Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

M Nurhadi

Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
Ilustrasi Hantavirus [Suara.com]
  • Kapal pesiar MV Hondius menuju Tenerife, Spanyol, untuk mengevakuasi penumpang setelah wabah Hantavirus menyebabkan tiga kematian.
  • Pemerintah Argentina melacak sumber virus di Ushuaia melalui analisis tikus setelah kapal berangkat pada 1 April lalu.
  • WHO mengonfirmasi strain Andes penyebab wabah memiliki risiko penularan rendah karena hanya menular melalui kontak fisik dekat.

Suara.com - Upaya evakuasi dan repatriasi besar-besaran tengah dilakukan terhadap para penumpang kapal pesiar MV Hondius yang dihantam wabah Hantavirus. Setelah dilarang merapat di Tanjung Verde, kapal tersebut kini dijadwalkan menuju Tenerife, Spanyol, untuk proses pemulangan para penumpang asing.

Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, dalam konferensi pers di Madrid menyatakan bahwa setidaknya 14 penumpang berkewarganegaraan Spanyol akan langsung dikarantina di rumah sakit militer di Madrid begitu tiba di Tenerife.

"Durasi karantina akan bergantung pada kapan mereka kemungkinan melakukan kontak dengan virus tersebut," ujar Garcia, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, seluruh warga negara non-Spanyol yang dinyatakan sehat akan langsung dipulangkan ke negara asal mereka.

Hingga saat ini, wabah di atas kapal pesiar tersebut telah merenggut tiga korban jiwa, yang terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan total delapan orang diduga kuat telah tertular virus ini, dengan tiga kasus di antaranya telah dikonfirmasi melalui uji laboratorium.

Pelacakan Sumber Virus di Argentina

Kementerian Kesehatan Argentina kini bergerak cepat melakukan pelacakan di kota Ushuaia, wilayah selatan Argentina yang menjadi titik awal keberangkatan kapal pesiar tersebut pada 1 April lalu. Pemerintah setempat akan melakukan pemasangan perangkap dan analisis terhadap hewan pengerat (tikus) di wilayah tersebut.

Petugas berwenang juga sedang merekonstruksi ulang rute perjalanan para warga negara Belanda yang sempat bepergian di Argentina dan Cile sebelum akhirnya menunjukkan gejala Hantavirus di atas kapal.

Sejauh ini, otoritas Argentina menegaskan belum menemukan adanya kasus terkait di wilayah darat mereka.

Proses evakuasi medis darurat sempat diwarnai ketegangan diplomatik dan kendala teknis. WHO mengonfirmasi tiga pasien kritis telah dievakuasi dari kapal dan sedang dalam perjalanan menuju Belanda.

Namun, salah satu pesawat medis yang mengangkut pasien sempat ditolak mendarat oleh pemerintah Maroko untuk mengisi bahan bakar.

Akibat penolakan tersebut, pesawat terpaksa dialihkan ke Gran Canaria, Spanyol. Di sana, tim medis sempat menghadapi situasi darurat ketika sistem penyokong hidup (life support) pasien mengalami gangguan teknis, memaksa alat medis tersebut disambungkan sementara ke aliran listrik bandara sambil menunggu pesawat pengganti tiba.

Sifat Virus: Berbeda Jauh dengan COVID-19

Pemerintah Afrika Selatan mengonfirmasi bahwa strain yang menginfeksi para korban adalah strain Andes (Andean strain). Strain ini merupakan satu-satunya jenis Hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia, meski kasusnya sangat langka.

Menanggapi kekhawatiran publik, Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, menegaskan bahwa risiko penularan ke masyarakat luas sangatlah rendah. Ia meminta masyarakat tidak menyamakannya dengan pandemi Covid-1.

"Penularan antarmanusia hanya terjadi melalui kontak fisik yang sangat dekat, seperti berbagi kamar tidur, berbagi kabin kapal, atau saat memberikan perawatan medis langsung. Ini sangat, sangat berbeda dengan COVID-19 ataupun influenza," tegas Van Kerkhove.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:15 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

6 Fakta Penting Hantavirus, Virus Menular yang Mewabah di Kapal Pesiar Mewah

6 Fakta Penting Hantavirus, Virus Menular yang Mewabah di Kapal Pesiar Mewah

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:15 WIB

Bisakah Manusia Bertahan Hidup dari Hantavirus? Ini Gejala Fatalnya

Bisakah Manusia Bertahan Hidup dari Hantavirus? Ini Gejala Fatalnya

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:25 WIB

Apakah Wabah Hantavirus Ada di Indonesia? Viral Tewaskan 3 Penumpang Kapal Pesiar

Apakah Wabah Hantavirus Ada di Indonesia? Viral Tewaskan 3 Penumpang Kapal Pesiar

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:43 WIB

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:51 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB