Strategi Licik Industri Rokok Jerat Generasi Muda: Cantumkan Harga per Batang dan Gandeng Artis Pakai Cara Soft Selling!

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 08 Juni 2024 | 19:15 WIB
Strategi Licik Industri Rokok Jerat Generasi Muda: Cantumkan Harga per Batang dan Gandeng Artis Pakai Cara Soft Selling!
Ilustrasi rokok ketengan. (Pexels/Nataliya Vaitkevich)

Suara.com - Harga rokok ketengan yang murah dan mudah dibeli dengan uang saku pelajar jadi biang kerok lahirnya perokok anak. Kondisi ini diperparah dengan promosi dan iklan rokok yang mencantumkan harga per batang di lingkungan luar sekolah.

Peneliti Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI), Risky Kusuma Hartono, PhD, mengatakan saat ini di Indonesia belum ada larangan promosi dan iklan rokok total.

Apalagi promosi rokok ini juga kerap disematkan di warung kelontong di dalam gang, yang aksesnya sangat mudah dijangkau masyarakat, termasuk anak sekolah.

"Di warung itu mereka memiliki spanduk, ada display produk rokok. Ada yang mencantumkan harga rokoknya," ujar Risky saat dihubungi suara.com baru-baru ini.

Risky juga mengingatkan pencantuman iklan rokok dengan harga, dibanding iklan tanpa harga, efeknya akan sangat jauh berbeda. Apalagi jika harga cenderung lebih murah seperti rokok ketengan, yang akan membuat pelajar tertarik karena uang saku mereka yang terbatas.

"Ingat loh, iklan yang mencantumkan harga berbeda dengan yang tidak mencantumkan harga. Ini bisa dibeli per batang harga murah, itu akan semakin mudah dijangkau anak-anak," ungkap lelaki lulusan S3 doktor University of Cyberjaya, Malaysia itu.

Sehingga, Risky menilai bahwa harus ada aturan pembatasan sponsor dan iklan rokok. Pembatasan ini tidak hanya berlaku di sekitar luar sekolah, tapi juga di segala lini media luar ruang seperti media sosial.

"Jadi memang harus ada regulasi tegas, ada larangan iklan di media, karena anak-anak juga terpapar dari media digital seperti Instagram, acara Live itu di website-website juga masih ada. Bahkan iklan sponsor rokok ini juga memanfaatkan artis atau publik figur dan selebgram itu yang jadi ironi, karena rokok itu memang produk legal tapi tidak normal," terang Risky.

Fakta yang sama juga dipaparkan Project Lead for Tobacco Control di Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), Beladenta Amalia, yang mengungkap akal bulus industri rokok agar bisa menyusup iklan produknya di media sosial saat bekerjasama dengan artis dan influencer.

Perempuan yang akrab disapa Bela itu mencontohkan media sosial seperti Instagram memiliki fitur partner atau sponsorship iklan. Namun karena ada kebijakan di Instagram melarang iklan produk tembakau seperti rokok, hasilnya iklan rokok konvensional atau rokok elektrik dilakukan dengan cara soft selling, dan tidak menggunakan fitur partner atau sponsorship yang sudah dibuat Instagram.

"Jadi tidak serta merta menjadi iklan (rokok), karena mereka (artis dan influencer) menunjukan produk tembakaunya, entah itu rokok elektrik atau konvensional bergaya lifestyle. Jadi kalau nggak ngomong partnership, mungkin nggak akan di-takedown, jadi mereka sudah pakai cara iklan soft selling," papar Bela.

Kondisi serupa juga kerap Bela dapati bersama tim peneliti CISDI lain, bahwa rokok yang dijual di supermarket kerap dipajang di depan dekat kasir. Bahkan, kata Bela, beberapa temuan didapat pods atau rokok elektrik yang dipajang berdekatan dengan permen yang kerap dibeli anak-anak.

"Pods ditaruh berdekatan dengan permen, dengan minuman untuk anak-anak, coklat juga ditaruh di sana, itu gampang banget dilihat anak-anak, jadi daya tarik dan saat melihat ingin mencoba," pungas Bela.

Rokok Ketengan Picu Anak Jadi Perokok

Penelitian terbaru CISDI pada 2023 menemukan mayoritas murid sekolah membeli rokok eceran saat pertama kali mengisap tembakau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prevalensi Perokok Anak Melonjak, Rokok Batangan Jadi Biang Kerok? Peneliti Ungkap Fakta

Prevalensi Perokok Anak Melonjak, Rokok Batangan Jadi Biang Kerok? Peneliti Ungkap Fakta

Health | Sabtu, 08 Juni 2024 | 16:54 WIB

Perokok Anak Usia Pelajar Meningkat, Kemudahan Akses Rokok di Warung dan Pengaruh Lingkungan Jadi Biang Kerok?

Perokok Anak Usia Pelajar Meningkat, Kemudahan Akses Rokok di Warung dan Pengaruh Lingkungan Jadi Biang Kerok?

Health | Jum'at, 07 Juni 2024 | 05:49 WIB

Produk Tembakau Alternatif Punya Potensi Kurangi Risiko Penyakit Terkait Merokok

Produk Tembakau Alternatif Punya Potensi Kurangi Risiko Penyakit Terkait Merokok

Bisnis | Senin, 03 Juni 2024 | 13:38 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB