Kenali Penyebab Serangan Jantung, IDI Kota Bekasi Berikan Solusi Pengobatan

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah | Suara.com

Senin, 30 Desember 2024 | 13:50 WIB
Kenali Penyebab Serangan Jantung, IDI Kota Bekasi Berikan Solusi Pengobatan
Ilustrasi sakit jantung. (Freepik)

Faktor terakhir adalah serangan jantung dapat terjadi karena faktor genetik. Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung meningkatkan risiko individu untuk mengalami serangan jantung.

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk mengatasi gejala serangan jantung?

IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Bekasi telah merangkum beberapa obat yang bisa mengatasi gejala dan mengurangi penyakit jantung. Untuk mengatasi gejala serangan jantung, beberapa obat yang direkomendasikan meliputi:

1. Aspirin

Obat pertama yang direkomendasikan adalah aspirin. Obat ini termasuk dalam golongan antiplatelet yang berfungsi untuk mencegah pembekuan darah. Aspirin membantu mengurangi risiko terbentuknya gumpalan darah yang dapat menyumbat arteri koroner. Obat ini dapat di berikan dokter dalam dosis 81-325 mg, tergantung pada kondisi pasien.

2. Nitrogliserin

Nitrogliserin, obat yang meredakan nyeri dada atau angina, bekerja sama dengan aspirin untuk mengatasi serangan jantung dengan melebarkan pembuluh darah, meningkatkan aliran darah ke jantung.

3. ACE Inhibitor

ACE Inhibitors (misalnya Enalapril): Mengatur tekanan darah dan mengurangi stres pada jantung, membantu meredakan gejala serangan jantung.

4. Beta Blocker

Beta Blocker adalah obat yang membuat otot jantung menjadi lebih rileks, memperlambat detak jantung, dan mengurangi tekanan darah, sehingga kerja jantung menjadi lebih mudah.

5. Statins

Obat ini dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, membantu mencegah serangan jantung di masa depan. Dosisnya biasanya 10-80 mg per hari tergantung pada kebutuhan individu.

Pengobatan serangan jantung harus dilakukan di bawah pengawasan dokter, dan penting untuk segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala serangan jantung. Penanganan yang cepat dapat menyelamatkan nyawa dan meminimalkan kerusakan pada otot jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Melewatkan Waktu Makan Saat Bekerja, Bisa Picu Jantung hingga Stroke!

Bahaya Melewatkan Waktu Makan Saat Bekerja, Bisa Picu Jantung hingga Stroke!

Health | Senin, 30 Desember 2024 | 13:49 WIB

Kenali Penyebab Osteoporosis, IDI Bogor Bagikan Solusi Pengobatan

Kenali Penyebab Osteoporosis, IDI Bogor Bagikan Solusi Pengobatan

Health | Senin, 30 Desember 2024 | 13:47 WIB

Kenali Penyakit Gonore, IDI Banjar Bagikan Solusi Pengobatan

Kenali Penyakit Gonore, IDI Banjar Bagikan Solusi Pengobatan

Health | Senin, 30 Desember 2024 | 13:43 WIB

Kenali Penyebab Mastitis, IDI Bandung Barat Berikan Solusi Pengobatan

Kenali Penyebab Mastitis, IDI Bandung Barat Berikan Solusi Pengobatan

Health | Senin, 30 Desember 2024 | 13:36 WIB

Heboh Harvey Moeis dan Sandra Dewi Dapat Bansos Kesehatan, Aturan PBI BPJS Jakarta Direvisi

Heboh Harvey Moeis dan Sandra Dewi Dapat Bansos Kesehatan, Aturan PBI BPJS Jakarta Direvisi

News | Senin, 30 Desember 2024 | 12:43 WIB

Wajib Tahu, Ini Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin

Wajib Tahu, Ini Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin

Health | Senin, 30 Desember 2024 | 10:31 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB