Pakar Saran Makan Bergizi Gratis Dibarengi Guru Dongeng Cerita Rakyat, Ini Manfaatnya

Yasinta Rahmawati | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 24 Desember 2024 | 08:34 WIB
Pakar Saran Makan Bergizi Gratis Dibarengi Guru Dongeng Cerita Rakyat, Ini Manfaatnya
Ilustrasi anak makan bekalnya [Pexels/Katerina Holmes]

Suara.com - Program makan bergizi gratis tidak hanya jadi ajang memperbaiki status nutrisi anak Indonesia, tapi juga bisa digunakan untuk menanamkan nilai budaya dengan cara menceritakan dongeng di sekolah.

Saran ini diberikan Ketua Umum Indonesian Gastronomy Community (IGC), Ria Musiawan yang berharap cerita rakyat turun menurun alias folklor bisa kembali digalakan dan disebarkan kepada anak di masa kini.

Apalagi Indonesia memiliki beragam folklor yang melegenda seperti Timun Mas, Keong Mas, Sangkuriang, Malin Kundang dan masih banyak lagi yang di dalamnya sarat pesan dan nilai budaya untuk anak Indonesia.

"Folklor dianggap tidak relevan lagi, dan mereka kerap mencontoh apa yang dibuat oleh gurunya, mereka ingin real. Tetapi folklor adalah budaya rakyat, cerita rakyat yang turun temurun. Selain itu ada juga Dewi Sri, Timun Mas dan sebagainya, itu local wisdom yang mau kita perkenalkan lagi kepada anak-anak," ujar Ria dalam acara Program Edukasi Pendidikan Karakter Berorientasi Gastronomi Indonesia di Jakarta, Sabtu (14/12/2024).

Bukan cuma itu kata Ria, program makan bergizi gratis juga sebaiknya dijadikan kesempatan untuk mengajarkan pentingnya menghabiskan makanan. Sehingga nantinya, anak Indonesia tidak menciptakan food waste alias sampah makanan sehingga makanan yang diberikan pemerintah bisa habis tak tersisa.

Ketua Umum IGC, Ria Musiawan dalam acara Edukasi Pendidikan Karakter Berorientasi Gastronomi Indonesia di Jakarta, Sabtu (14/12/2024). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Ketua Umum IGC, Ria Musiawan dalam acara Edukasi Pendidikan Karakter Berorientasi Gastronomi Indonesia di Jakarta, Sabtu (14/12/2024). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Namun alih-alih mengajarkan dengan cara kaku dan bahasa yang berat, menyampaikan dengan pendekatan folklor atau cerita rakyat bisa jadi solusi, khususnya pada anak Sekolag Dasar (SD).

"Jadi dari sisi gastronomi ingin pertama tadi ada food save, disinggung makanan kalau bisa tidak bersisa. Itu juga sebenarnya sudah menjadi nilai budaya kita turun menurun," paparnya.

"Seperti ada yang bilang dulu kita ada cerita nanti kalau nggak habis makanannya nangis loh, itu kan sebenarnya adalah cerita rakyat yang turun temurun, sudah diceritakan orangtua kita, nenek kita," sambung Ria.

Hal senada juga disampaikan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Veronica Tan yang mengatakan pendidikan karakter anak Indonesia tidak hanya bisa dilihat dari pelajaran semata, tapi juga kegiatan lain seperti kegiatan makan bersama dibarengi dengan gizi seimbang, baik di rumah maupun di sekolah.

"Pada prinsipnya, ibu harus tahu apakah dia mampu mengurus anaknya, karena pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Maka ibu tidak bisa hanya melahirkan saja, namun memahami bahwa dia bisa menjadikan anak yang berguna bagi bangsa," ungkap Veronica.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pembina IGC, Prof Nila Moeloek mengatakan program makan bergizi gratis ini bisa digunakan untuk membuat sumber daya manusia (SDM) Indonesia lebih berkualitas, karena pendidikan karakter generasi penerus bangsa bisa dimulai dari meja makan termasuk saat di sekolah.

”Anak yang dibangun hari ini akan menjadi fondasi dari bangsa yang kuat di masa depan. Dengan makan di meja sekolah, anak-anak belajar tentang disiplin, rasa hormat dan kerjasama dalam membangun solidaritas," jelas Prof. Nila.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Budget Rp10.000! Daun Kelor Jadi Opsi Menu Program Makan Bergizi Gratis

Budget Rp10.000! Daun Kelor Jadi Opsi Menu Program Makan Bergizi Gratis

Bisnis | Senin, 23 Desember 2024 | 22:25 WIB

Cak Imin Ingin Program Makan Bergizi Juga Bisa Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Cak Imin Ingin Program Makan Bergizi Juga Bisa Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

News | Jum'at, 20 Desember 2024 | 20:36 WIB

Nutrisi Sehat untuk Anak: Simulasi Program Makanan Bergizi Gratis di Langowan dan Bitung

Nutrisi Sehat untuk Anak: Simulasi Program Makanan Bergizi Gratis di Langowan dan Bitung

Lifestyle | Selasa, 17 Desember 2024 | 20:38 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB