Menko PMK Soroti Screen Time Anak yang Capai 7,5 Jam: Picu FOMO hingga Gangguan Mental

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 12 Maret 2026 | 14:41 WIB
Menko PMK Soroti Screen Time Anak yang Capai 7,5 Jam: Picu FOMO hingga Gangguan Mental
Menko PMK Pratikno saat sambutan dalam penandatanganan SKB 7 menteri soal pedoman pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau AI di dunia pendidikan, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Menko PMK Pratikno menyebutkan paparan layar anak mencapai tujuh setengah jam, mengurangi waktu aktivitas luar ruang mereka.
  • Penggunaan digital berlebih memicu masalah kesehatan mental remaja seperti FOMO, flexing, dan potensi cyberbullying.
  • Ketergantungan teknologi dikhawatirkan melemahkan aktivitas otak serta kemampuan kognitif dan kritis siswa.

Suara.com - Pemerintah menyoroti dampak penggunaan teknologi digital yang tidak terkontrol terhadap kondisi mental anak dan remaja. Paparan layar yang terlalu lama disebut berpotensi memicu berbagai masalah, mulai dari gangguan kesehatan mental hingga munculnya budaya pamer atau flexing di media sosial.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkapkan bahwa tingkat paparan teknologi digital pada anak saat ini sudah sangat tinggi. Sehingga membuat waktu anak untuk beraktivitas di luar ruang atau green time semakin berkurang.

“Exposure terhadap teknologi digital sudah tinggi, bahkan sudah sekitar tujuh setengah jam screen time-nya. Artinya green time-nya makin kecil,” kata Pratikno saat sambutan dalam penandatanganan SKB 7 menteri soal pedoman pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau AI di dunia pendidikan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Pratikno mengatakan, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital yang tidak terkendali dapat berkontribusi terhadap meningkatnya masalah kesehatan mental pada remaja.

Salah satu dampak yang terlihat adalah munculnya fenomena fear of missing out (FOMO), yakni rasa takut tertinggal tren di media sosial.

“Remaja menjadi makin FOMO, takut ketinggalan. Jadi ingin mengikuti tren, ingin pamer, flexing, dan seterusnya,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan media digital juga membuka ruang bagi berbagai bentuk perundungan daring (cyberbullying) yang dapat memengaruhi kondisi psikologis anak. Dampak lainnya juga dirasakan dalam dunia pendidikan. Ketergantungan terhadap teknologi digital dikhawatirkan dapat melemahkan aktivitas otak siswa.

“Dampaknya ke dunia pendidikan juga cukup dikhawatirkan, misalnya melemahkan aktivitas otak karena terlalu tergantung pada alat bantu teknologi digital,” imbuhnya.

Ia menambahkan kondisi tersebut juga berpotensi mengurangi kemampuan berpikir kritis serta kemampuan kognitif dan reflektif pelajar.

baca juga

Oleh sebab itu, Pratikno menegaskan pengaturan penggunaan teknologi digital di lingkungan sekolah saja tidak cukup untuk melindungi anak. Menurutnya, keluarga dan orang tua harus menjadi benteng pertama dalam mendampingi anak menggunakan teknologi digital secara sehat.

Ia menyebutkan bahwa saat ini muncul fenomena baru di mana gawai kerap dijadikan sebagai “pengasuh” anak oleh sebagian orang tua.

“Orang tua menghadapi fenomena di mana smartphone sudah menjadi nurse, sudah menjadi pengasuh anak. Ini jangan sampai terjadi,” kata Pratikno.

Karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi digital.

Menurutnya, orang tua tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mentor yang membantu anak menggunakan teknologi secara bijak.

“Parental concern dan kontrol menjadi sangat penting. Orang tua harus menjadi pendamping yang aktif agar anak-anak kita bisa menggunakan teknologi secara bijak,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Terbitkan Pedoman AI untuk Pendidikan, Siswa SD-SMA Dilarang Pakai ChatGPT

Pemerintah Terbitkan Pedoman AI untuk Pendidikan, Siswa SD-SMA Dilarang Pakai ChatGPT

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 12:37 WIB

Pemerintah Terbitkan SKB 7 Menteri soal Penggunaan AI di Pendidikan, Atur Batasan Berdasarkan Usia

Pemerintah Terbitkan SKB 7 Menteri soal Penggunaan AI di Pendidikan, Atur Batasan Berdasarkan Usia

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 12:30 WIB

Antisipasi Penumpukan Pemudik, Pemerintah Lakukan Antisipasi Lalin Hingga Terapkan WFA

Antisipasi Penumpukan Pemudik, Pemerintah Lakukan Antisipasi Lalin Hingga Terapkan WFA

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 18:42 WIB

Terkini

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:15 WIB

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

News | Senin, 14 September 2026 | 12:13 WIB

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 12:10 WIB

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

News | Senin, 14 September 2026 | 12:07 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 12:03 WIB

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Riau | Senin, 14 September 2026 | 11:58 WIB

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:56 WIB

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 11:54 WIB

×