Terobosan Baru Pengobatan Diabetes di Indonesia: Insulin 'Ajaib' yang Minim Risiko Gula Darah Rendah

Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 10 Desember 2025 | 09:00 WIB
Terobosan Baru Pengobatan Diabetes di Indonesia: Insulin 'Ajaib' yang Minim Risiko Gula Darah Rendah
Ilustrasi Diabetes
  • Penelitian menunjukkan terapi IDegAsp efektif menurunkan gula darah pada diabetes tipe 1 dan 2, dengan penurunan HbA1c lebih dari 3% dan risiko hipoglikemia sangat rendah.
  • Terapi IDegAsp aman dengan hampir 100% pasien tidak mengalami hipoglikemia, menjadikannya pilihan terapi yang nyaman.
  • IDegAsp kini tersedia melalui JKN, memberikan solusi pengendalian diabetes yang lebih terjangkau dan efektif.

Suara.com - Diabetes kini menjadi salah satu penyakit yang semakin banyak diderita masyarakat Indonesia. Menyikapi kebutuhan pengobatan yang efektif dan aman, penelitian terbaru dari RSUD Dr. Zainoel Abidin/FK Universitas Syiah Kuala Banda Aceh membawa kabar baik bagi penderita diabetes

Studi yang dilakukan pada 550 pasien, baik dengan diabetes tipe 1 maupun tipe 2, menunjukkan bahwa penggunaan insulin degludec/insulin aspart (IDegAsp) efektif menurunkan kadar gula darah dan aman digunakan dalam jangka panjang.

Penelitian ini adalah yang pertama di Indonesia dan menjadi bukti lokal penting bagi terapi diabetes dengan IDegAsp. 

Dalam penelitian ini, IDegAsp menunjukkan hasil yang signifikan, baik dalam penurunan gula darah saat puasa (FPG) maupun setelah makan (PPG), serta menurunkan HbA1c lebih dari 3% pada pasien diabetes tipe 2 dan tipe 1 dalam kurun waktu 12 bulan.

Dr. dr. Hendra Zufry, Sp.PD, K-EMD, yang memimpin penelitian ini, menyatakan bahwa temuan ini sangat penting, terutama karena mayoritas pasien yang terlibat adalah pengguna Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Hal ini membuka peluang untuk memperkuat panduan klinis dan kebijakan terkait penanganan diabetes di Indonesia. 

“Penelitian ini tidak hanya memberikan bukti efektivitas terapi IDegAsp, tetapi juga mengharapkan dapat menjadi dasar yang kuat untuk keberlanjutan dan perluasan akses terapi ini, yang sudah masuk dalam layanan JKN sejak 2021,” ujar Dr. Hendra.

Salah satu temuan menarik dari penelitian ini adalah bahwa 97% pasien diabetes tipe 2 tidak mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) sama sekali selama pemantauan, yang biasanya menjadi kekhawatiran utama pasien dalam terapi insulin. 

Bahkan, tidak ada pasien tipe 1 yang melaporkan hipoglikemia, yang selama ini menjadi hambatan bagi banyak penderita diabetes untuk mendapatkan pengobatan insulin yang optimal.

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa IDegAsp dapat menurunkan gula darah secara signifikan dan stabil, baik saat puasa maupun setelah makan, yang merupakan tantangan bagi banyak pasien diabetes. 

Pada diabetes tipe 2, gula darah saat puasa (FPG) turun hingga 105 mg/dL dan gula darah setelah makan (PPG) turun 180 mg/dL. Sementara itu, pada diabetes tipe 1, FPG turun 119 mg/dL dan PPG turun 190 mg/dL, yang memberikan gambaran betapa efektifnya terapi ini dalam mengontrol gula darah.

Terapi IDegAsp juga terbukti aman digunakan dalam jangka panjang. Meskipun ada peningkatan kecil dalam berat badan beberapa pasien, kondisi ini masih dapat dikelola dengan pengawasan medis yang baik. 

Dosis insulin dapat disesuaikan secara berkala berdasarkan pemantauan gula darah, yang memastikan terapi tetap optimal dan sesuai kebutuhan pasien.

Dengan angka pasien diabetes yang terus meningkat di Indonesia, terapi IDegAsp menjadi solusi yang sangat menjanjikan. Penggunaan terapi ini yang sudah tercakup dalam JKN memungkinkan lebih banyak pasien mendapatkan pengobatan yang lebih terjangkau dan efektif. 

Penelitian ini memberi harapan baru bagi pasien diabetes untuk mengelola penyakit mereka dengan lebih baik, mengurangi risiko komplikasi jangka panjang, dan meningkatkan kualitas hidup.

“Dengan bukti-bukti klinis yang ada, kami berharap terapi IDegAsp dapat menjadi pilihan utama bagi penderita diabetes di Indonesia,” tutup Dr. Hendra, berharap terapi ini dapat lebih banyak diakses dan diterima oleh masyarakat luas.

Terapi insulin IDegAsp yang terbukti efektif, aman, dan terjangkau dapat menjadi langkah besar dalam penanganan diabetes di Indonesia, membantu pasien mencapai kontrol gula darah yang lebih baik dan mengurangi risiko komplikasi penyakit yang bisa mengancam kesehatan jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Takut MCU! Ini 9 Hal Penting yang Diperiksa dan Artinya

Jangan Takut MCU! Ini 9 Hal Penting yang Diperiksa dan Artinya

Your Say | Sabtu, 06 Desember 2025 | 11:12 WIB

Diabetes Makin Umum di Usia Muda, Begini Cara Sederhana Kendalikan Gula Darah

Diabetes Makin Umum di Usia Muda, Begini Cara Sederhana Kendalikan Gula Darah

Health | Minggu, 30 November 2025 | 15:15 WIB

Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!

Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!

Health | Kamis, 27 November 2025 | 13:32 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB