17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Dinda Rachmawati

Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi (Dok. Istimewa)
  • Kemenkes RI melaporkan stunting menjadi tantangan kesehatan serius akibat risiko gizi buruk sejak masa kandungan hingga usia balita.
  • PT Hankook Tire Indonesia melaksanakan program kesehatan di Desa Hegarmukti, Bekasi, guna mendukung target penurunan stunting nasional 2029.
  • Program ini mencakup penyuluhan gizi, pemeriksaan kesehatan, demo memasak, serta distribusi 17.500 paket nutrisi melalui Posyandu setempat.

Suara.com - Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia, terutama pada masa awal kehidupan anak. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI, 2025), sekitar 6 dari 100 bayi lahir dengan kondisi berat badan lahir rendah (BBLR), yang menjadi salah satu indikator risiko terjadinya stunting. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan gizi sudah dapat terjadi sejak dalam kandungan dan berlanjut pada fase awal pertumbuhan anak. Tidak hanya itu, anak usia 0–24 bulan menjadi kelompok paling rentan, dengan prevalensi stunting tertinggi pada usia 12–23 bulan yang mencapai 19,9 persen.

Tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius, terutama karena periode 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. 

Jika pada fase ini kebutuhan gizi tidak terpenuhi dengan baik, maka dampaknya bisa berlangsung jangka panjang, mulai dari gangguan pertumbuhan fisik hingga penurunan kemampuan kognitif. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan melibatkan berbagai pihak.

Dalam mendukung target pemerintah untuk menurunkan angka stunting nasional hingga 14,2 persen pada tahun 2029, PT Hankook Tire Indonesia mengambil peran aktif melalui program kesehatan masyarakat di Desa Hegarmukti, Kabupaten Bekasi. 

Program ini mencakup penyuluhan gizi, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemberian donasi bagi layanan kesehatan setempat. Fokus utamanya adalah edukasi bagi calon ibu serta ibu dengan anak usia 0–3 tahun, sebagai langkah preventif sekaligus meningkatkan pemahaman tentang penanganan anak berisiko stunting.

Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Jung Jinkyun, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat. 

“Sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka stunting secara nasional, kami berharap program ini dapat menjadi wujud nyata kontribusi Hankook dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya dalam bidang kesehatan,” ujarnya. 

Ia juga menjelaskan bahwa Desa Hegarmukti dipilih karena memiliki tingkat stunting yang relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Kabupaten Bekasi.

Tidak hanya berhenti pada penyuluhan, program ini juga menghadirkan pendekatan pemberdayaan melalui sesi demo memasak. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi praktis kepada masyarakat dalam mengolah makanan sehat dan bergizi dengan bahan yang mudah dijangkau. 

“Melalui program ini, kami tidak hanya menghadirkan penyuluhan sebagai sarana edukasi bagi calon ibu dan para ibu, tetapi juga melakukan pemberdayaan melalui sesi demo masak yang memperkenalkan cara memasak yang tepat untuk menghasilkan menu sehat dan bernutrisi,” tambah Jung Jinkyun.

Upaya pencegahan juga diperkuat dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak-anak, termasuk pengukuran berat dan tinggi badan. Langkah ini penting untuk memantau tumbuh kembang anak sekaligus mendeteksi dini risiko stunting. 

Program ini sejalan dengan agenda Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam memperluas akses layanan kesehatan dasar dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak usia dini.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, PT Hankook Tire Indonesia turut menyalurkan 17.500 paket gizi yang terdiri dari telur, susu, bubur bayi, dan biskuit. Bantuan ini akan didistribusikan secara bertahap selama dua bulan ke enam desa di Kabupaten Bekasi melalui Posyandu, sehingga dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. “Melalui kegiatan pencegahan stunting ini, kami berharap dapat mmbantu menekan angka kasus stunting di wilayah Bekasi,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan melalui Posyandu akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak di wilayah tersebut.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. 

Edukasi yang tepat, akses layanan kesehatan, serta pemenuhan gizi yang memadai menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:02 WIB

Rumah Rasa Terapi: Tips Pilih Warna Cat Dinding Biar Mental Tetap Aman

Rumah Rasa Terapi: Tips Pilih Warna Cat Dinding Biar Mental Tetap Aman

Your Say | Sabtu, 04 April 2026 | 08:30 WIB

MBG Uji Sistem Prasmanan, Siswa Ambil Sendiri untuk Tekan Pemborosan

MBG Uji Sistem Prasmanan, Siswa Ambil Sendiri untuk Tekan Pemborosan

Foto | Kamis, 02 April 2026 | 18:32 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB