Awas! Diet Ketat Bisa Picu Stres Eating dan Gangguan Mental, Ini Penjelasan Dokter

Riki Chandra

Jum'at, 28 Februari 2025 | 18:29 WIB
Awas! Diet Ketat Bisa Picu Stres Eating dan Gangguan Mental, Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi diet (Pexels/Ketut Subiyanto)

Suara.com - Menjalani diet ketat yang tidak nyaman dapat meningkatkan risiko stres eating dan gangguan psikologis. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis gizi klinik lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dokter Mulianah Daya.

Menurutnya, pola makan yang terlalu membatasi dapat memicu perilaku makan berlebihan akibat tekanan emosional.

Stres eating merupakan kebiasaan seseorang mengonsumsi makanan secara berlebihan sebagai respons terhadap tekanan atau kecemasan.

Dokter Mulianah mengatakan, kondisi ini sering terjadi pada individu yang merasa diet ketat terlalu mengekang dan tidak menyenangkan. Salah satu pemicunya adalah mengikuti metode diet yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pribadi.

"Salah satu penyebab stres eating adalah ketika seseorang merasa dietnya terlalu membatasi. Misalnya, seseorang terlalu takut mengonsumsi tepung atau buah tertentu selama menjalani diet ketat," katanya, dikutip dari Antara, Jumat (28/2/2025).

Dia menjelaskan, pembatasan pola makan secara berlebihan dapat meningkatkan hormon stres, yang kemudian berdampak pada peningkatan hormon lapar. Hal ini bisa menyebabkan seseorang sulit mengontrol asupan makanan dan akhirnya mengalami stres eating.

Dia juga menegaskan bahwa perilaku makan berlebih akibat stres tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar. "Sering kali pasien berkata, 'dok, saya sedang stres jadi makan banyak, tidak apa-apa ya?'. Padahal, ini bukan sesuatu yang baik untuk kesehatan," katanya.

Selain itu, menjalani diet ketat yang tidak nyaman juga berisiko menyebabkan eating disorder atau gangguan makan yang dapat berdampak pada kondisi psikologis.

"Beberapa pasien yang terlalu ketat dalam dietnya bisa mengalami ketakutan terhadap makanan. Misalnya, ada yang sangat takut makan nasi, bahkan sampai memuntahkannya setelah makan. Ini sudah masuk ke kategori eating disorder yang memerlukan pendampingan psikologis," jelasnya.

Tidak hanya itu, diet yang terlalu restriktif juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi atau imbalance nutrition. Kondisi ini terjadi ketika asupan nutrisi terlalu sedikit atau justru berlebihan, sehingga menghambat penurunan berat badan yang diharapkan.

"Pada akhirnya, jika mengalami stres eating, berat badan bisa sulit turun karena pola makan yang tidak stabil," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Laten Self-Diagnosis: Saat Gangguan Mental Berubah Jadi Tren Estetika di Media Sosial

Bahaya Laten Self-Diagnosis: Saat Gangguan Mental Berubah Jadi Tren Estetika di Media Sosial

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Menko PMK Soroti Screen Time Anak yang Capai 7,5 Jam: Picu FOMO hingga Gangguan Mental

Menko PMK Soroti Screen Time Anak yang Capai 7,5 Jam: Picu FOMO hingga Gangguan Mental

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:41 WIB

75 Ribu Pelajar Bandung Terindikasi Gangguan Mental, Alarm Serius untuk Sekolah dan Keluarga

75 Ribu Pelajar Bandung Terindikasi Gangguan Mental, Alarm Serius untuk Sekolah dan Keluarga

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 17:31 WIB

Alarm Merah! 75 Ribu Pelajar di Bandung Terindikasi Gangguan Mental

Alarm Merah! 75 Ribu Pelajar di Bandung Terindikasi Gangguan Mental

News | Senin, 02 Maret 2026 | 19:59 WIB

Ulasan Buku Daddy Has a Secret: Rahasia Ayah Pengidap Skizofrenia

Ulasan Buku Daddy Has a Secret: Rahasia Ayah Pengidap Skizofrenia

Your Say | Minggu, 27 Juli 2025 | 10:49 WIB

34% Remaja di Indonesia Alami Gangguan Mental, Begini Skrining yang Tepat Sebelum Terlambat

34% Remaja di Indonesia Alami Gangguan Mental, Begini Skrining yang Tepat Sebelum Terlambat

Health | Selasa, 20 Mei 2025 | 13:01 WIB

Emosi Remaja Suka Berubah-Ubah, Normal atau Adanya Gangguan Mental?

Emosi Remaja Suka Berubah-Ubah, Normal atau Adanya Gangguan Mental?

Health | Jum'at, 16 Mei 2025 | 14:54 WIB

5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat

5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat

Lifestyle | Rabu, 02 April 2025 | 13:00 WIB

Firdaus Oiwobo Disebut Alami PTSD, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Firdaus Oiwobo Disebut Alami PTSD, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Lifestyle | Senin, 17 Februari 2025 | 16:22 WIB

Mengenal OCD yang Diderita Marcella Zalianty, sampai Bawa Sendok ke Restoran

Mengenal OCD yang Diderita Marcella Zalianty, sampai Bawa Sendok ke Restoran

Lifestyle | Rabu, 12 Februari 2025 | 12:48 WIB

Terkini

Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000

Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:03 WIB

Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat

Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 11:03 WIB

Demi Makan, Jutaan Orang Rela Kerja ke Sini Meski Terancam Tewas Terbunuh

Demi Makan, Jutaan Orang Rela Kerja ke Sini Meski Terancam Tewas Terbunuh

News | Senin, 14 September 2026 | 11:01 WIB

Peta Mobil Terlaris Terbaru Agustus 2026: Tahta Zenix Digusur, Daihatsu Gran Max Puncak

Peta Mobil Terlaris Terbaru Agustus 2026: Tahta Zenix Digusur, Daihatsu Gran Max Puncak

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 11:00 WIB

7 Cara Mengetahui Apakah Suatu Lipstik Mengandung Timbal, Waspadai Ciri Ini

7 Cara Mengetahui Apakah Suatu Lipstik Mengandung Timbal, Waspadai Ciri Ini

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:59 WIB

Gofar Hilman Bongkar Realita Pahit Harga Bensin, Bikin Penduduk Indonesia Elus Dada

Gofar Hilman Bongkar Realita Pahit Harga Bensin, Bikin Penduduk Indonesia Elus Dada

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 10:56 WIB

Sudah Lewat Delapan Gubernur, Pramono Targetkan Jalan Tembus Pasar Minggu Tuntas 2027

Sudah Lewat Delapan Gubernur, Pramono Targetkan Jalan Tembus Pasar Minggu Tuntas 2027

News | Senin, 14 September 2026 | 10:54 WIB

Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin

Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 10:52 WIB

7 Cara Efektif Mencegah Nyamuk Masuk Rumah, Sederhana tapi Sering Dilupakan

7 Cara Efektif Mencegah Nyamuk Masuk Rumah, Sederhana tapi Sering Dilupakan

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 10:51 WIB

Kelangkaan BBM Meluas, IESR Sebut Ketahanan Energi Cuma di Atas Kertas

Kelangkaan BBM Meluas, IESR Sebut Ketahanan Energi Cuma di Atas Kertas

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:49 WIB

×