Awas! Infeksi Jamur Ginjal Bisa Ancam Fungsi Ginjal, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

Riki Chandra Suara.Com
Kamis, 28 November 2024 | 16:01 WIB
Awas! Infeksi Jamur Ginjal Bisa Ancam Fungsi Ginjal, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya
Ilustrasi pemeriksaan sakit ginjal (pixabay)

Suara.com - Jamur ginjal bisa menjadi masalah kesehatan serius yang menimbulkan rasa sakit dan dapat mengancam fungsi ginjal jika tidak ditangani dengan tepat.

Infeksi jamur pada ginjal atau saluran kemih ini biasanya disebabkan oleh jamur seperti candida, aspergillus, blastomyces, dan cryptococcus.

Menurut dokter ahli nefrologi, gejala dan penyebab infeksi jamur ginjal perlu diwaspadai agar dapat ditangani lebih dini.

Dr. Ayan Kumar Dey, konsultan nefrologi dari Rumah Sakit PD Hinduja dan MRC di India, menjelaskan bahwa ginjal dapat terinfeksi jamur ginjal melalui berbagai cara. Salah satu yang paling umum adalah penyebaran infeksi jamur melalui aliran darah dari bagian tubuh lain, seperti paru-paru.

"Namun, ada kemungkinan infeksi jamur ginjal langsung menyerang ginjal, yang menyebabkan berbagai gejala," jelas Ayan Kumar Dey, Kamis (28/11/2024).

Gejala umum dari jamur ginjal antara lain rasa terbakar saat buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, serta nyeri di perut bagian bawah. Selain itu, darah dalam urine juga bisa menjadi tanda adanya infeksi jamur ginjal.

Dokter Dey menekankan bahwa penting bagi pasien untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan korelasi klinis dari dokter untuk mengkonfirmasi adanya infeksi.

Meski keberadaan jamur dalam urine tidak selalu memerlukan pengobatan, pasien dengan faktor risiko tertentu, seperti yang memiliki ginjal yang ditransplantasikan atau memerlukan prosedur urologi, akan membutuhkan perawatan antijamur.

Dokter Ayan menegaskan bahwa diagnosis dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mengatasi infeksi jamur ginjal. Penting untuk melakukan tindak lanjut dengan dokter secara teratur guna mengatasi jamur ginjal.

Diagnosis yang tepat dan pengobatan yang konsisten akan membantu mencegah komplikasi, seperti infeksi berulang yang bisa semakin memperburuk kondisi ginjal.

Dokter Dey menambahkan bahwa kolaborasi antara nefrolog dan dokter spesialis penyakit menular sangat diperlukan untuk memastikan perawatan yang menyeluruh. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI