Teknik Minimal Invasif: Harapan Baru Bagi Penderita Penyakit Jantung Bawaan

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 29 April 2025 | 10:59 WIB
Teknik Minimal Invasif: Harapan Baru Bagi Penderita Penyakit Jantung Bawaan
Ilustrasi mendeteksi penyakit jantung. (Foto oleh Los Muertos Crew dari Pexels)

Suara.com - Penyakit jantung bawaan (Congenital Heart Disease/CHD) menjadi salah satu masalah kesehatan serius yang dapat mengancam nyawa sejak hari pertama kehidupan. Kelainan struktural ini terjadi ketika jantung atau pembuluh darah di sekitar jantung tidak berkembang dengan sempurna selama masa janin. Akibatnya, aliran darah terganggu — bisa mengalir ke arah yang salah, terhambat, atau bahkan tersumbat total.

Data menunjukkan, CHD adalah salah satu kelainan bawaan paling umum. Jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi berat seperti gagal jantung, hipertensi paru, hingga kematian. Gejala yang muncul beragam, mulai dari kulit kebiruan, sesak napas, berat badan sulit naik, hingga infeksi paru berulang.

Sayangnya, pengobatan CHD sering kali membutuhkan prosedur pembedahan besar yang menimbulkan trauma fisik dan emosional, terutama pada anak-anak. Operasi konvensional biasanya melibatkan sternotomi, yaitu membuka seluruh tulang dada untuk mengakses jantung. Meski efektif, metode ini berisiko menimbulkan infeksi, membutuhkan waktu pemulihan lama, serta meninggalkan bekas luka besar.

Melihat tantangan tersebut, inovasi medis menjadi kebutuhan mendesak. Kini, harapan baru hadir melalui teknik Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) yang diperkenalkan oleh Siloam Hospitals Lippo Village belum lama ini, dalam keterangan tertulisnya. 

Ilustrasi Jantung. (pixabay/johannes burtland)
Ilustrasi Jantung. (pixabay/johannes burtland)

Teknik MICS memungkinkan dokter melakukan operasi jantung hanya melalui sayatan kecil berukuran 4–6 cm, tanpa membuka seluruh tulang dada. Ini sangat berbeda dari operasi tradisional yang lebih invasif. Dengan pendekatan ini, pasien mendapatkan sejumlah manfaat penting: trauma jaringan lebih minimal, risiko infeksi lebih rendah, waktu rawat inap lebih singkat, pemulihan lebih cepat, dan bekas luka operasi yang jauh lebih kecil dan estetik.

"Melalui pendekatan minimally invasive, kami ingin memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien dengan penyakit jantung bawaan," ungkap dr. Budi Rahmat, Sp.BTKV, Subsp.JPK (K), dokter spesialis bedah jantung di Siloam Hospitals Lippo Village. Ia menambahkan, “Dengan MICS, pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat tanpa mengorbankan keamanan dan efektivitas prosedur.”

Didukung tim bedah jantung berpengalaman, fasilitas ruang operasi modern, serta sistem pemulihan terpadu yang berfokus pada kebutuhan pasien, Siloam Hospitals Lippo Village menghadirkan layanan ini sebagai terobosan penting dalam perawatan CHD di Indonesia.

Mengenal lebih dalam, penyakit jantung bawaan sendiri terbagi menjadi dua jenis utama:

  • Sianotik (biru) – terjadi ketika darah rendah oksigen bercampur dengan darah beroksigen tinggi, menyebabkan bibir dan kuku membiru. Contohnya seperti Tetralogy of Fallot (TOF) dan Transposition of the Great Arteries (TGA).
  • Asianotik (tidak biru) – pasien tidak mengalami kebiruan, tetapi ada kelainan aliran darah, misalnya pada kasus Atrial Septal Defect (ASD) atau Ventricular Septal Defect (VSD).

Penyebab CHD belum sepenuhnya diketahui, namun beberapa faktor risiko telah teridentifikasi, seperti kelainan genetik, infeksi virus (seperti rubella) saat kehamilan, diabetes yang tidak terkontrol, hingga konsumsi obat-obatan tertentu tanpa pengawasan medis.

baca juga

Deteksi dini menjadi kunci untuk memperbesar peluang sukses pengobatan. Bayi yang menunjukkan gejala seperti napas cepat, sulit makan, pertumbuhan lambat, atau kulit membiru perlu segera mendapatkan evaluasi medis.

Dengan hadirnya teknologi MICS di Siloam Hospitals Lippo Village, kini pasien dan keluarganya memiliki pilihan pengobatan yang lebih aman, nyaman, dan efektif. Ini bukan hanya sekadar perbaikan fisik, tapi juga langkah besar menuju kehidupan yang lebih sehat dan penuh harapan bagi penderita penyakit jantung bawaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkat Keberhasilan Hingga 93%, MitraClip Jadi Harapan Baru Penderita Kebocoran Katup Jantung

Tingkat Keberhasilan Hingga 93%, MitraClip Jadi Harapan Baru Penderita Kebocoran Katup Jantung

Health | Selasa, 22 April 2025 | 15:53 WIB

7 Rahasia Daun Sukun untuk Jantung Sehat: Bukti Ilmiah dan Cara Mengolahnya

7 Rahasia Daun Sukun untuk Jantung Sehat: Bukti Ilmiah dan Cara Mengolahnya

Health | Kamis, 17 April 2025 | 14:12 WIB

Jemaah Haji RI Didominasi Lansia, Kemenkes Minta Waspada Risiko Serangan Jantung

Jemaah Haji RI Didominasi Lansia, Kemenkes Minta Waspada Risiko Serangan Jantung

News | Kamis, 17 April 2025 | 09:03 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×