Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Vania Rossa

Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
Ilustrasi anak-anak dalam kegiatan sosial. (Gemini AI)
baca 10 detik
  • English 1 meluncurkan program aksi nyata bagi siswa untuk menumbuhkan karakter empati dan tanggung jawab sosial.
  • Program "English 1 Unite for Sumatra" menggalang donasi guna membantu 250 ribu warga terdampak banjir di Sumatra.
  • Siswa terlibat langsung dalam pengumpulan dana dan kegiatan sosial untuk membangun kepedulian di luar lingkungan kelas.

Suara.com - Di tengah fokus orang tua pada prestasi akademik anak, ada satu hal yang tak kalah penting namun kerap terlewat: pendidikan karakter. Padahal, membentuk anak yang peduli, berempati, dan punya rasa tanggung jawab sosial tidak cukup hanya lewat pelajaran di dalam kelas.

Nilai-nilai tersebut justru tumbuh kuat ketika anak dilibatkan langsung dalam aksi nyata.

Hal inilah yang coba dihadirkan oleh jaringan sekolah bahasa Inggris English 1 melalui program “English 1 Unite for Sumatra”, sebuah gerakan penggalangan dana untuk membantu anak-anak dan keluarga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Sumatra.

Lebih dari sekadar donasi, program ini menjadi ruang belajar bagi anak untuk memahami arti berbagi secara langsung.

Operation Director English 1, Christopher Lloyd, menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak bisa berdiri sendiri di ruang kelas.

“Di English 1, kami percaya bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata. Melalui program ini, kami ingin melibatkan siswa dan orang tua dalam aksi yang menumbuhkan empati dan kepedulian,” ujarnya.

Melalui kampanye ini, siswa tidak hanya diajak memahami konsep empati secara teori, tetapi juga merasakannya melalui keterlibatan langsung—mulai dari penggalangan dana hingga memahami tujuan bantuan yang diberikan.

Bagi orang tua, pendekatan seperti ini bisa menjadi pengingat bahwa anak belajar bukan hanya dari buku, tetapi juga dari pengalaman.

Marketing Director English 1, Rhea Danaparamita, menjelaskan bahwa dana yang terkumpul akan disalurkan untuk kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan, dengan target menjangkau sekitar 250 ribu penerima manfaat, termasuk 170 ribu anak-anak di berbagai wilayah terdampak.

baca juga

Namun, nilai terbesar dari program ini bukan hanya pada jumlah bantuan, melainkan proses yang dilalui anak selama terlibat di dalamnya.

Lewat kampanye “Super Parents: Kindness in Action”, anak-anak diajak berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial. Mulai dari pengumpulan donasi bersama orang tua, buka puasa bersama komunitas, hingga program “Junior Learning Buddies” di mana siswa berperan sebagai pengajar bagi anak-anak lain di komunitas sekitar.

Menariknya, dalam program tersebut, siswa tidak serta-merta mengajar. Mereka harus melalui proses seleksi, mulai dari menulis surat motivasi, wawancara, hingga pelatihan. Proses ini bukan hanya melatih kemampuan komunikasi, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri.

Di sinilah peran institusi pendidikan menjadi semakin relevan. Sekolah tidak lagi hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang untuk membentuk kepekaan sosial anak.

Marketing Director English 1, Rhea Danaparamita. (Dok. English 1)
Marketing Director English 1, Rhea Danaparamita. (Dok. English 1)

“Kami ingin budaya berbagi tumbuh secara konsisten di lingkungan belajar. Peran institusi pendidikan tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan akademik, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap sesama,” jelas Rhea.

Bagi orang tua, pendekatan ini bisa menjadi inspirasi untuk menerapkan hal serupa di rumah. Mengajak anak berbagi, berdiskusi tentang kondisi orang lain, hingga melibatkan mereka dalam kegiatan sosial sederhana bisa menjadi langkah awal membangun empati.

Karena pada akhirnya, anak tidak hanya tumbuh menjadi pintar, tetapi juga menjadi manusia yang peka dan peduli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sekadar Berbagi, Ini Upaya Agar Kegiatan Sosial Punya Dampak Berkelanjutan

Tak Sekadar Berbagi, Ini Upaya Agar Kegiatan Sosial Punya Dampak Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Di Balik Amplop THR: Lebaran Sebagai Ruang Kelas Sunyi yang Membentuk Karakter Anak

Di Balik Amplop THR: Lebaran Sebagai Ruang Kelas Sunyi yang Membentuk Karakter Anak

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:05 WIB

Skema Belajar Ramadan 2026: Pemerintah Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter

Skema Belajar Ramadan 2026: Pemerintah Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 09:26 WIB

Terkini

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

×