Pengobatan Kanker dengan Terapi Gen: Inovasi Masa Depan

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah | Suara.com

Rabu, 13 November 2024 | 11:00 WIB
Pengobatan Kanker dengan Terapi Gen: Inovasi Masa Depan
Ilustrasi sel kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti di dunia, karena penyebarannya yang cepat dan tingkat kematian yang tinggi.

Meskipun berbagai metode pengobatan seperti kemoterapi, radiasi, dan operasi sudah ada, inovasi terus dilakukan untuk mencari cara yang lebih efektif dan minim efek samping.

Salah satu metode pengobatan terbaru yang sedang dikembangkan adalah terapi gen. Terapi gen menawarkan harapan baru dengan mengubah DNA sel kanker atau meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam mengenali dan menghancurkan sel kanker.

Terapi gen bertujuan untuk mengubah gen di dalam sel tubuh, terutama yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sel kanker. Teknologi ini bisa menghambat pertumbuhan sel kanker atau bahkan menghancurkannya secara langsung dengan memodifikasi gen yang salah di dalam tubuh.

Tidak hanya itu, terapi gen juga berfokus pada penguatan sistem kekebalan tubuh agar lebih efektif dalam melawan kanker. Proses ini dapat dilakukan dengan mengedit gen yang berperan dalam pertumbuhan kanker atau memperkenalkan gen baru yang dapat membantu tubuh mengenali dan menghancurkan sel kanker dengan lebih efisien.

Menurut Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Bengkayang, terapi gen merupakan salah satu inovasi penting dalam dunia medis.

Dalam situs mereka, pafibengkayang.org, dijelaskan bahwa terapi gen memberikan harapan baru bagi pasien kanker yang sebelumnya memiliki opsi pengobatan terbatas. Terapi ini bekerja dengan mengedit DNA di dalam tubuh untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker, atau meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan membunuh sel kanker secara alami.

Salah satu cara terapi gen bekerja adalah dengan memperbaiki gen yang bermutasi dan menyebabkan kanker. Dalam kasus kanker, sering kali terdapat mutasi gen yang membuat sel-sel tubuh tumbuh dan membelah secara tidak terkendali.

Terapi gen bertujuan untuk memperbaiki atau mengganti gen yang rusak tersebut dengan gen yang normal. Dengan cara ini, pertumbuhan sel kanker bisa dihentikan atau setidaknya diperlambat. Selain itu, terapi gen juga dapat memperkenalkan gen baru yang memproduksi protein yang bisa menghancurkan sel kanker atau mempersulit mereka untuk bertahan hidup di dalam tubuh.

Selain pengubahan langsung pada sel kanker, terapi gen juga dapat memodifikasi sel-sel sistem kekebalan tubuh agar lebih efektif dalam menyerang kanker. Ini dilakukan dengan memodifikasi gen yang ada di dalam sel-sel imun, seperti sel T, sehingga mereka lebih mudah mengenali sel kanker sebagai ancaman dan menyerangnya.

Pendekatan ini telah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan dalam pengobatan beberapa jenis kanker, seperti leukemia dan limfoma.

Meskipun terapi gen memberikan harapan besar, tantangan tetap ada. Proses pengeditan gen yang presisi sangatlah rumit dan membutuhkan teknologi yang canggih.

Selain itu, pengobatan ini harus diuji lebih lanjut untuk memastikan keamanannya, karena risiko efek samping dan perubahan yang tidak diinginkan dalam DNA selalu ada. Namun, dengan perkembangan teknologi yang pesat, terapi gen diperkirakan akan menjadi salah satu metode pengobatan kanker yang efektif di masa depan.

Secara keseluruhan, terapi gen memberikan harapan baru bagi dunia medis dalam menghadapi kanker. Dengan pendekatan yang memodifikasi gen dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, terapi ini berpotensi menjadi salah satu terobosan terbesar dalam pengobatan kanker modern.

Meski masih dalam tahap pengembangan dan pengujian lebih lanjut, hasil awal dari terapi gen sangatlah menjanjikan.

Sebagai pasien atau keluarga pasien kanker, mengetahui perkembangan seperti ini sangat penting, karena dapat membuka opsi pengobatan yang lebih baik di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komunitas GERKATIN DIY: Perjuangan Inklusi dan Kesehatan Mental Teman Tuli

Komunitas GERKATIN DIY: Perjuangan Inklusi dan Kesehatan Mental Teman Tuli

Your Say | Rabu, 13 November 2024 | 07:55 WIB

Berobat di Luar Negeri? Kini Tak Perlu! Telerobotik Hadirkan Operasi Canggih di Indonesia

Berobat di Luar Negeri? Kini Tak Perlu! Telerobotik Hadirkan Operasi Canggih di Indonesia

Tekno | Selasa, 12 November 2024 | 18:06 WIB

Ulasan Buku It Didn't Start With You: Mengeksplorasi Trauma Lintas Generasi

Ulasan Buku It Didn't Start With You: Mengeksplorasi Trauma Lintas Generasi

Your Say | Selasa, 12 November 2024 | 17:49 WIB

Sejarah dan Makna di Balik Logo Peringatan Hari Kesehatan Nasional

Sejarah dan Makna di Balik Logo Peringatan Hari Kesehatan Nasional

Lifestyle | Selasa, 12 November 2024 | 17:30 WIB

30 Link Twibbon Hari Kesehatan Nasional 2024, Download Gratis Tema Gerak Bersama, Sehat Bersama!

30 Link Twibbon Hari Kesehatan Nasional 2024, Download Gratis Tema Gerak Bersama, Sehat Bersama!

Lifestyle | Selasa, 12 November 2024 | 14:57 WIB

Download Gratis! 20+ Link Twibbon Hari Kesehatan Nasional 2024

Download Gratis! 20+ Link Twibbon Hari Kesehatan Nasional 2024

Health | Selasa, 12 November 2024 | 13:26 WIB

Terkini

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB