- Morinaga menyelenggarakan pameran interaktif Dunia Generasi Platinum di Senayan Park, Jakarta, pada 24 hingga 26 Juli 2026.
- Acara tersebut dihadiri lebih dari 6.000 pengunjung dan bertujuan mengajak orang tua mendukung eksplorasi tumbuh kembang anak.
- Rangkaian kegiatan edukatif serupa akan segera dilanjutkan ke berbagai kota besar lainnya di seluruh wilayah Indonesia.
Suara.com - Setiap orang tua tentu ingin melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan memiliki masa depan yang baik. Namun, keinginan tersebut terkadang tanpa disadari berubah menjadi tuntutan. Anak diharapkan cepat bisa, selalu berprestasi, atau memiliki kemampuan tertentu sejak dini.
Padahal, masa kanak-kanak juga merupakan waktu untuk bermain, mencoba berbagai hal, melakukan kesalahan, kemudian belajar dari pengalaman tersebut. Memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi dunia di sekitarnya justru dapat menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembangnya.
Pesan inilah yang coba diangkat melalui Dunia Generasi Platinum: Door of Future – Advanced Intelligence Lab yang digelar Morinaga pada 24–26 Juli 2026 di The Dome, Senayan Park, Jakarta.
Kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman interaktif yang mengajak anak dan orang tua mengeksplorasi beragam potensi dengan cara yang menyenangkan.
Mengusung pesan “Children Aren’t Meant to Be Perfect. They’re Meant to Be Children,” kegiatan tersebut mengajak orang tua melihat proses tumbuh kembang anak dari sudut pandang yang lebih luas.
Anak tidak selalu harus diarahkan untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal. Mereka juga membutuhkan kesempatan untuk menemukan sendiri hal-hal yang disukai dan membuat mereka penasaran.
Brand Group Manager Morinaga, Gregorius Daru, mengatakan setiap anak memiliki potensi yang berbeda sehingga tidak ada satu cara yang bisa diterapkan kepada semua anak.
“Kami ingin menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan tidak ada satu cara yang sama untuk menjadi hebat. Dengan memberikan ruang untuk bereksplorasi sejak dini, kami berharap anak dapat tumbuh dengan lebih percaya diri dan menemukan potensi terbaik yang mereka miliki,” ujar Daru.
Memberikan ruang eksplorasi bukan berarti orang tua membiarkan anak berjalan tanpa arahan. Justru, peran orang tua tetap penting sebagai pendamping. Orang tua dapat hadir untuk mengamati, memberikan dukungan, sekaligus memastikan anak merasa aman ketika mencoba sesuatu yang baru.
Misalnya, ketika anak tertarik menggambar, orang tua tidak harus langsung menilai apakah hasilnya bagus atau tidak. Biarkan mereka memilih warna, membuat bentuk sesuai imajinasi, bahkan menggambar sesuatu yang mungkin bagi orang dewasa terlihat tidak biasa.
Dari proses sederhana tersebut, anak belajar mengambil keputusan dan mengekspresikan dirinya. Begitu pula ketika anak mencoba permainan baru dan belum berhasil.
Alih-alih langsung membantu atau meminta mereka melakukan dengan cara tertentu, orang tua bisa memberikan kesempatan untuk mencoba kembali.
“Manajemen proses tumbuh kembang anak bukan tentang membuat mereka sempurna, tetapi memberikan kesempatan bagi mereka untuk bermain, mencoba, bereksplorasi, dan menemukan potensi terbaik dalam dirinya,” menjadi semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut.
Antusiasme keluarga terhadap pendekatan ini terlihat dari penyelenggaraan di Jakarta. Selama tiga hari, lebih dari 6.000 pengunjung hadir dan mengikuti berbagai pengalaman interaktif yang dirancang untuk mengeksplorasi potensi anak.
Perjalanan Dunia Generasi Platinum pun tidak berhenti di Jakarta. Rangkaian kegiatan selanjutnya direncanakan hadir di Surabaya dan Medan dalam kategori Big DGP, serta Makassar dan Yogyakarta melalui format Medium DGP.
Sementara pengalaman Mini DGP akan menjangkau sejumlah kota, termasuk Palembang, Banjarmasin, Pekanbaru, Bandung, Jabodetabek, Semarang/Solo, Denpasar, Malang, dan Batam.
“Perjalanan Dunia Generasi Platinum tidak berhenti di Jakarta. Kami ingin membawa pengalaman ini ke lebih banyak kota dan keluarga Indonesia, sehingga semakin banyak anak mendapatkan kesempatan untuk mencoba, bereksplorasi, dan menemukan potensi yang mereka miliki,” kata Daru.
Pada akhirnya, mendampingi anak tumbuh bukan tentang seberapa cepat mereka mencapai sesuatu. Terkadang, hal paling berarti yang dapat diberikan orang tua adalah kesempatan untuk mencoba, kebebasan untuk penasaran, serta keyakinan bahwa mereka tetap diterima meski belum berhasil.
Sebab, dari proses mencoba itulah anak belajar mengenal dirinya sendiri. Dan dari keberanian untuk mencoba hal-hal baru, bisa jadi mereka menemukan kemampuan yang selama ini belum pernah terlihat.