KLB Campak Meluas ke-14 Provinsi, Ketua Pengurus Pusat IDAI: Ini Bukti Nyata Adanya Celah Imunisasi

Dythia Novianty

Rabu, 27 Agustus 2025 | 15:37 WIB
KLB Campak Meluas ke-14 Provinsi, Ketua Pengurus Pusat IDAI: Ini Bukti Nyata Adanya Celah Imunisasi
Ilustrasi seorang murid kelas 1 SD mendapatkan suntikan vaksin campak dari tenaga kesehatan. [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan]

Suara.com - Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso mengungkapkan bahwa Kejadian Luar Biasa (KLB) campak telah meluas ke 46 wilayah di 14 provinsi Indonesia, penyebab utamanya adalah adanya penurunan cakupan imunisasi.

Menanggapi penetapan status KLB campak di Jawa Timur, IDAI menggelar seminar media secara daring berjudul ‘KLB Campak pada Anak dan Update Rekomendasi Vaksinasi IDAI’.

Seminar media tersebut diadakan untuk membahas penanganan wabah dan memberikan rekomendasi vaksinasi terkini untuk mengedukasi kepada publik.

“Kami mengucapkan keprihatinan yang mendalam atas nama seluruh anggota IDAI, keprihatinan mendalam terhadap KLB campak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,” ujar Piprim, dalam pengantar seminar tersebut, Rabu (27/8/2025).

Kemudian, Ia memberikan update terbaru terkait wilayah yang mengalami KLB campak.

“Update terakhir ini sudah sampai ke-14 provinsi dengan 46 wilayah mengalami KLB campak,” tambahnya yang menyayangkan penyakit dikenal lama itu belum dapat diatasi dengan baik di Indonesia.

Menurutnya, masalah tersebut bukanlah masalah lokal, melainkan masalah nasional.

Adanya KLB, menjadi bukti adanya gap cakupan imunisasi, dan adanya penurunan yang signifikan dari cakupan imunisasi.

Sedangkan campak adalah penyakit yang lebih menular daripada covid.

baca juga

“Perlu diketahui, campak adalah penyakit yang lebih menular daripada covid, empat kali atau lima kali lebih menular daripada covid,”ujarnya dalam seminar tersebut.

Karena itu, Piprim Basarah Yanuarso merasa imunisasi pada kasus-kasus penyakit yang sangat menular harus sangat tinggi cakupannya.

“Cakupan imunisasi pada kasus-kasus penyakit yang amat menular harus amat tinggi cakupannya, supaya ada dampak untuk herd immunity atau kekebalan komunitas.” Jelasnya.

Ia menyoroti untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity), cakupan imunisasi Campak-Rubella (MR) harus berada di atas 95 persen.

“Untuk timbulnya KLB nggak harus turun 0 persen, turun 60 persen itu sudah timbul KLB dimana-mana,” tambahnya.

Piprim menegaskan bahwa penanganan wabah ini memerlukan kerja sama dari semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jajanan Latiao Asal China Terbukti Mengandung Bakteri Beracun, BPOM Perintahkan Tarik dari Pasar

Jajanan Latiao Asal China Terbukti Mengandung Bakteri Beracun, BPOM Perintahkan Tarik dari Pasar

News | Jum'at, 01 November 2024 | 21:05 WIB

Viral Pengasuh Cekoki Balita Obat Steroid Biar Gemoy dan Nafsu Makan, Ortu Wajib Tahu Bahayanya buat Anak!

Viral Pengasuh Cekoki Balita Obat Steroid Biar Gemoy dan Nafsu Makan, Ortu Wajib Tahu Bahayanya buat Anak!

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 16:00 WIB

Viral Balita Dicekoki Streroid Agar Gemuk, IDAI Minta Pengawasan Penjualan Obat Keras Diperketat

Viral Balita Dicekoki Streroid Agar Gemuk, IDAI Minta Pengawasan Penjualan Obat Keras Diperketat

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 13:37 WIB

Awas! Keterlambatan Bicara pada Balita Terus Meningkat, Gadget Jadi Biang Kerok

Awas! Keterlambatan Bicara pada Balita Terus Meningkat, Gadget Jadi Biang Kerok

News | Rabu, 24 Juli 2024 | 13:27 WIB

Gratis! Ortu Harus Bawa Anak Suntik Polio di Puskesmas, Dokter Piprim: Kalau Lumpuh Tak Bisa Dinilai dengan Rupiah

Gratis! Ortu Harus Bawa Anak Suntik Polio di Puskesmas, Dokter Piprim: Kalau Lumpuh Tak Bisa Dinilai dengan Rupiah

News | Selasa, 23 Juli 2024 | 16:05 WIB

Jejak Konflik AHY vs Moeldoko, Kini Bersatu di Bawah Komando Jokowi

Jejak Konflik AHY vs Moeldoko, Kini Bersatu di Bawah Komando Jokowi

News | Kamis, 22 Februari 2024 | 10:57 WIB

Terkini

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:13 WIB

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:00 WIB

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:45 WIB

×