Ternyata Tak Sama, Ini Perbedaan Tahu dan Tofu

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 23 Juli 2024 | 14:33 WIB
Ternyata Tak Sama, Ini Perbedaan Tahu dan Tofu
Perbedaan Tahu dan Tofu. (Kolase Freepik)

Suara.com - Dalam bahasa Inggris, tahu disebut sebagai tofu. Namun bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, tofu mengacu pada tahu jepang yang memiliki tesktur lebih lembut dan licin. Lalu, apa perbedaan tahu dan tofu?

Selama ini, masyarakat Indonesia mengenal tahu sebagai bahan makanan bernutrisi yang setara dengan tempe. Sifatnya yang luwes diolah menjadi beragam jenis masakan, membuat tahu begitu mudah ditemui dalam hidangan sehari-hari.

Jika tahu lebih banyak ditemui dalam masakan rumahan, tofu yang juga dikenal sebagai tahu jepang ini lebih banyak ditemui dalam aneka menu restoran, terutama masakan Jepang. Tapi tahukah kamu, meski sama-sama disebut tahu, pada dasarnya tofu berbeda dengan tahu.

Perbedaan Tahu dan Tofu

Mengutip laman The Daily Meal, perbedaan tahu dan tofu yang pertama ada pada kandungan bahan pembuatnya. Tahu seratus persen terbuat dari kedelai, sementara tofu dibuat dari susu kedelai dan telur. Itu sebabnya, tofu tak cocok dikonsumsi oleh vegan lantaran mengandung bahan yang berasal dari hewani.

Perbedaan tahu dan tofu ini juga ditegaskan oleh Senior Teppanyaki Chef, Rojali, saat ditemui dalam acara pembukaan Maison Tatsuya Teppanyaki Aeon Mall Deltamas, Cikarang, Jawa Barat, baru baru ini. Ia mengatakan bahwa berbeda dengan tahu yang terbuat dari kedelai, tofu mengandung telur dan bahan-bahan yang fresh.

"Tahu spesialis teppanyaki, tofu, itu pure telur itu nanti kita buat steam. Nah, steam itu jadi sebuah tahu. Nah, itu dia rasanya bener-bener fresh, pure lembut, beda sama tahu biasa atau tahu kedelai," kata Rojali menjelaskan perbedaan dari cara pembuatannya.

Dilihat dari teksturnya, tofu jauh lebih lembut sehingga lebih mudah hancur saat diolah. Hal inilah yang membuat banyak orang menyebutnya sebagai tahu sutera. Tekstur lembutnya ini karena proses pembuatan tofu tidak melalui pengepresan kedelai sehingga kadar airnya lebih banyak daripada tahu biasa.

Karena perbedaan tekstur dan kandungan air inilah, cara memasak tofu dan tahu biasa berbeda. Tofu bisa diolah menjadi saus atau krim dengan cara diblender atau dihancurkan. Sedangkan tahu yang lebih padat konsistensinya, sering digunakan dalam sup dan semur, atau bahkan digoreng biasa.

Manfaat Tahu dan Tofu

Meski terbuat dari bahan yang berbeda, manfaat tahu dan tofu sama-sama baik untuk kesehatan. Keduanya merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh.

Mengutip dari Hello Sehat, berdasarkan kandungan gizi tahu dan tofu, keduanya memiliki manfaat sebagai berikut:

1. Mengurangi risiko penyakit jantung

Kandungan isoflavon di dalam tahu dan tofu yang berasal dari kedelai memiliki sifat antioksidan yang dapat mengurangi peradangan pada pembuluh darah.

2. Menurunkan risiko kanker payudara

Kandungan fitoestrogen pada kacang kedelai dan produknya memiliki efek antiestrogenik pada jaringan tubuh sehingga dapat menurunkan risiko kanker payudara.

3. Mengurangi risiko kanker prostat

Tidak hanya kanker payudara, mengonsumsi tahu secara rutin juga dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat. Manfaat ini dapat diperoleh karena kandungan fitoestrogen (isoflavon) dalam tahu.

4. Mencegah obesitas

Tahu merupakan salah satu bahan makanan berkalori rendah jika diolah dengan cara yang tepat. Oleh karena itu, olahan kedelai ini cocok dikonsumsi saat sedang berdiet.

5. Mengurangi risiko diabetes tipe 2

Serat di dalam kacang kedelai dan tahu juga dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2. Selain itu, beberapa penelitian menemukan bahwa isoflavon dalam tahu dapat mengontrol kadar gula darah dan mencegah resistensi insulin.

6. Meredakan gejala menopause

Pada wanita, manfaat makan tahu tidak hanya dapat mengurangi risiko kanker payudara, tetapi juga bisa membantu meredakan gejala menopause, seperti hot flashes. Kemungkinan potensi ini berasal dari kandungan fitoestrogen yang ada dalam tahu.

7. Menjaga fungsi otak

Kandungan isoflavon dalam kacang kedelai dan produknya, termasuk tahu, juga memiliki efek positif pada otak, terutama pada fungsi kognitif atau daya ingat.

8. Meningkatkan elastisitas kulit

Khasiat isoflavon atau fitoestrogen dalam tahu juga bisa terlihat pada kulit. Beberapa penelitian menemukan bahwa kandungan isoflavon dapat mengurangi tanda penuaan kulit, seperti keriput dan perubahan warna kulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenikmatan Tahu Campur di Sedati Sidoarjo, Surganya Para Pencinta Tetelan

Kenikmatan Tahu Campur di Sedati Sidoarjo, Surganya Para Pencinta Tetelan

Your Say | Selasa, 11 Juni 2024 | 11:36 WIB

Favorit! Tahu Baxo Ibu Yuni, Pilihan Oleh-Oleh Surabaya Selain Lapis

Favorit! Tahu Baxo Ibu Yuni, Pilihan Oleh-Oleh Surabaya Selain Lapis

Your Say | Sabtu, 01 Juni 2024 | 10:10 WIB

Tahu Jupe Alun-Alun Nganjuk, Super Jumbo dan Super Pedas!

Tahu Jupe Alun-Alun Nganjuk, Super Jumbo dan Super Pedas!

Your Say | Rabu, 08 November 2023 | 08:56 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB