Luruskan Hoax MSG alias Micin yang Disebut Bahayakan Kesehatan, Apa Kata Pakar Gizi?

Ririn Indriani Suara.Com
Jum'at, 30 Agustus 2024 | 08:10 WIB
Luruskan Hoax MSG alias Micin yang Disebut Bahayakan Kesehatan, Apa Kata Pakar Gizi?
ilustrasi MSG alias micin. (freepik.com)

Suara.com - Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa Monosodium Glutamat (MSG) atau micin, dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan seperti pemicu terjadinya kelebihan berat badan (obesitas), kanker, hingga disebut sebagai penyebab kebodohan.

Padahal, Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) menyatakan bahwa MSG sebagai bahan tambahan pangan (BTP) kategori penguat rasa telah diizinkan penggunaannya di Indonesia dan diatur melalui Permenkes No. 033 Tahun 2012.

Selain itu, lembaga skala internasional yang mengkaji risiko penggunaan BTP seperti JECFA (Joint Expert Committee on Food Additive) juga menyatakan bahwa penggunaan MSG termasuk dalam kategori ADI (acceptable daily intake) atau asupan harian yang dapat diterima) sebagai not specified, yang berarti penggunaannya tidak dibatasi atau boleh dikonsumsi secukupnya.

Lantas, apakah benar anggapan negatif soal MSG yang beredar di masyarakat? Menurut ahli gizi klinik dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K, MSG yang digunakan secukupnya sangat aman dikonsumsi, bahkan sebenarnya penggunaannya dalam makanan memiliki beberapa manfaat seperti membantu meningkatkan nafsu makan sehingga asupan gizi seimbang bisa lebih terpenuhi, selain itu juga sebagai strategi diet rendah garam.

“Kandungan MSG itu terdiri atas 78% glutamat, 12% natrium, dan 10% air, kadar natrium (garam) yang terdapat dalam MSG itu hanya 1/3 dari kadar natrium garam dapur biasa, sehingga pada masakan, yang diberi sedikit MSG, kita dapat mengurangi asupan natrium (garam), namun cita rasa makanan hasil masakan kita tetap terjaga kelezatannya,” ungkapnya di acara talkshow bertajuk MSG (Mbahas Seputar Gizi) yang digelar oleh Asosiasi Persatuan Pabrik Monosodium Glutamat & Asam Glutamat (P2MI) di Jakarta, Rabu (28/8/2024).

Seperti diketahui, kelebihan asupan garam dapat berpotensi meningkatkan resiko hipertensi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi adalah faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan stroke.

Oleh karena itu, kata dr. Yohan, penting untuk selalu mengontrol asupan garam harian. Nah, hal mudah yang bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaan garam dalam makanan harian yang dikonsumsi.

“Sebagai konsumen, kita juga perlu pintar dalam memilih makanan atau kudapan dalam kemasan yang terdapat hidden salt. Oleh karena itu, kita perlu menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu mengecek label nutrition facts di balik kemasan,” lanjutnya.

Dengan digelarnya talkshow tersebut Ketua Asosiasi P2MI, Satria Pinandita berharap masyarakat mendapat informasi lengkap dan benar mengenai fakta terkait MSG. Selain itu, tambah dia, masyarakat terdorong pula untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan mengontrol asupan gula, garam, lemak (GGL), sebagaimana yang dianjurkan juga oleh Kemenkes RI.

Baca Juga: 5 Manfaat Micin untuk Tanaman yang Kerap Tidak Disadari

“Edukasi mengenai keamanan MSG kepada masyarakat juga turut digaungkan oleh para anggota kami di P2MI melalui berbagai aktivitas sehingga masyarakat tidak lagi merasa takut dalam menggunakan MSG,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI