Pemeriksaan Hormon Sering Gagal? Kenali Teknologi Multiomics yang Lebih Akurat

M. Reza Sulaiman

Rabu, 10 Desember 2025 | 18:02 WIB
Pemeriksaan Hormon Sering Gagal? Kenali Teknologi Multiomics yang Lebih Akurat
Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC). (Dok. Prodia)
  • Pemeriksaan hormon standar sering tidak akurat karena metode imunologi kurang sensitif mendeteksi kadar hormon sangat rendah pada wanita dan anak.
  • Diagnosis rumit karena hormon berinteraksi dengan metabolisme energi (siklus TCA), dan tes konvensional hanya mengukur satu hormon saja.
  • Teknologi Mass Spectrometry (LC–MS/MS) kini menawarkan sensitivitas super dan analisis komprehensif hingga 140 biomarker.

Suara.com - Pernah merasa ada yang tidak beres dengan tubuhmu, tapi hasil pemeriksaan hormon dinyatakan normal? Kamu tidak sendirian. Banyak orang, terutama wanita dan anak-anak, mengalami keluhan seperti jerawat parah, siklus menstruasi tidak teratur, hingga masalah kesuburan, namun hasil laboratoriumnya tidak menunjukkan kelainan.

Hormon steroid seperti testosteron, estrogen, dan progesteron adalah "dirijen" utama yang mengatur metabolisme, energi, hingga suasana hati. Ketika keseimbangannya terganggu, tubuh pasti mengirim sinyal. Lalu, mengapa sinyal itu sering kali tidak terbaca oleh pemeriksaan standar?

Berikut empat alasan utama mengapa diagnosis masalah hormon sering kali rumit dan bagaimana teknologi baru bisa memberikan jawaban.

1. Pemeriksaan Standar 'Buta' terhadap Kadar Hormon Super Rendah

Di Indonesia, pemeriksaan hormon rutin umumnya menggunakan metode imunologi. Metode ini memang efektif untuk mengukur kadar hormon yang tinggi, seperti pada pria dewasa. Namun, metode ini punya kelemahan besar.

Tantangannya: Alat ini sering kali tidak cukup sensitif untuk membaca hormon dalam kadar sangat rendah, seperti hormon androgen pada wanita dan anak-anak. Akibatnya, kondisi penting seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), pubertas dini, atau jerawat hormonal sulit terdiagnosis secara akurat sejak awal.

2. Hormon Tidak Bekerja Sendirian, Ada 'Mesin Energi' yang Terlibat

Masalah hormon tidak sesederhana angka tinggi atau rendah. Menurut Prof. Dr. dr. Noroyondo Wibowo, Sp.OG, hormon berinteraksi erat dengan sistem metabolisme tubuh, terutama jalur yang disebut siklus TCA (Tricarboxylic Acid Cycle).

“Siklus TCA adalah mesin energi tubuh. Ketika jalur ini terganggu, produksi energi sel menurun dan metabolisme hormon ikut berubah. Perubahan kecil pada metabolit ini dapat mengubah cara tubuh memproduksi ataupun merespons hormon steroid,” jelas Prof. Noroyondo.

Artinya, jika hanya hormon yang diperiksa tanpa melihat "mesin energi" di baliknya, gambaran yang didapat tidak akan utuh.

3. Satu Sampel, Satu Hormon: Gambaran yang Terpotong-potong

Pemeriksaan konvensional sering kali hanya mengukur satu atau dua jenis hormon dalam satu waktu. Padahal, hormon bekerja layaknya sebuah orkestra. Gangguan pada satu hormon bisa jadi disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon lain.

Pemeriksaan yang terpisah-pisah ini membuat dokter sulit melihat pola interaksi ant hormon secara menyeluruh, sehingga diagnosis menjadi kurang presisi.

4. Teknologi Baru Ungkap Apa yang Terlewat: Era Multiomics

Untuk menjawab tantangan di atas, dunia medis kini beralih pada teknologi Mass Spectrometry (LC–MS/MS). Teknologi ini mampu mengukur molekul berdasarkan massa dan muatannya, memberikan hasil super presisi yang tidak mudah terpengaruh zat lain.

Teknologi inilah yang menjadi andalan di Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC). Keunggulannya adalah:

  • Super Sensitif: Mampu membaca hormon dalam jumlah sangat kecil (pikogram), yang sering terlewat oleh metode konvensional.
  • Komprehensif: Dapat memeriksa panel lima hormon sekaligus dalam satu kali pengambilan sampel.
  • Melihat Lebih Dalam: Mampu mengukur lebih dari 140 biomarker, mulai dari asam amino, lipid, hingga vitamin, untuk melihat kondisi tubuh secara menyeluruh.

Dewi Muliaty, M.Si, Direktur Utama Prodia, menjelaskan bahwa pendekatan ini memungkinkan diagnosis dini dan strategi pengobatan yang lebih personal.

“Teknologi mass spectrometry ini bukan hanya mengenai genomik, tetapi juga multiomics lainnya untuk mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh dan membantu prediksi dini penyakit,” terang Dewi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sekadar Mood Swing, Ini 4 Fase Perempuan yang Perlu Kamu Tahu!

Tak Sekadar Mood Swing, Ini 4 Fase Perempuan yang Perlu Kamu Tahu!

Your Say | Rabu, 19 November 2025 | 06:36 WIB

Mengenal Teknologi Hematologi Sysmex XQ Series, Dapat Deteksi Dini Thalassemia

Mengenal Teknologi Hematologi Sysmex XQ Series, Dapat Deteksi Dini Thalassemia

Tekno | Senin, 03 November 2025 | 16:12 WIB

Pertama di Indonesia: Terobosan Berbasis AI untuk Tingkatkan Akurasi Diagnosis Kanker Payudara

Pertama di Indonesia: Terobosan Berbasis AI untuk Tingkatkan Akurasi Diagnosis Kanker Payudara

Health | Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:12 WIB

Science of Sadness: Kenapa Hujan Bisa Bikin Kita Melankolis?

Science of Sadness: Kenapa Hujan Bisa Bikin Kita Melankolis?

Your Say | Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:13 WIB

Stop Asal Pilih! Ini 6 Kandungan Skincare Anti Jerawat yang Direkomendasikan Dokter Kulit

Stop Asal Pilih! Ini 6 Kandungan Skincare Anti Jerawat yang Direkomendasikan Dokter Kulit

Your Say | Rabu, 01 Oktober 2025 | 07:11 WIB

Diagnosis Prenatal Bantu Orang Tua Deteksi Dini Down Syndrome, Ini Penjelasan Dokter

Diagnosis Prenatal Bantu Orang Tua Deteksi Dini Down Syndrome, Ini Penjelasan Dokter

Health | Rabu, 21 Mei 2025 | 16:07 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB