Bahaya Tersembunyi NanoPlastik, Bikin Bakteri Jadi Lebih Mematikan!

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 23 Mei 2025 | 15:31 WIB
Bahaya Tersembunyi NanoPlastik, Bikin Bakteri Jadi Lebih Mematikan!
Ilustrasi bakteri e. coli. (Shutterstock)

Suara.com - Dampak buruk polusi plastik dalam kehidupan kita semakin mengkhawatirkan. Tak hanya masuk ke tubuh manusia, plastik juga bisa terserap oleh bakteri yang meningkatkan keganasannya.

Sebuah penelitian terbaru dari University of Illinois Urbana-Champaign mengungkap partikel plastik berukuran nano, dikenal sebagai nanoplastik, tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga memperparah risiko kesehatan manusia, terutama melalui peningkatan keganasan bakteri patogen penyebab keracunan makanan.

Apa Itu Nanoplastik?

Nanoplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil, biasanya di bawah 1.000 nanometer (nm) atau 1 mikrometer. Mereka dapat terbentuk dari degradasi plastik yang lebih besar atau diproduksi secara langsung dalam produk industri.

Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel ini menyebar luas ke dalam lingkungan, masuk ke rantai makanan, dan bahkan menembus jaringan tubuh makhluk hidup.

Menurut studi yang dimuat dalam jurnal Nature Nanotechnology (2019), nanoplastik telah ditemukan dalam air minum, makanan laut, tanah, dan bahkan udara. Karena ukurannya yang mikroskopis, partikel ini dapat berinteraksi langsung dengan sel dan mikroorganisme, menyebabkan stres oksidatif, peradangan, dan potensi gangguan sistem kekebalan tubuh.

Ilustrasi Nanoplastik - Mikroplastik. (Dok: Elements Envanto)
Ilustrasi Nanoplastik - Mikroplastik. (Dok: Elements Envanto)

Interaksi Nanoplastik dan E. coli

Dalam studi yang dipimpin Prof. Pratik Banerjee, tim peneliti menciptakan nanoplastik dari polystyrene, bahan yang sama dengan wadah makanan putih sekali pakai, dan memberikan muatan positif, netral, serta negatif pada permukaannya.

Mereka menemukan bahwa nanoplastik bermuatan positif memicu stres fisiologis pada E. coli O157:H7, yang menyebabkan peningkatan produksi racun Shiga-like—zat toksik utama yang menyebabkan penyakit parah pada manusia.

Escherichia coli (E. coli) adalah bakteri yang secara alami hidup di usus manusia dan hewan berdarah panas. Sebagian besar strain E. coli tidak berbahaya dan bahkan membantu pencernaan. Namun, beberapa strain, seperti E. coli O157:H7, sangat berbahaya dan dapat menyebabkan diare berdarah, gagal ginjal, hingga kematian, terutama pada anak kecil dan lansia.

Strain ini biasanya menyebar melalui konsumsi daging yang kurang matang, sayuran mentah yang terkontaminasi, atau air minum yang tercemar. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebut E. coli O157:H7 sebagai penyebab utama wabah keracunan makanan di berbagai negara.

“Bakteri yang stres menjadi lebih ganas,” jelas Banerjee. “Ini pertama kalinya kami bisa tunjukkan bahwa partikel plastik dapat memperparah karakteristik patogen dari bakteri penyebab keracunan makanan.”

Tak hanya mempengaruhi bakteri bebas, nanoplastik bermuatan positif juga terbukti tetap berbahaya bahkan saat bakteri membentuk biofilm—lapisan pelindung yang biasanya membuat mereka lebih resisten terhadap gangguan lingkungan dan antibiotik.

Lebih jauh lagi, penelitian ini menunjukkan potensi terjadinya transfer gen resistensi antibiotik antar bakteri melalui interaksi dengan plastik, memperbesar risiko munculnya superbug yang sulit diobati.

Solusi Berbasis Ilmu dan Kolaborasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Darurat Sampah Plastik: Bisakah Kebijakan Daerah Jadi Solusi?

Indonesia Darurat Sampah Plastik: Bisakah Kebijakan Daerah Jadi Solusi?

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 17:58 WIB

Oase di Kemang: Tempat Healing yang Dibangun dari 11 Ton Sampah Plastik!

Oase di Kemang: Tempat Healing yang Dibangun dari 11 Ton Sampah Plastik!

Lifestyle | Rabu, 21 Mei 2025 | 11:34 WIB

Tingkat Daur Ulang Global Anjlok, Konsumsi Material di Dunia Kian Tak Terkendali

Tingkat Daur Ulang Global Anjlok, Konsumsi Material di Dunia Kian Tak Terkendali

News | Senin, 19 Mei 2025 | 14:47 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB