- Dokter Agung menggarisbawahi perlunya pemeriksaan jika sakit kepala berulang, memberat, dan tidak responsif terhadap obat.
- Jenis umum sakit kepala meliputi tegang, migrain, dan cluster; namun perubahan pola nyeri merupakan sinyal penting.
- Sakit kepala yang disertai muntah, kejang, atau perubahan perilaku memerlukan perhatian medis segera karena mungkin terkait tumor.
- Tidak membaik dengan obat pereda nyeri biasa
- Disertai gejala saraf seperti kejang atau gangguan keseimbangan
- Dapat memicu perubahan kepribadian atau fungsi kognitif
Meski begitu, ia menegaskan bahwa tidak semua sakit kepala berarti tumor otak.
“Yang penting adalah mengenali pola yang tidak biasa dan segera mencari pertolongan medis,” tambahnya.
Pentingnya Pemeriksaan Dini
Untuk memastikan penyebab sakit kepala, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari wawancara medis hingga pemeriksaan saraf.
Jika diperlukan, pasien akan menjalani pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI.
“Pemeriksaan ini penting untuk melihat apakah ada kelainan di otak dan menentukan langkah penanganan yang tepat,” kata dr. Agung.
Penanganan Tumor Otak
Jika terdiagnosis tumor otak, penanganan akan disesuaikan dengan kondisi pasien.
Beberapa terapi yang dapat dilakukan meliputi:
- Operasi pengangkatan tumor
- Radioterapi
- Kemoterapi
- Terapi target atau imunoterapi
Menurut dr. Agung, deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan.
“Semakin cepat ditemukan, peluang penanganannya akan semakin baik dan kualitas hidup pasien bisa lebih terjaga,” ujarnya.
Jangan Abaikan Sakit Kepala
Sakit kepala memang sering dianggap sepele. Namun, jika terjadi berulang dengan pola yang tidak biasa atau disertai gejala lain, kondisi ini tidak boleh diabaikan.
“Lebih baik periksa lebih awal daripada terlambat. Karena pada kasus tertentu, sakit kepala bisa menjadi tanda awal penyakit yang serius,” pungkas dr. Agung.