Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Dinda Rachmawati

Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue (DBD) (Pexels/Pixabay)
baca 10 detik
  • Kasus DBD di Indonesia meningkat tajam dengan siklus lonjakan yang semakin cepat serta membebani ekonomi nasional secara signifikan.
  • PT Takeda Innovative Medicines dan Halodoc menjalin kemitraan strategis pada Pekan Imunisasi Dunia 2026 untuk memperkuat edukasi pencegahan DBD.
  • Pencegahan DBD yang komprehensif, mulai dari pengendalian lingkungan hingga vaksinasi, sangat penting bagi seluruh kelompok usia masyarakat Indonesia.

Hal senada disampaikan Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia, Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, yang menilai DBD memiliki karakteristik unik karena perjalanan penyakitnya sering kali sulit diprediksi.

“Seorang anak dengan gejala awal DBD yang umum, seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga mual atau muntah, kadang dapat terjadi perburukan yang cepat yaitu terjadi perdarahan hebat dan syok. Selain itu dapat terjadi komplikasi lain seperti kejang dan penurunan kesadaran,” ujarnya.

Menurutnya, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang memerlukan perhatian khusus. Sekitar 75 persen kasus DBD terjadi pada kelompok usia 5–44 tahun, sementara proporsi kematian terbesar terjadi pada kelompok usia 5–14 tahun.

Faktor daya tahan tubuh yang masih berkembang dan keterlambatan mengenali gejala turut memengaruhi tingginya risiko tersebut. Karena itu, Prof. Hartono menegaskan pentingnya langkah pencegahan yang dilakukan secara menyeluruh.

Mulai dari pengendalian lingkungan melalui 3M Plus hingga perlindungan tambahan sebagai bagian dari pendekatan komprehensif.

Ia juga menjelaskan bahwa tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami berbagai opsi pencegahan, termasuk imunisasi dengue yang kini direkomendasikan bagi anak usia 4 hingga 18 tahun sesuai persetujuan terbaru BPOM.

“Dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia ini, kami mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan perlindungan diri. Dengan langkah sederhana namun konsisten, kita dapat melindungi diri sendiri sekaligus orang-orang terdekat dari bahaya infeksi DBD,” katanya.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengatakan bahwa dengue dapat berkembang menjadi kondisi serius hingga mengancam jiwa. 

Hingga kini, belum ada obat spesifik untuk menyembuhkan dengue sehingga penanganannya masih berfokus pada pengelolaan gejala.

baca juga

“Karena itu, pencegahan menjadi sangat penting. Sebagai mitra dari Kementerian Kesehatan RI, Takeda berkomitmen untuk terus mendukung upaya menuju ‘Nol Kematian Akibat Dengue pada Tahun 2030’, di antaranya melalui peningkatan pemahaman masyarakat dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Ia menilai kemitraan dengan Halodoc menjadi langkah konkret untuk memperluas jangkauan edukasi masyarakat mengenai pencegahan dengue.

Sementara itu, CEO dan Co-founder Halodoc, Jonathan Sudharta, mengatakan pihaknya berkomitmen mempermudah akses layanan kesehatan terpercaya, termasuk edukasi dan langkah preventif terkait DBD.

“Mengingat besarnya beban penyakit ini, kemitraan kami dengan Takeda hadir untuk memperkuat edukasi medis yang akurat sekaligus memperluas proteksi bagi masyarakat. Upaya ini membuahkan hasil nyata, di mana akses layanan vaksinasi DBD di Halodoc melonjak hampir dua kali lipat pada kuartal I 2026 dibandingkan kuartal IV 2025,” katanya.

Perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu membuat risiko penyebaran DBD semakin tinggi. Karena itu, pencegahan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan terintegrasi mulai dari pengendalian lingkungan, peningkatan kesadaran masyarakat, hingga pemanfaatan inovasi kesehatan. 

Momentum Pekan Imunisasi Dunia pun menjadi pengingat bahwa perlindungan kesehatan perlu dimulai sebelum penyakit datang, agar masyarakat dapat terlindungi secara lebih optimal dari ancaman DBD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

Cara Mencegah DBD Sejak Dini, Terapkan 5 Kebiasaan Sederhana Ini

Cara Mencegah DBD Sejak Dini, Terapkan 5 Kebiasaan Sederhana Ini

Lifestyle | Senin, 20 April 2026 | 11:55 WIB

Waspada Masa Pancaroba: Kasus DBD Melonjak Tajam, Ini Cara Tepat Mencegahnya di Rumah

Waspada Masa Pancaroba: Kasus DBD Melonjak Tajam, Ini Cara Tepat Mencegahnya di Rumah

Lifestyle | Senin, 20 April 2026 | 11:40 WIB

Terkini

KPR Fiktif Disorot OJK, Pengawasan Penyaluran Kredit Jadi Perhatian

KPR Fiktif Disorot OJK, Pengawasan Penyaluran Kredit Jadi Perhatian

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 07:54 WIB

Lolos dari Maut Masalembo: Kisah Koki KM Virgo Bertahan 9 Jam Sambil Menelan Air Laut Campur Solar

Lolos dari Maut Masalembo: Kisah Koki KM Virgo Bertahan 9 Jam Sambil Menelan Air Laut Campur Solar

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 07:50 WIB

Perkuat Layanan BNPL Digital, Indodana Finance Dapat Pendanaan Rp700 Miliar

Perkuat Layanan BNPL Digital, Indodana Finance Dapat Pendanaan Rp700 Miliar

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 07:47 WIB

Heboh Isu Larangan Memakai Jilbab Saat Wawancara Magang di Solo Safari, PKS Turun Langsung

Heboh Isu Larangan Memakai Jilbab Saat Wawancara Magang di Solo Safari, PKS Turun Langsung

Surakarta | Selasa, 22 September 2026 | 07:47 WIB

Daftar 3 Media Gugat Donald Trump karena Dilarang Liputan di Gedung Putih

Daftar 3 Media Gugat Donald Trump karena Dilarang Liputan di Gedung Putih

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:46 WIB

Perintah Prabowo! Izin Konsesi 5 Perusahaan di Kalimantan Langsung Dicabut Kemenhut

Perintah Prabowo! Izin Konsesi 5 Perusahaan di Kalimantan Langsung Dicabut Kemenhut

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:46 WIB

Wildspeak: Ketika Alam Mengajarkan Anak Menciptakan Bahasa Sendiri

Wildspeak: Ketika Alam Mengajarkan Anak Menciptakan Bahasa Sendiri

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:45 WIB

Regulasi IHSG Baru dan Sentimen Suku Bunga BI: Analis Rekomendasikan Saham-saham Ini

Regulasi IHSG Baru dan Sentimen Suku Bunga BI: Analis Rekomendasikan Saham-saham Ini

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 07:39 WIB

Den Baguse Ngarso Punya Kebiasaan Kaul Prihatin Tidur di Teras, Sempat Dipijat Sebelum Meninggal

Den Baguse Ngarso Punya Kebiasaan Kaul Prihatin Tidur di Teras, Sempat Dipijat Sebelum Meninggal

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 07:38 WIB

K-Pop Makin Dekat dengan Teknologi Smartphone, Oppo Andalkan Kamera 50MP dan AI di Reno16

K-Pop Makin Dekat dengan Teknologi Smartphone, Oppo Andalkan Kamera 50MP dan AI di Reno16

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 07:35 WIB

×