Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini

Dinda Rachmawati

Senin, 02 Februari 2026 | 12:07 WIB
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
Ilustrasi MPASI
  • Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada MPASI adalah kondisi umum yang dapat berulang dan berdampak serius pada pemenuhan gizi anak.
  • Kreativitas ibu dalam variasi menu, rasa, dan tekstur, termasuk penggunaan bumbu aman, dinilai efektif mengatasi GTM.
  • Edukasi berkelanjutan, seperti program Gerakan Lahap Makan SUN, bertujuan mendukung ibu menghadapi GTM dan memastikan gizi optimal.

Suara.com - Fenomena Gerakan Tutup Mulut (GTM) saat masa MPASI kerap menjadi momok bagi banyak ibu. Di fase awal pengenalan makanan padat, anak yang tiba-tiba menolak makan sering memicu kepanikan, rasa bersalah, hingga kekhawatiran akan kecukupan gizi. 

Padahal, menurut para ahli, GTM merupakan kondisi yang umum terjadi dan bisa muncul berulang pada fase tumbuh kembang yang berbeda.

“Gerakan Tutup Mulut pada anak atau GTM adalah kondisi yang sering terjadi dan tidak jarang muncul berulang. Karena itu, GTM tidak boleh dianggap sepele,” ujar dr. Centaura Naila Alfin Camielle, Sp.A, M.Biomed. 

Ia menegaskan bahwa GTM dapat berdampak langsung pada pemenuhan gizi anak, terutama pada masa awal pertumbuhan yang krusial.

Masalahnya, kebutuhan gizi bayi dan anak usia dini sangat tinggi, sementara kapasitas lambung mereka masih terbatas. 

“Untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian saja, bayi membutuhkan asupan setara dengan 11 potong daging ayam. Jika anak menolak makan, maka risiko kekurangan gizi bisa terjadi,” jelas dr. Centa. 

Di sinilah peran orang tua, khususnya ibu menjadi sangat penting, bukan hanya memastikan makanan bergizi tersedia, tetapi juga membuat anak mau makan.

Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah menghadirkan pengalaman makan yang menyenangkan melalui variasi menu, rasa, dan tekstur. Kreativitas ibu dalam menyiapkan MPASI menjadi kunci untuk membantu anak lebih lahap. 

Variasi rasa dan aroma yang tepat dapat merangsang selera makan anak sekaligus memperkaya pengalaman sensoriknya sejak dini.

Hal ini sejalan dengan edukasi yang menekankan pentingnya waktu pemberian makan yang tepat, variasi tekstur sesuai usia, serta cara penyajian yang responsif terhadap sinyal lapar dan kenyang anak. 

Pendekatan ini membantu orang tua lebih memahami bahwa GTM bukan semata-mata soal anak “tidak mau makan”, melainkan proses adaptasi yang membutuhkan kesabaran dan strategi yang tepat.

Menurut Etyk Hartuti, Manager Indofood Nutrition and Special Foods Division PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, kreativitas ibu dalam mengolah MPASI memiliki peran besar dalam mengatasi GTM. 

“Kami ingin hadir sebagai sahabat bagi para ibu untuk belajar bersama, saling berbagi, dan menemukan solusi yang bisa diterapkan untuk mendukung pemenuhan gizi anak,” ujarnya.

Salah satu aspek kreativitas yang kini semakin didorong adalah penggunaan bumbu dan rempah yang aman sejak bayi. Etyk menjelaskan bahwa ibu tidak perlu ragu mengenalkan cita rasa masakan Indonesia sejak dini. 

“Bumbu seperti bawang merah dan bawang putih memberikan rasa gurih alami, sementara daun jeruk menghadirkan aroma segar. Tentunya digunakan dengan takaran dan pengolahan yang sesuai untuk bayi,” jelasnya.

Pandangan ini diperkuat oleh dr. Ayuca Zarry, Sp.A, yang menilai variasi rasa dan aroma dapat membantu meningkatkan nafsu makan anak. 

“Anak akan lebih lahap jika diberikan menu dengan rasa dan aroma yang menggugah selera. MPASI yang dikreasikan dengan menarik akan memberikan pengalaman makan yang menyenangkan sehingga kebutuhan gizinya lebih mudah terpenuhi,” ungkapnya.

Tak hanya soal rasa, penggunaan bumbu dan rempah juga berperan dalam membangun preferensi makan anak ke depannya. Menurut dr. Ayuca, bumbu rempah aman dikenalkan sejak dini selama dikelola dengan benar. 

Aroma yang lebih ‘berani’ justru dapat membuat anak lebih antusias terhadap makanan, sekaligus membantu mencukupi kebutuhan gizinya secara optimal.

Contoh penerapan kreativitas MPASI ini juga terlihat dalam demo masak berbasis pangan lokal yang mengombinasikan bahan mudah didapat seperti talas, bayam, dan ayam. 

Dengan pengolahan yang tepat dan gizi yang seimbang, menu MPASI tidak hanya lebih lezat, tetapi juga tetap memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Pada akhirnya, GTM bukanlah akhir dari perjalanan MPASI, melainkan sinyal bahwa anak membutuhkan pendekatan yang berbeda. 

Dengan pemahaman yang tepat, dukungan tenaga kesehatan, serta kreativitas ibu dalam mengolah menu yang variatif, bergizi, dan kaya rasa, pengalaman makan dapat kembali menjadi momen yang menyenangkan.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang mendampingi ibu Indonesia, SUN terus melanjutkan Gerakan Lahap Makan SUN hingga 2026. 

Program edukasi ini telah menjangkau lebih dari 90 ribu ibu dan kader Posyandu di berbagai daerah, dengan menghadirkan edukasi langsung dari dokter anak, dukungan kader PKK sebagai Duta Lahap Makan SUN, serta praktik nyata dalam menyiapkan MPASI yang tepat. 

Melalui inovasi produk seperti SUN Cinta Rasa Indonesia yang terinspirasi dari masakan Nusantara serta kandungan gizi yang aman dan terstandar, SUN berupaya memberikan solusi praktis bagi ibu di tengah keterbatasan waktu dan kekhawatiran akan pengolahan MPASI.

Dengan edukasi berkelanjutan dan dukungan produk yang aman serta bernutrisi, SUN berharap semakin banyak ibu merasa lebih percaya diri dalam menghadapi GTM, membantu anak makan lebih lahap, dan memastikan tumbuh kembang optimal di masa awal kehidupan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unjuk Rasa dan Suara yang Tak Pernah Benar-benar Didengar

Unjuk Rasa dan Suara yang Tak Pernah Benar-benar Didengar

Your Say | Kamis, 29 Januari 2026 | 13:05 WIB

8 Film Produksi Sinemaku Pictures Sebelum Prilly Latuconsina Hengkang

8 Film Produksi Sinemaku Pictures Sebelum Prilly Latuconsina Hengkang

Entertainment | Selasa, 20 Januari 2026 | 08:00 WIB

Lewat MVP PNM, 1.000 Pelajar SLTA se-Indonesia Angkat Peran Ibu Sebagai Pahlawan Keluarga

Lewat MVP PNM, 1.000 Pelajar SLTA se-Indonesia Angkat Peran Ibu Sebagai Pahlawan Keluarga

Bisnis | Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:49 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB