lebih dari 1 dari 3 orang dewasa di bawah usia 65 tahun dan setengah dari orang di atas 65 tahun di AS. Lebih dari 80 persen orang dengan prediabetes tidak menyadari mereka memilikinya karena seringkali tidak menunjukkan gejala.

Gejala dan Penyebab

Kebanyakan orang dengan prediabetes tidak memiliki gejala. Inilah mengapa penting untuk rutin memeriksakan diri ke penyedia layanan kesehatan utama Anda agar mereka dapat melakukan skrining, seperti panel metabolik dasar, untuk memeriksa kadar gula darah Anda. Ini adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki prediabetes.

Bagi sedikit orang yang mengalami gejala prediabetes, gejalanya bisa berupa:

  • Kulit gelap di ketiak atau belakang leher (acanthosis nigricans).
  • Tanda kulit.
  • Perubahan mata yang bisa menyebabkan retinopati terkait diabetes.

Apa penyebab prediabetes?

Penyebab prediabetes sama dengan penyebab diabetes tipe 2, yaitu resistensi insulin. Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel di otot, lemak, dan hati Anda tidak merespons insulin sebagaimana mestinya. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas yang penting untuk kehidupan dan mengatur kadar gula darah. Ketika Anda tidak memiliki cukup insulin atau tubuh Anda tidak meresponsnya dengan baik, kadar gula darah Anda meningkat.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan resistensi insulin meliputi:

  • Genetika.
  • Kelebihan lemak tubuh, terutama di perut dan sekitar organ (lemak visceral).
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Mengonsumsi makanan olahan tinggi karbohidrat dan lemak jenuh secara sering.
  • Obat tertentu, seperti penggunaan steroid jangka panjang.
  • Gangguan hormonal, seperti hipotiroidisme dan sindrom Cushing.
  • Stres kronis dan kurang tidur berkualitas.
  • Apa saja faktor risiko prediabetes?

Faktor risiko prediabetes meliputi:

  • Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2 (orang tua atau saudara).
  • Kelebihan berat badan atau obesitas (BMI lebih dari 25).
  • Kurang aktif secara fisik (kurang dari tiga kali seminggu).
  • Usia 45 tahun atau lebih.
  • Merokok.
  • Sleep apnea obstruktif.
  • Pernah mengalami diabetes gestasional.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS).
ilustrasi prediabetes (freepik.com/xb100)
ilustrasi prediabetes (freepik.com/xb100)

Tangani Prediabetes dengan Gaya Hidup dan Pola Makan Sehat

Untuk bisa terhindari dari diabetes tipe 2 di masa depan, penyandang prediabetes perlu mengubah gaya hidup dan pola makan menjadi lebih sehat. Terkait hal ini, dr. Witri Ardini, M.Gizi, SpGK., dari Program Doktor Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) telah melakukan penelitian terkait diet spesifik untuk penyandang prediabetes yang disesuaikan dengan faktor genetik.

Dalam penelitiannya, dr. Witri mengembangkan rekomendasi diet khusus untuk mencegah perkembangan prediabetes menjadi diabetes berdasarkan analisis interaksi asupan zat gizi masyarakat Indonesia terhadap delapan varian genetik yang terkait dengan resistensi insulin, komposisi tubuh, dan preferensi makanan.

Melansir laman Universitas Indonesia, dr. Witri melakukan penelitian terhadap 193 penyandang prediabetes dan 376 orang sehat berusia 20-55 tahun. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna antara variasi genetik LEPR rs1137101 (SNP yang menyandi reseptor leptin) dan GCKR rs780094 (SNP yang menyandi protein pengatur metabolisme glukosa) dengan prediabetes. Artinya, varian tertentu pada kedua SNP ini meningkatkan risiko seseorang mengalami prediabetes.

Analisis asupan zat gizi subjek penelitian menunjukkan bahwa penyandang prediabetes memiliki pola asupan zat gizi berisiko tinggi, seperti kelebihan asupan energi, proporsi karbohidrat, lemak, dan asam lemak jenuh yang lebih tinggi, serta asupan serat yang lebih rendah. Skor DII (Dietary Inflammatory Index) mereka juga lebih tinggi, yang menunjukkan potensi pola makan terhadap inflamasi. Interaksi antara varian genetik berisiko dengan pola asupan zat gizi yang berisiko meningkatkan risiko progresivitas prediabetes.

“Dengan demikian, untuk mencegah perkembangan prediabetes menjadi diabetes pada individu yang memiliki varian genetik risiko tinggi, diberikan rekomendasi diet yang spesifik yang berbeda dengan individu tanpa varian genetik risiko tinggi. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi diet spesifik untuk 8 varian genetik risiko tinggi prediabetes,” ujar dr. Witri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terapi Penyakit Diabetes Menggunakan Kayu Manis

Terapi Penyakit Diabetes Menggunakan Kayu Manis

News | Minggu, 26 Mei 2024 | 13:28 WIB

Kecap Less Sugar dengan Pemanis Stevia Bisa Jadi Solusi Pengidap Diabetes Agar Tetap Bisa Makan Enak

Kecap Less Sugar dengan Pemanis Stevia Bisa Jadi Solusi Pengidap Diabetes Agar Tetap Bisa Makan Enak

Health | Sabtu, 25 Mei 2024 | 09:05 WIB

Terungkap Ruben Onsu Cuma Tidur Kurang dari 3 Jam Sehari, Ini Sederet Bahaya yang Mengintai

Terungkap Ruben Onsu Cuma Tidur Kurang dari 3 Jam Sehari, Ini Sederet Bahaya yang Mengintai

Lifestyle | Senin, 20 Mei 2024 | 20:29 WIB

Terkini

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB