Keracunan Makanan Obatnya Apa? Berkaca dari Kasus Viral Keracunan Massal Siswa MPLS di Pangandaran

Rifan Aditya | Suara.com

Minggu, 21 Juli 2024 | 19:03 WIB
Keracunan Makanan Obatnya Apa? Berkaca dari Kasus Viral Keracunan Massal Siswa MPLS di Pangandaran
Ilustrasi keracunan makanan - Keracunan Makanan Obatnya Apa? Berkaca dari Kasus Viral Keracunan Massal Siswa MPLS di Pangandaran

Suara.com - Konsumsi makanan bergizi tinggi menjadi hal yang wajib dilakukan setiap orang demi mencukupi kebutuhan nutrisi hariannya. Namun kadang makanan justru dapat membuat seseorang keracunan. Jika terjadi hal tak diinginkan, kita perlu tahu keracunan makanan obatnya apa saja.

Apalagi baru saja terjadi kasus keracunan massal di SMAN 1 Mangunjaya Pangandaran. Kasus ini menimpa cukup banyak korban yaitu siswa. Keracunan massal ini pun tengah diselidiki oleh polisi.

Keracunan Puluhan Siswa

Keracunan yang terjadi di SMA Negeri 1 Mangunjaya ini tengah diselidiki oleh Polres Pangandaran. Beberapa sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah dikumpulkan untuk diteliti lebih jauh terkait pemicu terjadinya keracunan.

Siswa yang mengalami keracunan ini sebelumnya mengkonsumsi nasi kotak yang diberikan pada kegiatan pramuka, pada rangkaian acara MPLS pada hari Kamis, 18 Juli 2024 lalu. Setelah mengkonsumsi nasi kotak ini sejumlah siswa mengaku merasa lemas, panas, dan pusing serta sering buang air besar.

Menurut keterangan beberapa siswa, di dalam nasi kotak terdapat seporsi mi yang telah berlendir, yang turut dikonsumsi dan diduga memicu keracunan ini terjadi.

Keracunan Makanan Obatnya Apa?

Keracunan makanan sendiri dapat dipicu karena berbagai hal, mulai dari makanan yang sudah kadaluarsa, kontaminasi bakteri atau virus di dalam makanan, dan reaksi alergi yang dimiliki seseorang.

Lalu apa obat yang bisa diberikan untuk mengatasi hal ini?

Sebenarnya obat yang bisa diberikan sendiri cukup banyak. Obat-obatan ini dapat berupa resep dari dokter, atau obat yang cukup mudah ditemui secara umum di apotek atau toko terdekat. Obat yang diberikan dokter akan menyesuaikan dengan penyebab keracunan, misalnya obat anti diare, obat anti mual, hingga obat anti nyeri.

Beberapa bahan alami juga dapat membantu mengurangi gejala keracunan makanan yang muncul. Air putih, makanan rendah lemak dan serat, kemudian makanan atau minuman probiotik, hingga beberapa jenis teh seperti teh jahe dan teh peppermint bisa jadi solusi untuk pengobatan awal.

Pada dasarnya, keracunan makanan akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Meski demikian gejala yang muncul tetap harus disikapi dengan bijak sehingga tubuh tidak mengalami gejala atau kondisi yang lebih berat seperti dehidrasi atau sejenisnya karena terlalu banyak mengeluarkan cairan.

Itu tadi sekilas tentang jawaban atas pertanyaan keracunan makanan obatnya apa. Semoga menjadi artikel yang berguna untuk Anda, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya semoga semua agenda berjalan lancar!

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ria Ricis Masuk Rumah Sakit karena Keracunan Makanan, Sikap Moana Bikin Meleleh Sekaligus Haru

Ria Ricis Masuk Rumah Sakit karena Keracunan Makanan, Sikap Moana Bikin Meleleh Sekaligus Haru

Entertainment | Sabtu, 20 Juli 2024 | 21:17 WIB

Cek Fakta: Dr. Zaidul Akbar Promosi Obat Mata Sembuh dalam 7 Hari Tanpa Efek Samping

Cek Fakta: Dr. Zaidul Akbar Promosi Obat Mata Sembuh dalam 7 Hari Tanpa Efek Samping

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 13:04 WIB

8 Obat Kuat Alami agar Tahan Lama di Atas Ranjang

8 Obat Kuat Alami agar Tahan Lama di Atas Ranjang

Health | Kamis, 18 Juli 2024 | 16:26 WIB

Keripik Kentang 18+ Menelan Korban, Belasan Siswa di Jepang Masuk Rumah Sakit

Keripik Kentang 18+ Menelan Korban, Belasan Siswa di Jepang Masuk Rumah Sakit

News | Rabu, 17 Juli 2024 | 11:33 WIB

Ngeri! Pemilik Rumah Tewas Gegara Obat Nyamuk, Tubuhnya Gosong di Kamar Mandi

Ngeri! Pemilik Rumah Tewas Gegara Obat Nyamuk, Tubuhnya Gosong di Kamar Mandi

News | Senin, 15 Juli 2024 | 00:05 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB