WHO Sebut Tak Perlu Vaksinasi Massal Cacar Monyet, Ini Alasannya

Indotnesia

Kamis, 26 Mei 2022 | 10:00 WIB
WHO Sebut Tak Perlu Vaksinasi Massal Cacar Monyet, Ini Alasannya
Freepik

Indotnesia - Setelah menghadapi pandemi virus Covid-19, dunia kembali gempar dengan fenomena penyakit cacar monyet yang melanda sejumlah negara di dunia. Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut vaksinasi massal cacar monyet tidak diperlukan.

Virus cacar monyet atau monkeypox menyerang penduduk di Eropa dan Amerika Serikat, yang membuat negara-negara itu melakukan evaluasi terkait suplai vaksin dan kemungkinan perawatan kesehatan.

Kepada Reuters, pejabat senior WHO sekaligus Kepala Tim Ancaman Patogen WHO Eropa, Richard Pebody, menyebutkan pasokan vaksin dan antivirus memang masih relatif terbatas.

Namun, dia menyebutkan wabah cacar monyet di luar Afrika tidak memerlukan vaksinasi massal. Menurutnya, langkah-langkah seperti menjaga kebersihan dan aktivitas seksual yang aman akan membantu mengendalikan penyebaran penyakit tersebut.

"Ini tentang perilaku seksual yang aman, kebersihan yang baik, rajin cuci tangan, maka kegiatan itu akan membantu menekan transmisi virus," katanya kepada Reuters awal pekan ini.

Pernyataan tersebut ia lontarkan setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS sedang merilis vaksin Jynneos untuk mengatasi kasus cacar monyet.

Pemerintah negara-negara di Eropa juga tengah merumuskan kebijakan guna menangani penyakit tersebut. Di Jerman, pemerintah sedang mempertimbangkan opsi untuk vaksinasi. Sementara pemerintah Inggris menawarkan peningkatan jumlah tenaga kesehatan. 

Peabody menyebutkan ada banyak kasus yang tidak terdeteksi. Belum jelasnya penyebab melonjaknya kasus cacar monyet membuat banyak pihak khawatir, terlebih akan ada banyak acara yang berpotensi mengumpulkan massa digelar pada musim panas ini.

"Jadi, kami hanya melihat puncak dari gunung es," ujar Peabody.

"Saya nggak bilang agar orang-orang tidak menikmati waktu, tapi jangan datang ke acara-acara (dengan massa banyak)," imbuhnya.

Melansir The Washington Post, WHO memiliki stok vaksin cacar monyet sekitar 31 juta dosis. Sejauh ini penyebab masifnya penularan cacar monyet belum dapat diketahui, padahal masyarakat baru saja menghadapi pandemi virus corona.

Meski demikian, pejabat kesehatan menekankan virus cacar monyet bukanlah baru. Namun satu hal yang jadi pertanyaan, serentetan kasus terbaru menunjukkan banyak yang tidak terkait dengan riwayat perjalanan ke Afrika.

Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus cacar monyet, yang merupakan anggota genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae. Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak dekat dengan luka, cairan tubuh, droplet, dan benda yang terkontaminasi seperti tempat tidur.

WHO menjelaskan cacar monyet termasuk penyakit zoonosis yang utamanya terjadi di daerah hutan hujan tropis di Afrika Tengah dan Afrika Barat, dan menular ke wilayah lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:22 WIB

Baru Ada di Jakarta dan Jogja, Menkes Dorong Layanan Transplantasi Hati Hadir di 34 Provinsi

Baru Ada di Jakarta dan Jogja, Menkes Dorong Layanan Transplantasi Hati Hadir di 34 Provinsi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:16 WIB

Jemaah Haji dari Tuban  Ini Berbagi: Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah yang Tenang

Jemaah Haji dari Tuban Ini Berbagi: Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah yang Tenang

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:34 WIB

Cintai Tubuhmu: Mengapa Kesehatan Mental Jauh Lebih Penting daripada Angka di Timbangan

Cintai Tubuhmu: Mengapa Kesehatan Mental Jauh Lebih Penting daripada Angka di Timbangan

Your Say | Senin, 01 Juni 2026 | 19:10 WIB

Ketika Tubuhmu Sehat tapi Hidupmu Tetap Terasa Kosong

Ketika Tubuhmu Sehat tapi Hidupmu Tetap Terasa Kosong

Your Say | Senin, 01 Juni 2026 | 11:56 WIB

Kemenkes Akan Loloskan Aturan Standardisasi Kemasan, Pedagang Kaki Lima Terbebani dan Tegas Menolak

Kemenkes Akan Loloskan Aturan Standardisasi Kemasan, Pedagang Kaki Lima Terbebani dan Tegas Menolak

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:00 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB

Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?

Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?

Lifestyle | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:29 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Perubahan Iklim Diprediksi Perparah Polusi Udara di Musim Kemarau, Kenapa?

Perubahan Iklim Diprediksi Perparah Polusi Udara di Musim Kemarau, Kenapa?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:35 WIB

Terkini

Puluhan Lansia di Prabumulih Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Menjaga Tetap Sehat di Usia Senja

Puluhan Lansia di Prabumulih Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Menjaga Tetap Sehat di Usia Senja

Sumsel | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:49 WIB

Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026

Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:34 WIB

Mengapa Jakarta Masih Berpotensi Hujan Saat Musim Kemarau? BMKG Jelaskan Penyebabnya

Mengapa Jakarta Masih Berpotensi Hujan Saat Musim Kemarau? BMKG Jelaskan Penyebabnya

Jakarta | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:25 WIB

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:11 WIB

Javaco Hadir di Palembang, Pengrajin Lokal Jadi Fokus Lewat Program Suara Jagoan

Javaco Hadir di Palembang, Pengrajin Lokal Jadi Fokus Lewat Program Suara Jagoan

Sumsel | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:04 WIB

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akhir Penantian 40 Hari, 443 Jemaah Haji Asal OKU Timur Kembali ke Pelukan Keluarga

Akhir Penantian 40 Hari, 443 Jemaah Haji Asal OKU Timur Kembali ke Pelukan Keluarga

Sumsel | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:51 WIB

Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?

Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?

Kalbar | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:42 WIB

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:42 WIB

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:36 WIB