Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
Ilustrasi nyeri lutut (Pixabay/Knee2768834)
  • Perempuan memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan muskuloskeletal akibat faktor hormonal, anatomi, serta aktivitas fisik yang padat.
  • Dokter I Made Yudi Mahardika menekankan pentingnya evaluasi medis dini terhadap nyeri lutut guna mencegah penurunan fungsi sendi.
  • Siloam Hospitals Mampang menyelenggarakan kampanye edukasi kesehatan tulang dan sendi bagi masyarakat sejak 21 April 2026 mendatang.

Suara.com - Nyeri lutut yang kerap dianggap keluhan ringan ternyata dapat menjadi tanda awal gangguan muskuloskeletal yang lebih serius, terutama pada perempuan. Keluhan seperti nyeri lutut saat naik tangga, pegal berkepanjangan, hingga rasa tidak nyaman saat beraktivitas fisik sering dianggap sebagai hal yang wajar.

Padahal, secara medis, gejala tersebut dapat menjadi indikasi awal gangguan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Dokter Spesialis Ortopaedi dan Traumatologi Siloam Hospitals Mampang, dr. I Made Yudi Mahardika, Sp.OT, mengatakan perempuan memiliki risiko lebih tinggi terhadap sejumlah gangguan muskuloskeletal.

“Secara medis, perempuan memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa gangguan muskuloskeletal tertentu, seperti cedera ligamen lutut dan osteoporosis. Hal ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor hormonal, seperti peran estrogen terhadap kekuatan ligamen dan kepadatan tulang, serta faktor anatomi dan biomekanik,” ujarnya peringatan Hari Kartini dan Hari Perawat, dalam keterangannya.

Di tengah gaya hidup yang semakin aktif, banyak perempuan menjalani berbagai peran sekaligus, sebagai pekerja, ibu, hingga individu yang rutin berolahraga. Namun, di balik aktivitas tersebut, terdapat risiko gangguan pada tulang dan sendi yang kerap tidak disadari sejak dini.

Eksfoliasi lutut hitam. [Freepik]
Eksfoliasi lutut hitam. [Freepik]

Ia menegaskan, keluhan nyeri lutut tidak seharusnya dianggap sebagai kelelahan biasa. “Karena itu, keluhan seperti nyeri lutut tidak boleh dianggap sepele dan perlu dievaluasi sejak dini,” tambahnya.

Menurutnya, keterlambatan dalam mengenali gejala awal dapat berujung pada kondisi yang lebih kompleks, mulai dari penurunan fungsi sendi hingga kebutuhan tindakan medis lanjutan. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas hidup perempuan dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan, Siloam Hospitals Mampang menghadirkan booth edukasi yang terbuka bagi masyarakat. Melalui pendekatan yang interaktif, pengunjung dapat memperoleh informasi seputar kesehatan tulang dan sendi sekaligus mengikuti berbagai aktivitas dan permainan edukatif.

Inisiatif ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara informasi medis dan pemahaman publik, agar pesan kesehatan dapat diterima dengan lebih mudah. Selain itu, pengunjung juga berkesempatan mendapatkan voucher layanan kesehatan sebagai bagian dari kampanye promotif dan preventif.

Kegiatan ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan komunitas. Siloam Hospitals Mampang menilai kolaborasi ini penting untuk menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 21 April 2026 melalui kampanye apresiasi tenaga kesehatan dalam rangka Hari Kartini. Dukungan dari berbagai mitra, termasuk media perempuan, turut memperkuat upaya peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan perempuan.

Selain itu, kehadiran atlet seperti Reza Guntara dan Russel Nyoo juga menjadi bagian dari kampanye, dengan membawa pesan pentingnya menjaga kesehatan fisik melalui pendekatan yang tepat. Siloam Hospitals Mampang berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat, khususnya perempuan, untuk lebih peduli terhadap kesehatan tulang dan sendi sejak dini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Saya Sadar Itu Kurang Tepat

Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Saya Sadar Itu Kurang Tepat

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:28 WIB

Tanggapi Kritik Publik, Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usul Geser Gerbong Perempuan

Tanggapi Kritik Publik, Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usul Geser Gerbong Perempuan

News | Kamis, 30 April 2026 | 05:55 WIB

Ini Alasan Ada Gerbong Khusus Perempuan dan Kenapa Letaknya di Belakang

Ini Alasan Ada Gerbong Khusus Perempuan dan Kenapa Letaknya di Belakang

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 15:14 WIB

Terkini

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB