Sudah Masuk Indonesia, Kenali Ciri Infeksi HMPV yang Perlu Diwaspadai!

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 07 Januari 2025 | 09:17 WIB
Sudah Masuk Indonesia, Kenali Ciri Infeksi HMPV yang Perlu Diwaspadai!
Ilustrasi Tes HMPV - Ciri Infeksi HMPV (Unsplash)

Suara.com - Virus Human Metapneumovirus (HMPV) baru-baru ini menjadi sorotan setelah dilaporkan muncul di beberapa negara, termasuk Indonesia. Meski demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk tetap tenang, karena HMPV bukanlah virus baru dan sudah lama dikenal dalam dunia medis.

Menurut Menkes, virus HMPV sudah terdeteksi di Indonesia sejak lama. "HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia. Kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV," ujar Menkes di Jakarta, Senin (6/1), melansir Sehatnegeriku.

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa virus ini berbeda dengan COVID-19. Jika COVID-19 merupakan virus baru yang sempat mengejutkan dunia, HMPV adalah virus lama yang pertama kali ditemukan pada tahun 2001. Virus ini telah menyebar secara global dan memiliki karakteristik mirip dengan flu biasa.

"Berbeda dengan COVID-19 yang baru muncul beberapa tahun lalu, HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001 dan telah beredar ke seluruh dunia sejak saat itu. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa," jelas Menkes.

Apa Itu Infeksi HMPV?

Dilansir dari berbagai sumber, human metapneumovirus (HMPV) merupakan virus yang biasanya menimbulkan gejala penyakit seperti flu biasa. Berdasarkan penlitian, virus ini kerap kali menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas, namun terkadang bisa juga membuat infeksi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia, kambuhnya asma maupun memperparah penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Infeksi HMPV ini sendiri lebih sering terjadi di musim dingin dan awal musim semi. Banyak orang yang tertular HMPV sebelum mereka berusia 5 tahun. Akan tetapi, kemungkinan besar seseorang bisa tertular HMPV lagi, dengan gejala yang lebih ringan usai infeksi pertama.

Berdasarkan penelitian dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, HMPV tergolong virus RNA dan diklasifikasikan dalam genus Metapneumovirus. Virus satu ini pertama kali dideteksi di Belanda pada tahun 2001 silan. Namun, menurut studi serologis antibodi menunjukkan bahwa virus ini sudah beredar setidaknya 50 tahun lalu.

Menurut pengamatan, para peneliti memperkirakan jika sekitar 10% hingga 12% penyakit pernapasan pada anak-anak disebabkan karena terjangkit infeksi HMPV. Meski sebagian besar kasusnya ringan, namun sekitar 5% sampai 16% anak-anak dapat mengalami infeksi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia.

Apakah human metapneumovirus hanya flu biasa?

HMPV sering menimbulkan gejala yang mirip dengan flu biasa, akan tetapi beberapa orang akan mengalami gejala yang lebih parah. Terutama bagi orang yang pertama kali terjangkit HMPV, mereka lebih mungkin sakit parah.

Itulah sebabnya anak kecil memiliki risiko lebih besar untuk sakit parah. Sementara, pada orang dewasa berusia di atas 65 tahun dan orang dengan masalah pernapasan atau sistem kekebalan tubuh yang lemah juga dapat mengalami gejala parah.

Apa saja gejala atau ciri infeksi HMPV?

Ciri-ciri orang yang terjangkit infeksu HMPV adalah sebagai berikut:

  • Batuk
  • Demam
  • Hidung berair
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas (dispnea)
  • Ruam

Penyebab infeksi human metapneumovirus

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Pengobatan untuk Infeksi Saluran Kemih dengan Obat Alami yang Bisa Kamu Coba

5 Pengobatan untuk Infeksi Saluran Kemih dengan Obat Alami yang Bisa Kamu Coba

Health | Selasa, 07 Januari 2025 | 07:00 WIB

Awas! Demam Kelinci Meningkat Tajam di AS, Aktivitas Luar Ruangan Berisiko

Awas! Demam Kelinci Meningkat Tajam di AS, Aktivitas Luar Ruangan Berisiko

News | Selasa, 07 Januari 2025 | 06:20 WIB

Kenali Gejala HMPV, Virus Pernapasan yang Mirip Flu

Kenali Gejala HMPV, Virus Pernapasan yang Mirip Flu

Health | Selasa, 07 Januari 2025 | 08:15 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB