Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
Ilustrasi Screen Time Pada Anak (Dok. Istimewa)
  • Mohamad Rizky dan tim merilis serial animasi edukatif berjudul Petualangan Gajah Nusantara di kanal YouTube BabyDoo Joyworld.
  • Serial yang dirilis pada 10 April 2026 ini mengisahkan tiga karakter gajah melindungi hutan dari ancaman luar angkasa.
  • Konten edutainment ini bertujuan menanamkan nilai kepedulian lingkungan serta mendukung tumbuh kembang anak melalui cerita yang menarik.

Suara.com - Di tengah derasnya arus konten digital yang dikonsumsi anak-anak setiap hari, orang tua kini dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana memastikan tontonan yang dilihat tidak hanya menghibur, tetapi juga aman dan mendukung tumbuh kembang mereka. 

Konten yang tidak terkurasi dengan baik berisiko memengaruhi perilaku, emosi, hingga cara anak memandang dunia. Karena itu, kehadiran konten digital yang mendidik dan ramah anak menjadi semakin penting.

Salah satu pendekatan yang kini mulai berkembang adalah konten edutainment, yakni perpaduan antara edukasi dan hiburan dalam satu kemasan yang menarik. Konsep ini dinilai efektif karena anak-anak cenderung lebih mudah menyerap nilai dan pengetahuan melalui cerita yang menyenangkan, karakter yang relatable, serta visual yang memikat. 

Konten seperti ini tidak hanya membantu anak belajar, tetapi juga menanamkan nilai sejak dini tanpa terasa menggurui. Hal ini tercermin dari hadirnya serial animasi Petualangan Gajah Nusantara yang dirilis melalui kanal YouTube. 

Mengusung konsep edutainment, serial ini menggabungkan storytelling petualangan dengan pesan edukasi tentang lingkungan dan kepedulian terhadap alam. Ceritanya mengisahkan tiga karakter utama BabyDoo (Mecu, Cimut, dan Dibul) bersama sekelompok anak gajah Indonesia yang harus melindungi hutan tempat tinggal mereka dari ancaman besar, baik dari bumi maupun luar angkasa.

Serial animasi Petualangan Gajah Nusantara yang Dirilis Melalui Kanal YouTube (Dok. YouTube)
Serial animasi Petualangan Gajah Nusantara yang Dirilis Melalui Kanal YouTube (Dok. YouTube)

Di tengah hutan Nusantara yang mulai terancam, terdapat sebuah batu sakti yang menjaga keseimbangan alam. Batu tersebut hanya muncul ketika hutan berada dalam bahaya. Ancaman datang dari Jalgomez, makhluk dari planet Koroz yang hancur dan berusaha menemukan batu tersebut.

Pendekatan cerita yang luas namun tetap berakar pada nilai lokal menjadi kekuatan tersendiri. Anak-anak tidak hanya diajak berimajinasi, tetapi juga dikenalkan pada isu nyata seperti pentingnya menjaga lingkungan. 

Karakter gajah yang diangkat pun terinspirasi dari anak gajah asli Indonesia, sehingga menciptakan kedekatan emosional yang kuat antara anak dan satwa.

“Dengan mengenal, anak-anak diharapkan tumbuh rasa peduli untuk menjaga,” menjadi semangat utama dalam pengembangan konten ini. Pesan sederhana tersebut menunjukkan bahwa edukasi tidak harus selalu dalam bentuk pelajaran formal, tetapi bisa disampaikan melalui cerita yang menyentuh dan mudah dipahami.

Inisiatif ini digagas oleh Mohamad Rizky atau yang dikenal sebagai Chucky, bersama sejumlah pelaku industri kreatif seperti Randi Wisnu dan Migfar Sentiaki. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa membangun konten anak yang berkualitas membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari kreator, storyteller, hingga pengembang bisnis seperti Barry Permana.

Lebih dari sekadar serial animasi, BabyDoo juga mengembangkan ekosistem konten yang lebih luas, termasuk musik dan konsep kreatif seperti Mom & Baby Singer-Song. Pendekatan ini penting karena anak-anak belajar dari berbagai stimulus, tidak hanya visual tetapi juga audio dan interaksi emosional. 

Dengan demikian, konten yang disajikan menjadi lebih holistik dalam mendukung perkembangan mereka. Bagi orang tua, memilih konten seperti ini memberikan banyak manfaat. 

Selain membantu anak memahami nilai-nilai positif seperti empati, kepedulian lingkungan, dan kerja sama, konten yang tepat juga dapat merangsang imajinasi, kemampuan bahasa, serta kecerdasan emosional anak. Yang tak kalah penting, anak terhindar dari paparan konten yang tidak sesuai usia atau berpotensi berdampak negatif.

Bikin penasaran kan? Episode pertama series ini sudah dapat ditonton sejak 10 April 2026 melalui channel YouTube BabyDoo Joyworld, dan menjadi langkah strategis BabyDoo dalam membangun Intellectual Property (IP) lokal yang kuat di industri animasi anak Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DKI Siap Jalankan PP Tunas, Pramono Anung Soroti Bahaya Konten Digital bagi Anak

DKI Siap Jalankan PP Tunas, Pramono Anung Soroti Bahaya Konten Digital bagi Anak

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:37 WIB

Anti-Garing! 7 Ide Konten Lebaran yang Edukatif dan Bermanfaat

Anti-Garing! 7 Ide Konten Lebaran yang Edukatif dan Bermanfaat

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:40 WIB

Menko PMK Soroti Screen Time Anak yang Capai 7,5 Jam: Picu FOMO hingga Gangguan Mental

Menko PMK Soroti Screen Time Anak yang Capai 7,5 Jam: Picu FOMO hingga Gangguan Mental

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:41 WIB

Terkini

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB