Di Balik Duka Banjir Sumatera: Mengapa Popok Bayi Jadi Kebutuhan Mendesak di Pengungsian?

Dinda Rachmawati

Minggu, 14 Desember 2025 | 14:56 WIB
Di Balik Duka Banjir Sumatera: Mengapa Popok Bayi Jadi Kebutuhan Mendesak di Pengungsian?
Ilustrasi Popok Bayi di Pengungsian Sumatera (Dok. Makuku)
baca 10 detik
  • Banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi.
  • Bayi dan balita membutuhkan popok sebagai kebutuhan sanitasi penting di pengungsian.
  • Brand popok ini menyalurkan bantuan senilai Rp 600 juta berupa popok dan pakaian bayi melalui Dompet Dhuafa.

Suara.com - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 bukan hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga mengguncang sendi kehidupan ribuan keluarga. 

Berdasarkan data Geoportal Data Bencana Indonesia milik BNPB per Selasa, 9 Desember 2025 pukul 14.35 WIB, tercatat 961 orang meninggal dunia, 287 orang hilang, lebih dari 5.000 orang luka-luka, dan sekitar 928.800 orang terpaksa mengungsi.

Di balik angka-angka besar tersebut, terdapat kebutuhan-kebutuhan mendasar yang sering luput dari perhatian, salah satunya adalah popok bayi. Di lokasi pengungsian, bayi dan balita menjadi kelompok paling rentan. 

Keterbatasan air bersih, sanitasi yang minim, serta kondisi lingkungan yang tidak higienis membuat popok bayi bukan sekadar perlengkapan, melainkan kebutuhan vital untuk menjaga kesehatan dan martabat anak-anak.

Mengapa Popok Bayi Sangat Penting di Pengungsian?

Dalam situasi darurat, orang tua sering kali datang ke pengungsian dengan persediaan seadanya. Popok bayi cepat habis, sementara akses untuk membeli atau mencuci popok kain hampir tidak tersedia. 

Tanpa popok yang layak, bayi berisiko mengalami iritasi kulit, infeksi, hingga penyakit lain akibat kondisi tidak higienis.

“Di pengungsian, fokus keluarga bukan hanya soal makanan, tetapi juga bagaimana menjaga kesehatan bayi dan balita. Popok menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda,” ujar Agustinah, Corporate Affairs Director PT Lucky Mom Indonesia. 

Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan bayi di situasi bencana merupakan bagian penting dari upaya kemanusiaan.

baca juga

Melihat urgensi tersebut, PT Lucky Mom Indonesia melalui merek popok bayi Makuku menyalurkan Bantuan Banjir Sumatera berupa popok bayi, pakaian bayi, dan pakaian anak senilai total Rp 600 juta. 

Bantuan ini disalurkan melalui Dompet Dhuafa dan difokuskan pada wilayah terdampak di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, dengan prioritas keluarga yang memiliki bayi dan balita.

“Kami turut menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak banjir di Sumatera. Komitmen ini merupakan wujud kepedulian kami pada kesehatan bayi dan balita, khususnya di pengungsian,” jelas Agustinah.

Untuk memastikan bantuan cepat dan tepat sasaran, Makuku mengirimkan bantuan langsung dari fasilitas logistik perusahaan ke posko-posko Dompet Dhuafa di Sumatera.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para keluarga sehingga mereka dapat lebih fokus pada proses pemulihan,” kata Titi Nurmalasari, Head of Communications PT Lucky Mom Indonesia.

Kebutuhan Nyata di Lapangan

Pihak Dompet Dhuafa yang terjun langsung ke lokasi pengungsian mengungkapkan bahwa popok dan pakaian anak termasuk bantuan yang paling dibutuhkan. 

Banyak keluarga datang ke pengungsian dengan bayi dan anak kecil tanpa persediaan yang cukup.

“Kebanyakan keluarga membawa bayi dan anak ke pengungsian dengan persediaan terbatas. Bantuan seperti popok dan pakaian anak sangat dibutuhkan,” ungkap Yudha Andilla, Manager Retail Fundraising Dompet Dhuafa.

Ia menambahkan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dan langsung kepada keluarga penerima manfaat.

Distribusi Bantuan Banjir Sumatera dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan di lapangan, dengan prioritas pada lokasi pengungsian berpenduduk padat dan minim akses perlengkapan bayi. 

Koordinasi antara Makuku dan Dompet Dhuafa memastikan bahwa bantuan popok bayi benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.

Di tengah bencana besar, popok bayi mungkin terlihat sebagai kebutuhan kecil. Namun bagi bayi dan orang tua di pengungsian, popok adalah perlindungan kesehatan, kenyamanan, dan rasa aman. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terima Laporan Krisis Air Bersih di Langkat, Prabowo: Kita akan Membantu Semua Warga

Terima Laporan Krisis Air Bersih di Langkat, Prabowo: Kita akan Membantu Semua Warga

News | Sabtu, 13 Desember 2025 | 13:50 WIB

Minyak Goreng hingga Sabun Mandi Turun Harga di Indomaret, Cek Katalognya Karena Cuma 4 Hari!

Minyak Goreng hingga Sabun Mandi Turun Harga di Indomaret, Cek Katalognya Karena Cuma 4 Hari!

Lifestyle | Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:47 WIB

Akses Tertutup, Drone Jadi Andalan Salurkan Bantuan Korban Banjir di Aceh

Akses Tertutup, Drone Jadi Andalan Salurkan Bantuan Korban Banjir di Aceh

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 12:05 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×