- Virus HPV bisa menyerang siapa saja, termasuk pria dan anak-anak.
- Gejala utama berupa kutil di kelamin, telapak kaki, hingga wajah.
- Pencegahan dapat dilakukan melalui skrining rutin dan memahami risiko penularan.
Kutil di tangan dan bahu ini berbentuk benjolan datar yang terasa kasar saat disentuh.
Kutil di area ini cenderung mudah berdarah meski terkadang tidak terasa sakit.
4. Kutil di Wajah (Flat Warts)
Berbeda dengan bagian tubuh lain, kutil di wajah biasanya memiliki permukaan datar.
Pada anak-anak, lokasi yang paling sering ditumbuhi kutil ini adalah area rahang bawah.
Siapa Saja yang Berisiko Terinfeksi?
Faktanya, siapa pun yang aktif secara seksual memiliki risiko terkena HPV.
Bahkan, data WHO menyebutkan sekitar 80 persen orang akan terinfeksi HPV setidaknya sekali seumur hidup mereka.
Selain melalui kontak seksual, seperti vagina, anal, maupun oral, virus ini bisa menular melalui:
- Kontak Kulit: Bersentuhan langsung dengan kulit penderita yang terinfeksi atau lokasi tumbuhnya kutil.
- Penggunaan Alat Bantu Seks: Sex toys yang telah tercemar virus HPV.
- Ibu ke Anak: Penuluran bisa terjadi saat proses persalinan normal.
Ada beberapa faktor yang memperparah risiko, seperti kebiasaan bergonta-ganti pasangan, memiliki daya tahan tubuh lemah (seperti penderita HIV/AIDS), hingga adanya luka terbuka pada kulit.
Beda Skrining pada Pria dan Wanita
Bagi wanita, infeksi HPV tidak boleh disepelekan karena berisiko tinggi menyebabkan kanker leher rahim atau kanker serviks.
Oleh karena itu, dokter biasanya menyarankan pemeriksaan rutin berupa:
- Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).
- Pap Smear.
- Tes HPV DNA.
Pada pria, sayangnya tidak ada skrining khusus untuk infeksi HPV pada pria.
Namun, bagi kelompok yang berisiko tinggi, dokter mungkin akan menyarankan Anal Pap Smear setiap 2-3 tahun sekali untuk mendeteksi kemungkinan dini gangguan pada area dubur.