Tak Selalu Operasi Besar, Ini Teknologi Modern untuk Mengatasi Batu Ginjal

Vania Rossa

Senin, 10 Agustus 2026 | 15:38 WIB
Tak Selalu Operasi Besar, Ini Teknologi Modern untuk Mengatasi Batu Ginjal
Ilustrasi batu ginjal. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Singapore General Hospital menggunakan teknologi medis modern seperti laser dan gelombang kejut untuk mengatasi batu ginjal secara minim invasif.
  • Berbagai metode seperti ureteroskopi dan PCNL disesuaikan berdasarkan ukuran, lokasi batu, serta kondisi kesehatan masing-masing pasien.
  • Sepanjang tahun 2025, Singapore General Hospital sukses menangani ratusan pasien batu ginjal dengan masa pemulihan yang sangat singkat.

“Flexible ureteroscopy memungkinkan kami mencapai sebagian besar area di dalam ginjal melalui saluran kemih alami. Dengan bantuan laser, batu dapat dipecah dan kemudian dikeluarkan,” ujar Dr Du.

Banyak pasien dapat pulang pada hari yang sama atau setelah satu malam menjalani perawatan.

Laser Membuat Batu Lebih Mudah Dihancurkan

Laser menjadi salah satu teknologi penting dalam pengobatan batu ginjal modern.

Serat laser yang sangat kecil dimasukkan melalui ureteroskop. Energinya kemudian diarahkan langsung ke batu untuk memecahnya.

Batu dapat dihancurkan menjadi potongan yang bisa diambil atau menjadi partikel yang lebih halus.

“Laser modern memungkinkan kami menangani batu dengan ukuran dan tingkat kekerasan yang berbeda. Teknik yang digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik batu dan kondisi pasien,” kata Dr Du.

Ada Sistem yang Bisa Mengisap Serpihan Batu

Perkembangan lainnya adalah penggunaan sistem yang menggabungkan irigasi dan suction, atau aliran cairan dan pengisapan.

baca juga

Selama prosedur, cairan dialirkan untuk menjaga pandangan kamera tetap jelas. Sistem suction kemudian membantu mengeluarkan serpihan batu.

Teknologi ini juga dapat membantu mengontrol tekanan di dalam ginjal.

“Pengaturan tekanan di dalam ginjal merupakan bagian penting selama prosedur. Sistem irigasi dan suction membantu menjaga pandangan, mengeluarkan fragmen batu, dan membuat prosedur lebih terkendali,” jelas Dr Du.

Di SGH, kombinasi teknologi tersebut telah digunakan untuk menangani sejumlah batu berukuran besar dan keras secara lebih efektif.

SGH Lakukan Lebih dari 430 Prosedur Ureteroskopi pada 2025

Sepanjang 2025, Singapore General Hospital melakukan lebih dari 430 prosedur ureteroskopi dengan laser untuk menangani batu saluran kemih.

Lebih dari 80 persen pasien menjalani rawat inap selama satu hari atau kurang. Hampir 60 persen pasien bahkan dapat pulang pada hari yang sama setelah prosedur.

Meski demikian, lama perawatan tetap bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Kalau Batunya Sangat Besar, Ada PCNL

Untuk batu ginjal yang sangat besar atau kompleks, dokter dapat menggunakan percutaneous nephrolithotomy (PCNL).

Berbeda dengan ureteroskopi yang dilakukan melalui saluran kemih, PCNL menggunakan akses kecil melalui kulit di bagian punggung langsung menuju ginjal.

Melalui akses tersebut, kamera khusus dan alat untuk menghancurkan batu dimasukkan ke dalam ginjal.

“PCNL memungkinkan kami mengakses ginjal secara langsung sehingga batu yang besar dapat dihancurkan dan dikeluarkan dengan lebih efektif,” kata Dr Du.

Mini-PCNL: Lubangnya Lebih Kecil

PCNL kemudian berkembang menjadi teknik mini-PCNL yang menggunakan akses lebih kecil.

PCNL konvensional dapat menggunakan saluran sekitar 26 French atau kurang lebih 9 milimeter. Pada mini-PCNL, ukuran akses dapat diperkecil menjadi sekitar 18 French atau sekitar 6 milimeter.

Meski perbedaannya hanya beberapa milimeter, akses yang lebih kecil dapat mengurangi trauma terhadap ginjal.

Keuntungannya antara lain potensi perdarahan yang lebih rendah, nyeri yang lebih ringan, pemulihan lebih cepat, dan lama rawat inap yang lebih singkat.

“Dengan mini-PCNL, kami berusaha mempertahankan kemampuan untuk mengeluarkan batu berukuran besar sekaligus mengurangi trauma dari akses operasi,” jelas Dr Du.

Tak Semua Pasien Membutuhkan Selang

Dalam PCNL konvensional, pasien biasanya dipasang nephrostomy tube, yaitu selang yang keluar melalui punggung untuk membantu mengalirkan urine dan mendukung proses pemulihan setelah tindakan.

Namun, pada pasien tertentu, dokter dapat melakukan tubeless PCNL, yaitu PCNL tanpa pemasangan selang drainase tersebut.

Keputusan ini bergantung pada hasil operasi, jumlah perdarahan, kondisi ginjal, serta kondisi pasien secara keseluruhan.

Jika memenuhi kriteria, pasien dapat merasakan pemulihan yang lebih nyaman dan berpotensi menjalani rawat inap lebih singkat.

Batu Kompleks Bisa Ditangani dari Dua Arah

Untuk batu yang sangat besar atau kompleks, SGH juga menggunakan endoscopic combined intrarenal surgery (ECIRS).

Teknik ini menggabungkan flexible ureteroscopy melalui saluran kemih dengan PCNL melalui akses kecil dari punggung.

Dengan dua jalur tersebut, dokter dapat menangani batu dari dua arah secara bersamaan.

“ECIRS memungkinkan kami menggabungkan dua pendekatan dalam satu prosedur. Pada pasien tertentu, hal ini dapat meningkatkan peluang membersihkan batu yang kompleks dalam satu sesi,” ujar Dr Du.

Teknik tersebut juga dapat mengurangi kebutuhan untuk melakukan beberapa operasi pada sebagian pasien.

Apakah Batu Pasti Bisa Bersih dalam Sekali Operasi?

Jawabannya, tidak selalu. Dokter memang berusaha menghilangkan sebanyak mungkin batu dalam satu prosedur. Namun, memaksakan seluruh batu keluar dalam satu operasi belum tentu menjadi pilihan paling aman.

Batu yang sangat besar, keras, atau berada di lokasi sulit dapat meningkatkan kompleksitas tindakan.

Membuat banyak akses ke ginjal juga dapat meningkatkan risiko perdarahan dan komplikasi.

“Tujuan utama bukan memaksakan batu harus bersih total dalam satu operasi, tetapi mencapai hasil yang optimal dengan risiko serendah mungkin bagi pasien,” tegas Dr Du.

Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin memilih membersihkan sebagian besar batu terlebih dahulu dan merencanakan tindakan lanjutan untuk sisa batu.

Teknologi Bukan Pengganti Penilaian Dokter

Kemajuan teknologi memang membuat pengobatan batu ginjal semakin minim invasif. Namun, bukan berarti semua pasien otomatis membutuhkan teknologi atau prosedur yang sama.

Dokter tetap perlu melihat ukuran dan lokasi batu, tingkat kekerasannya, kondisi ginjal, adanya infeksi atau sumbatan, serta kesehatan pasien secara keseluruhan.

Dengan pendekatan yang tepat, tujuan pengobatan bukan hanya mengeluarkan batu, tetapi juga menjaga fungsi ginjal dan membantu pasien pulih dengan lebih cepat.

“Teknologi memberi kami lebih banyak pilihan, tetapi keputusan akhirnya tetap harus berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien,” pungkas Dr Du Jingzeng dari Department of Urology, Singapore General Hospital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iqbal Ramadhan Totalitas Perankan Ijal di Film Operasi Pesta Copet

Iqbal Ramadhan Totalitas Perankan Ijal di Film Operasi Pesta Copet

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Kanker Ginjal Tak Selalu Harus Dioperasi, Penanganannya Kini Lebih Personal

Kanker Ginjal Tak Selalu Harus Dioperasi, Penanganannya Kini Lebih Personal

Health | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Hutama Karya Perkuat Operasi ODOL, Jaring 505 Kendaraan Melanggar Sepanjang Januari-Juli 2026

Hutama Karya Perkuat Operasi ODOL, Jaring 505 Kendaraan Melanggar Sepanjang Januari-Juli 2026

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Terkini

Danantara Housing Expo 2026: BRI Tawarkan KPR Dengan Bunga Mulai 2,75%

Danantara Housing Expo 2026: BRI Tawarkan KPR Dengan Bunga Mulai 2,75%

Riau | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Starting XI Belanda Kelahiran Indonesia Era Kolonial: Lengkap dengan Data Lahir dan Jejak Timnas

Starting XI Belanda Kelahiran Indonesia Era Kolonial: Lengkap dengan Data Lahir dan Jejak Timnas

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:41 WIB

Sinopsis The Affair was Just the Beginning, Rahasia Kelam dari Pasutri Kaya

Sinopsis The Affair was Just the Beginning, Rahasia Kelam dari Pasutri Kaya

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Tak Selalu Operasi Besar, Ini Teknologi Modern untuk Mengatasi Batu Ginjal

Tak Selalu Operasi Besar, Ini Teknologi Modern untuk Mengatasi Batu Ginjal

Health | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Danantara Housing Expo 2026, BRI Dukung Program 3 Juta Rumah

Danantara Housing Expo 2026, BRI Dukung Program 3 Juta Rumah

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Rupiah Jadi yang Paling Perkasa di Asia

Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Rupiah Jadi yang Paling Perkasa di Asia

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Polisi Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Binjai, Bidan PNS dan Anaknya Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Binjai, Bidan PNS dan Anaknya Ditangkap

Sumut | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Ini Tema Hari Pramuka 2026 ke-65, Cek Link Download Logo di Sini

Ini Tema Hari Pramuka 2026 ke-65, Cek Link Download Logo di Sini

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Temukan Titik Karhutla di Sumsel, Ekspedisi Hutan Merdeka Sudah Tempuh 900 Km

Temukan Titik Karhutla di Sumsel, Ekspedisi Hutan Merdeka Sudah Tempuh 900 Km

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Pasar Modal RI Sukses Himpun Dana Rp 125 T di Semester I 2026, Jumlah Investor 28 Juta

Pasar Modal RI Sukses Himpun Dana Rp 125 T di Semester I 2026, Jumlah Investor 28 Juta

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:25 WIB

×