Tak Sekadar Minum, Ini Cara Menjaga Ginjat Sehat dengan Air Distilasi

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Jum'at, 09 Mei 2025 | 10:36 WIB
Tak Sekadar Minum, Ini Cara Menjaga Ginjat Sehat dengan Air Distilasi
Ilustrasi minum air putih (pexels/supersizer)

Suara.com - Ginjal memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini bertugas menyaring limbah dan racun dari darah, mengatur kadar cairan tubuh, serta memproduksi hormon penting untuk mengontrol tekanan darah dan produksi sel darah merah. Menurut dr. Luh Putu Swastiyani, spesialis penyakit dalam yang berpraktik di Yogyakarta, kesehatan ginjal berdampak langsung pada organ vital lainnya, seperti jantung, hati, dan bahkan otak.

“Kerusakan ginjal bisa berdampak serius pada organ tubuh lain seperti jantung, hati, bahkan otak,” ujar dr. Luh. Karena itu, menjaga ginjal harus dilakukan sejak dini, dan bisa dimulai dari hal-hal sederhana.

Langkah awal yang dapat dilakukan antara lain mengatur pola makan bergizi, memperbanyak konsumsi serat dari buah dan sayur, membatasi asupan garam serta makanan olahan, dan yang tak kalah penting: cukup minum air.

Ilustrasi minum air (Pexels.com/Karolina Grabowska)
Ilustrasi minum air (Pexels.com/Karolina Grabowska)

Namun, menurut dr. Luh, tidak semua air memiliki efek yang sama terhadap kesehatan ginjal. Ia menyarankan agar masyarakat memilih air murni hasil distilasi, seperti Amidis, karena telah melalui proses penyulingan untuk menghilangkan logam berat serta zat kimia berbahaya.

“Air distilasi seperti Amidis punya kadar mineral anorganik sangat rendah, bahkan bisa sampai 0ppm. Artinya, bebas dari kontaminan berbahaya,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa air jenis ini tidak mengandung logam beracun seperti timbal (Pb), merkuri, arsenik, dan aluminium. Proses pemanasan hingga 110°C dalam distilasi membuat air lebih bersih, aman, dan ringan bagi tubuh—terutama untuk ginjal.

Air murni memudahkan kerja ginjal karena tidak menyisakan residu tambahan yang perlu disaring. Ini membantu memperpanjang fungsi ginjal secara optimal, apalagi jika dikonsumsi secara rutin. Penjelasan dr. Luh sejalan dengan jurnal Hydration and Kidney Health yang diterbitkan di Nutrients pada 2020, yang menyebutkan bahwa hidrasi seimbang sangat penting untuk menjaga fungsi ginjal tetap sehat. Kekurangan cairan dalam jangka panjang (dehidrasi kronis) dapat mempercepat kerusakan ginjal.

“Selalu cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan memilih air yang berkualitas seperti air murni hasil distilasi (Amidis) untuk mendukung kesehatan ginjal. Jangan lupa untuk selalu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi masalah ginjal lebih awal,” ujar dr. Luh.

Hidrasi yang sehat bukan sekadar minum air dalam jumlah banyak, tetapi memastikan tubuh menerima cairan yang benar-benar mendukung fungsi organ tubuh. Tubuh manusia terdiri lebih dari 50% air, dan setiap bagian tubuh—termasuk ginjal—sangat tergantung pada air untuk menjalankan fungsinya. Bila tubuh kekurangan air, darah menjadi lebih kental dan sulit mengalirkan nutrisi penting ke ginjal. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, ginjal bisa mengalami kerusakan permanen.

Sebaliknya, kelebihan cairan pun bisa menjadi masalah, khususnya bagi penderita penyakit ginjal kronis atau mereka yang menjalani dialisis. Dalam kondisi ini, tubuh kesulitan membuang cairan karena sedikit atau tidak ada produksi urin. Akibatnya, cairan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan di tubuh, sesak napas, tekanan darah tinggi, bahkan membebani jantung.

Baca Juga: Xiaomi Luncurkan AC Mijia Pro Eco: Dingin 30 Detik, Udara Lembut Bebas Masalah

Menjaga asupan cairan menjadi kunci penting dalam mencegah berbagai masalah kesehatan ginjal. Kondisi seperti cuaca panas, olahraga berat, atau gangguan pencernaan seperti diare dan muntah bisa meningkatkan kebutuhan cairan. Air juga membantu mencegah pembentukan batu ginjal dengan mencegah kristal menempel satu sama lain, serta meningkatkan efektivitas obat untuk mengatasi infeksi saluran kemih dengan mempercepat pembuangan bakteri lewat urin.

Dengan memilih air yang aman dan berkualitas seperti air distilasi, serta menjaga kebiasaan sehat lainnya, siapa pun dapat melindungi ginjal sejak dini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI