Jangan Abai, Ini Bahaya Mata Kering Pada Anak Akibat Screen Time Berlebihan

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 31 Juli 2024 | 18:18 WIB
Jangan Abai, Ini Bahaya Mata Kering Pada Anak Akibat Screen Time Berlebihan
ilustrasi Bahaya Mata Kering Pada Anak (freepik.com/kamranaydinov)

Suara.com - Banyak orang menganggap remeh dry eye atau mata kering pada anak. Padahal di zaman serba digital saat ini, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena bisa merusak mata anak, dan dampaknya akan lebih sulit ditangani.

Dokter Mata Kering dan Lensa Kontak, JEC Eye Hospitals and Clinics, dr. Niluh Archi S. R., SpM, mengatakan bahwa penyakit mata pada anak yang disebabkan mata kering lebih sulit ditangani dibandingkan orang dewasa.

"Meskipun tidak ada perbedaan mata kering berdasarkan usia, tetapi proses anamnesis (wawancara medis) pada pasien anak lebih sulit ketimbang pasien dewasa. Anak seringkali belum bisa mendeskripsikan keluhan yang dirasakan secara verbal. Ini yang menjadi tantangan," ujar dr. Niluh dalam acara Bulan Peringatan Mata Kering, sekaligus Hari Anak Nasional oleh JEC Dry Eye Service yang digelar secara virtual, Selasa (31/7/2024).

Mata kering alias sindrom mata kering, adalah kelainan multifaktorial dari tear film yang menimbulkan gejala berupa rasa tidak nyaman, nyeri, mengganjal, dan mudah iritasi. Ini adalah gangguan penglihatan dan ketidakstabilan lapisan air mata dengan potensi kerusakan di permukaan mata atau kornea.

Mirisnya, kata dr. Niluh, mata kering pada anak diperparah dengan screen time atau waktu untuk menatap layar yang berlebihan. Tak main-main, laporan revealing average screen time statistics oleh Backlinko menemukan rerata screen time masyarakat Indonesia mencapai 7 jam 38 menit per hari. 

Padahal berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak di bawah 1 tahun dilarang menatap layar gawai. Anak usia 1 hingga 3 tahun, screentime tidak boleh lebih dari 1 jam, namun dengan beberapa catatan khusus batita 1-2 tahun hanya boleh menatap layar yang berupa video chatting (untuk berkomunikasi).

Bagi anak usia 3 hingga 6 tahun (pra-sekolah), waktu screen time maksimal adalah satu jam per hari, dan semakin singkat semakin baik. Untuk anak usia 6 hingga 12 tahun (masa sekolah), screen time yang disarankan adalah maksimal 90 menit per hari. Dan untuk anak usia sekolah 12 hingga 18 tahun (sekolah menengah), waktu screen time tidak lebih dari 2 jam per hari.

Dr. Niluh mengatakan, screen time yang berlebih dapat memengaruhi dinamika berkedip anak, seperti berkurangnya frekuensi dan kelengkapan berkedip. Kondisi ini dapat meningkatkan kekeringan permukaan mata yang seiring waktu berpotensi memulai siklus mata kering.

Kalau mata kering pada anak sudah terjadi, maka akan sangat mengganggu aktivitas mereka, karena rasanya seperti mengganjal, sering merah, berair, terasa kering, sensasi berpasir, muncul kotoran, terasa lengket, serta kerap mengucek mata. 

“Di sini kepekaan orang tua sangatlah krusial! Orang tua harus tanggap dan kritis jika mendapati anak mulai menunjukkan gejala-gejala mata kering. Termasuk segera memeriksakan ke dokter mata. Lebih dari itu, orang tua harus tegas memberlakukan batasan screen time kepada anak. Dengan disiplin menjalankan screen time yang bijak, harapannya anak bisa terhindar dari risiko mata kering," pungkas Dr. Niluh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya! Mata Kering Picu Kebutaan? Ini Penjelasan Dokter

Bahaya! Mata Kering Picu Kebutaan? Ini Penjelasan Dokter

Health | Rabu, 31 Juli 2024 | 08:05 WIB

Tips Menjaga Penglihatan Anak dari Dampak Penggunaan Gadget yang Berlebihan

Tips Menjaga Penglihatan Anak dari Dampak Penggunaan Gadget yang Berlebihan

Health | Senin, 10 Juni 2024 | 16:25 WIB

Inovasi Lensa Kacamata yang Bisa Menahan Laju Mata Minus Anak

Inovasi Lensa Kacamata yang Bisa Menahan Laju Mata Minus Anak

Health | Minggu, 26 Mei 2024 | 12:48 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB