Terobosan Baru Penanganan Kanker Prostat, Operasi Robotik Bikin Pemulihan Lebih Cepat

Vania Rossa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39 WIB
Terobosan Baru Penanganan Kanker Prostat, Operasi Robotik Bikin Pemulihan Lebih Cepat
Ilustrasi kanker prostat. (Elements Envato)
baca 10 detik
  • Singapore General Hospital mengembangkan pendekatan tanpa biopsi, biopsi transperineal aman, dan operasi robotik minim sayatan untuk kanker prostat.
  • Pria berusia 45 tahun ke atas disarankan melakukan tes darah PSA rutin karena stadium awal kanker sering tanpa gejala.
  • Sekitar 90 persen pasien operasi robotik SGH dapat pulang dalam 23 jam dan melakukan kontrol lanjutan jarak jauh.

Biopsi Kini Jauh Lebih Aman

Bila biopsi tetap diperlukan, teknologinya pun telah berkembang.

Metode lama mengambil sampel jaringan melalui rektum sehingga berisiko membawa bakteri masuk ke prostat dan menyebabkan infeksi.

Kini, SGH menggunakan robotic-assisted transperineal biopsy, yaitu biopsi melalui kulit di area antara skrotum dan anus. Jalur ini jauh lebih bersih sehingga risiko infeksi menurun drastis.

Teknologi yang dikembangkan di Singapura tersebut kini telah digunakan di berbagai negara Asia, Australia, hingga Eropa.

Operasi Robotik dengan Sayatan Lebih Sedikit

Bagi banyak pasien, kata "operasi" masih terdengar menakutkan. Padahal, teknik operasi kanker prostat saat ini sudah sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

SGH menggunakan operasi robotik dengan pendekatan extraperitoneal, yaitu dilakukan tanpa melewati rongga perut tempat usus berada.

Dengan cara ini, gangguan pada saluran pencernaan menjadi lebih minimal sehingga pasien biasanya lebih cepat makan, berjalan, dan pulih.

baca juga

"Tujuan kami adalah membuat operasi menjadi lebih aman, nyaman, dan pemulihan berlangsung lebih cepat," ujar A/Prof John.

Tak hanya itu, jumlah sayatan juga jauh lebih sedikit. Jika operasi robotik konvensional membutuhkan lima hingga enam sayatan, teknik terbaru di SGH memungkinkan tindakan dilakukan hanya melalui satu hingga tiga sayatan kecil pada pasien yang memenuhi syarat.

Bekas luka menjadi lebih kecil, rasa nyeri berkurang, dan proses penyembuhan berlangsung lebih cepat.

Bisa Pulang di Hari yang Sama

Hal yang dulu terasa mustahil kini menjadi kenyataan.

Sekitar 90 persen pasien yang menjalani operasi robotik kanker prostat di SGH memenuhi syarat untuk pulang dalam waktu kurang dari 23 jam setelah operasi.

Namun, keputusan pulang bukan karena ingin mempercepat pergantian tempat tidur rumah sakit.

"Kami hanya mengizinkan pasien pulang bila mereka sudah bisa makan, minum, berjalan sendiri, nyerinya terkendali, dan tidak ada tanda komplikasi," tegas A/Prof John.

Bagi pasien internasional, termasuk dari Indonesia, pasien umumnya tetap berada di Singapura sekitar 10 hari hingga kateter dilepas dan dokter memastikan kondisi benar-benar stabil sebelum diperbolehkan terbang pulang.

Perawatan Tak Berhenti Setelah Operasi

Setelah kembali ke negara asal, pasien tidak harus selalu datang lagi ke Singapura.

Kontrol lanjutan umumnya dilakukan sekitar dua bulan setelah operasi melalui pemeriksaan PSA. Hasil tes dapat dilakukan di negara asal lalu dikirim kepada tim dokter SGH untuk dievaluasi.

Jika ditemukan kondisi yang memerlukan pemeriksaan langsung, barulah pasien disarankan kembali ke Singapura.

Sebagai rumah sakit tertua sekaligus flagship hospital dalam jaringan SingHealth, SGH memiliki sekitar 20 dokter spesialis urologi yang menangani berbagai penyakit saluran kemih dan reproduksi pria.

Setiap tahun, rumah sakit ini melakukan sekitar 300 operasi kanker prostat, dengan sekitar 20–30 persen pasien berasal dari luar negeri.

Selain memberikan layanan klinis, SGH juga aktif melakukan penelitian dan mengembangkan teknologi baru, termasuk sistem biopsi robotik yang kini telah digunakan di berbagai negara.

Bagi masyarakat awam, pesan terpenting bukanlah soal secanggih apa teknologi yang tersedia, melainkan pentingnya tidak menunggu gejala muncul.

Sebab, semakin cepat kanker prostat ditemukan, semakin besar peluang pasien menjalani pengobatan yang lebih ringan, pemulihan yang lebih cepat, dan kualitas hidup yang tetap terjaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI

Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI

News | Sabtu, 25 April 2026 | 15:29 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×