Bukan Sekadar Obat, Ini 7 Makanan untuk Menjaga Kesehatan Prostat Menurut Sains

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 22 Juli 2025 | 14:03 WIB
Bukan Sekadar Obat, Ini 7 Makanan untuk Menjaga Kesehatan Prostat Menurut Sains
Ilustrasi gangguan prostat. (Shutterstock)

Suara.com - Seiring bertambahnya usia, kesehatan prostat menjadi salah satu kekhawatiran utama bagi kaum pria. Kondisi seperti pembesaran prostat jinak (BPH), prostatitis, hingga risiko kanker prostat adalah nyata. Banyak pria langsung berpikir tentang obat-obatan atau tindakan medis saat mendengar kata "prostat".

Namun, berbagai penelitian dari institusi kesehatan terkemuka seperti Harvard School of Public Health dan Prostate Cancer Foundation menunjukkan bahwa apa yang Anda makan setiap hari memegang peranan vital. Makanan bukan pengganti pengobatan medis, tetapi merupakan strategi pendukung yang kuat untuk meredakan gejala, memperlambat perkembangan penyakit, dan menurunkan risiko masalah prostat di kemudian hari.

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Prostat

1.  Tomat dan Produk Olahannya

Tomat adalah sumber terbaik likopen, sebuah antioksidan kuat yang memberikan warna merah pada buah.

Bukti Ilmiah: Sebuah studi besar dari Harvard yang mengikuti puluhan ribu pria menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi tomat masak (seperti saus pasta atau sup tomat) 2-3 kali seminggu memiliki risiko kanker prostat hingga 30% lebih rendah. Likopen terbukti menumpuk di jaringan prostat dan membantu melawan kerusakan sel.

Tips Konsumsi: Likopen lebih mudah diserap tubuh saat tomat dipanaskan. Jadi, saus tomat, pasta tomat, atau sup tomat adalah pilihan yang lebih baik daripada tomat mentah.

2. Brokoli dan Sayuran Krusiferus Lainnya

Kelompok sayuran ini (brokoli, kembang kol, kubis, kale) mengandung senyawa bernama sulforaphane.

Bukti Ilmiah: Penelitian dalam jurnal PLoS One menunjukkan bahwa sulforaphane memiliki kemampuan untuk secara selektif menargetkan dan membunuh sel kanker prostat sambil membiarkan sel prostat yang sehat tetap normal.

Tips Konsumsi: Konsumsi secara rutin, baik dikukus ringan atau ditumis, untuk menjaga kandungan nutrisinya.

3. Teh Hijau

Teh hijau telah lama diteliti karena manfaat kesehatannya yang luar biasa, berkat kandungan antioksidan bernama katekin, terutama EGCG (Epigallocatechin gallate).

Bukti Ilmiah: Menurut Prostate Cancer Foundation, senyawa dalam teh hijau dapat membantu memperlambat pertumbuhan kanker prostat stadium awal dan meredakan gejala saluran kemih bawah yang terkait dengan BPH.
Tips Konsumsi: Minumlah 1-2 cangkir teh hijau setiap hari. Biarkan teh diseduh selama 3-5 menit untuk melepaskan katekin secara maksimal.

4. Ikan Berlemak

Ikan seperti salmon, sarden, dan makarel kaya akan asam lemak omega-3, yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat.

Bukti Ilmiah: Peradangan kronis adalah salah satu faktor risiko utama dalam perkembangan masalah prostat. Asupan omega-3 yang cukup dapat membantu menekan peradangan di seluruh tubuh, termasuk di kelenjar prostat.

Tips Konsumsi: Usahakan mengonsumsi ikan berlemak setidaknya dua kali seminggu.

5. Kacang-kacangan dan Biji-bijian (Terutama Biji Labu)

Biji labu adalah sumber seng (Zinc) yang sangat baik. Mineral ini ditemukan dalam konsentrasi tinggi di prostat yang sehat, dan kadarnya cenderung menurun pada pria dengan masalah prostat.

Bukti Ilmiah: Studi menunjukkan bahwa seng memainkan peran penting dalam fungsi prostat yang normal. Selain itu, biji labu mengandung phytosterols, senyawa yang terbukti membantu meredakan gejala BPH.

Tips Konsumsi: Jadikan segenggam biji labu panggang sebagai camilan sehat. Kacang Brazil (sumber selenium) dan kenari (sumber omega-3) juga merupakan pilihan yang bagus.

6. Delima (Pomegranate)

Buah delima kaya akan antioksidan unik yang disebut ellagitannins.

Bukti Ilmiah: Beberapa penelitian, termasuk yang dipublikasikan oleh National Cancer Institute (NCI), menunjukkan bahwa ekstrak atau jus delima dapat secara signifikan memperlambat laju peningkatan PSA (Prostate-Specific Antigen), sebuah penanda risiko kanker prostat.

Tips Konsumsi: Minum jus delima murni (tanpa tambahan gula) atau makan buahnya secara langsung.

7. Kedelai dan Produk Turunannya

Produk kedelai seperti tahu, tempe, dan susu kedelai mengandung isoflavon, sejenis fitoestrogen.

Bukti Ilmiah: Studi observasi menunjukkan bahwa pria di negara-negara Asia dengan asupan isoflavon yang tinggi memiliki insiden kanker prostat yang lebih rendah. Isoflavon diduga membantu memodulasi aktivitas hormon yang memengaruhi prostat.

Tips Konsumsi: Masukkan tahu atau tempe sebagai sumber protein nabati dalam menu harian Anda.

Mengapa Makanan Berperan Penting untuk Prostat?

Kelenjar prostat sangat sensitif terhadap peradangan (inflamasi) dan kerusakan sel akibat radikal bebas (stres oksidatif). Makanan yang tepat dapat:

  • Melawan Inflamasi: Kandungan anti-inflamasi alami membantu mengurangi peradangan pada prostat.
  • Menangkal Kerusakan Sel: Antioksidan dalam makanan menetralkan radikal bebas yang dapat memicu pertumbuhan sel abnormal.
  • Memengaruhi Hormon: Beberapa senyawa dalam makanan dapat membantu menyeimbangkan hormon yang berperan dalam pembesaran prostat.

PENTING: Ini Bukan Pengganti Saran Medis

Informasi di atas bertujuan untuk edukasi dan tidak boleh dianggap sebagai pengganti diagnosis, saran, atau pengobatan dari dokter spesialis urologi. Jika Anda mengalami gejala masalah prostat seperti kesulitan buang air kecil, sering buang air kecil di malam hari, atau nyeri, segera konsultasikan dengan dokter.

Menjadikan makanan sehat sebagai bagian dari gaya hidup adalah investasi jangka panjang terbaik untuk kesehatan prostat Anda dan kesejahteraan tubuh secara keseluruhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Invasi Gerai China: 4000+ Gerai F&B Serbu Indonesia, UMKM Lokal Terancam?

Invasi Gerai China: 4000+ Gerai F&B Serbu Indonesia, UMKM Lokal Terancam?

Video | Senin, 21 Juli 2025 | 10:00 WIB

Bye-bye Lemak & Gula, Ini 5 Hidangan Penghangat Tubuh Khas Indonesia yang Lebih Sehat

Bye-bye Lemak & Gula, Ini 5 Hidangan Penghangat Tubuh Khas Indonesia yang Lebih Sehat

Lifestyle | Minggu, 20 Juli 2025 | 22:07 WIB

Pengusaha Makanan-Minuman Sambut Cuan Lewat Genjot Ekspor ke AS, Setelah Tarif Trump Turun

Pengusaha Makanan-Minuman Sambut Cuan Lewat Genjot Ekspor ke AS, Setelah Tarif Trump Turun

Bisnis | Sabtu, 19 Juli 2025 | 16:18 WIB

Kisah Heroik Bripka Cecep, Gugur Usai Selamatkan Warga di Pesta Rakyat Maut Garut

Kisah Heroik Bripka Cecep, Gugur Usai Selamatkan Warga di Pesta Rakyat Maut Garut

News | Jum'at, 18 Juli 2025 | 19:26 WIB

Ancaman di Balik Piring: 6 Makanan Ini Diam-diam Merusak Pembuluh Darah Anda

Ancaman di Balik Piring: 6 Makanan Ini Diam-diam Merusak Pembuluh Darah Anda

Health | Kamis, 17 Juli 2025 | 21:19 WIB

Tak Lagi Fokus Berakting, Nicky Tirta Tekuni Dunia Chef Demi Edukasi Ibu-Ibu Lawan Hoaks Kuliner

Tak Lagi Fokus Berakting, Nicky Tirta Tekuni Dunia Chef Demi Edukasi Ibu-Ibu Lawan Hoaks Kuliner

Entertainment | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:55 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB