Berkaca Kasus Cut Intan Nabila dan Armor Toreador, 7 Dampak Fatal KDRT di Depan Anak

Rifan Aditya

Sabtu, 24 Agustus 2024 | 13:10 WIB
Berkaca Kasus Cut Intan Nabila dan Armor Toreador, 7 Dampak Fatal KDRT di Depan Anak
Dampak KDRT di Depan Anak (Freepik)

Suara.com - Berkaca pada kasus kekerasan yang dialami Cut Intan Nabila oleh sang suami, Armor Toreador ternyata ada dampak fatal pada anak. Pasalnya tindakan KDRT yang keji itu terlihat sang anak. Lantas apa dampak KDRT di depan anak?

Cut Intan Nabila kembali mengungkap rekaman CCTV yang menunjukkan kekerasan brutal yang dilakukan oleh Armor Toreador, terhadap dirinya. Dalam rekaman tersebut, terlihat dengan jelas bagaimana Armor mencekik dan memukul wajah Cut Intan di depan anak.

Dalam keterangan yang disertakan pada unggahannya, Cut Intan menyatakan bahwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini telah terjadi lebih dari lima kali. Rekaman CCTV tersebut diambil pada Februari 2022.

Cut Intan memutuskan untuk membagikan rekaman ini setelah munculnya pernyataan dari kuasa hukum Armor yang menyarankan agar dilakukan restorative justice demi mencapai perdamaian.

Pihak kuasa hukum Armor mengusulkan perdamaian dengan alasan kepentingan anak-anak. Namun, Cut Intan menolak tawaran tersebut dan meminta agar pihak berwenang tetap menjalankan proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

Lantas bagaimana dampak yang ditimbulkan pada anak setelah menyaksikan langsung KDRT? yuk, simak ulasan berikut hingga selesai.

Dampak KDRT di Depan Anak

Anak-anak yang terpapar kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bisa menghadapi berbagai tantangan. KDRT sendiri memiliki banyak bentuk, mulai dari pertengkaran, teriakan, pengendalian perilaku, intimidasi, hingga ancaman pembunuhan, penggunaan senjata, dan cedera serius.

Dampak KDRT pada anak-anak dapat segera terlihat, dan beberapa efek negatif lainnya mungkin baru muncul dalam jangka panjang. Anak-anak yang secara langsung menyaksikan kekerasan ini dapat mengalami beberapa masalah berikut:

baca juga

1. Kecemasan  

Anak-anak sering kali merasa gelisah ketika mereka menyaksikan salah satu orang tua dilecehkan oleh yang lainnya. Mereka hidup dalam ketakutan akan serangan fisik atau verbal yang mungkin terjadi di rumah mereka.

Ketakutan ini dapat berkembang menjadi kecemasan yang terus-menerus. Anak-anak pra-sekolah yang melihat KDRT mungkin kembali menunjukkan perilaku yang lebih muda, seperti mengisap jempol, mengompol, atau sering menangis.

2. Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD)  

Gangguan stres pascatrauma (PTSD) adalah kondisi yang dapat muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis. Anak-anak yang menjadi saksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berisiko mengalami PTSD, bahkan jika mereka tidak secara langsung menjadi korban kekerasan fisik.

Dampak trauma akibat KDRT dapat menyebabkan perubahan yang merugikan pada perkembangan otak anak-anak, seperti mengalami mimpi buruk, gangguan tidur, dan kesulitan dalam berkonsentrasi. Selain itu, efek jangka panjang dari trauma ini juga dapat mempengaruhi kesehatan mental dan emosional mereka di kemudian hari.

3. Masalah Fisik  

Selain kesehatan mental, KDRT juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik anak-anak. Anak-anak usia sekolah mungkin mengalami sakit kepala dan sakit perut akibat situasi tegang di rumah. Bayi yang terus-menerus dianiaya berisiko lebih tinggi mengalami cedera fisik.

4. Perilaku Agresif  

Remaja yang menyaksikan KDRT sering kali bereaksi terhadap situasi tersebut dengan menjadi agresif. Mereka mungkin terlibat dalam perkelahian, bolos sekolah, atau terlibat dalam aktivitas berisiko seperti penyalahgunaan narkoba dan alkohol.

5. Pelecehan Fisik  

Anak-anak yang tumbuh di lingkungan keluarga dengan kekerasan sering kali menjadi korban langsung. Pasangan yang kasar bisa dengan mudah menjadi orang tua yang kasar, yang merugikan anak-anak secara fisik, verbal, dan emosional.

6. Depresi  

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan beracun dan penuh kekerasan berisiko tinggi mengalami depresi di masa dewasa. Trauma menyaksikan KDRT dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, kesedihan mendalam, dan gejala depresi lainnya.

7. Masalah Kesehatan  

Penyakit seperti jantung, obesitas, dan diabetes di masa dewasa mungkin tidak selalu disebabkan oleh pola makan buruk atau faktor lingkungan, tetapi bisa juga terkait dengan pelecehan fisik, emosional, dan verbal yang dialami atau disaksikan anak-anak saat masih kecil.

Paparan KDRT sejak dini bisa mempengaruhi perkembangan psikologis dan fisik anak-anak, sehingga penting untuk memberikan perlindungan dan dukungan yang mereka butuhkan agar bisa tumbuh dengan sehat dan bahagia.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cut Intan Unggah Video KDRT Lagi, Bagaimana Cara Menyembuhkan Trauma?

Cut Intan Unggah Video KDRT Lagi, Bagaimana Cara Menyembuhkan Trauma?

Health | Jum'at, 23 Agustus 2024 | 14:28 WIB

Cut Intan Nabila Unggah Video KDRT Lagi, Disiksa Secara Brutal Depan Anak

Cut Intan Nabila Unggah Video KDRT Lagi, Disiksa Secara Brutal Depan Anak

Entertainment | Kamis, 22 Agustus 2024 | 12:17 WIB

Siapa Shahnaz Anindya? Sosok Selebgram yang Laporkan Presenter Altaf Vicko Atas Dugaan KDRT

Siapa Shahnaz Anindya? Sosok Selebgram yang Laporkan Presenter Altaf Vicko Atas Dugaan KDRT

Lifestyle | Rabu, 21 Agustus 2024 | 17:04 WIB

Profil dan Pendidikan Altaf Vicko, Presenter yang Jadi Tersangka KDRT Terhadap Istri

Profil dan Pendidikan Altaf Vicko, Presenter yang Jadi Tersangka KDRT Terhadap Istri

Lifestyle | Selasa, 20 Agustus 2024 | 11:58 WIB

Anak Bungsu Cut Intan Nabila Terkena Dampak KDRT, Harus Bolak-Balik Rumah Sakit

Anak Bungsu Cut Intan Nabila Terkena Dampak KDRT, Harus Bolak-Balik Rumah Sakit

Video | Selasa, 20 Agustus 2024 | 11:05 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×