Indotnesia - Ruben Onsu dikabarkan masuk rumah sakit dan harus di rawat di ICU akibat darah rendah atau hipotensi akibat kelelahan. Kerap disepelekan, penyakit hipotensi bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik.
Hipotensi adalah kondisi tekanan darah rendah dengan indikator kurang dari 90 milimeter merkuri (mm Hg) untuk angka atas (sistolik) atau 60 milimeter merkuri (mm Hg) untuk angka bawah (diastolik).
Meski begitu, angka tersebut tidak bisa menjadi patokan seseorang dapat terkena tekanan darah rendah. Pasalnya, tekanan darah memiliki perubahan naik-turun sepanjang hari tergantung pada tingkat stres dan makanan yang dikonsumsi.
"Ada beberapa pasien yang tekanan darahnya normal 90/60 dan mereka tidak memiliki gejala apapun, jadi ini tidak akan dianggap tekanan darah rendah bagi mereka," kata Joyce Oen-Hsiao, mD, direktur kardiologi klinis Yale Medicine dan asisten kedokteran klinis di Yale School of Medicine, dikutip dari Suara.com.
Dilansir dari Suara.com, Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi, dr. Tunggul D. Situmorang, SpPD-KGH FINASIM mengatakan setiap tahunnya ada hampir 9,5 juta kasus hipotensi. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan bahaya.
Penyakit ini bisa menjadi parah dan dapat menyebabkan tubuh mengalami syok hingga membuat otak dan organ lainnya tidak berfungsi maksimal. Oleh karena itu, kenali gejalanya agar tidak sampai berakibat fatal seperti yang dilansir dari Insider berikut ini.
Gejala Hipotensi
1. Mual
2. Pingsan
3. Kelelahan
4. Kurang konsentrasi
5. Pusing
6. Penglihatan kabur
Selain itu, untuk gejala yang lebih parah dapat memicu sejumlah gejala tambahan lainnya yaitu:
1. Warna kulit pucat
2. Denyut nadi lemah dan cepat
3. Pernapasan dangkal
4. Warna kulit pucat
5. Kebingungan
Hipotensi juga dapat memicu gejala penyakit komorbid, seperti anemia, sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut salah satunya melakukan tes darah.
Sementara dilansir dari Mayoclinic, hipotensi dapat diatasi dengan sejumlah cara berikut ini.
Cara Mengatasi Hipotensi
Konsumsi tambahan garam
Penderita darah rendah disarankan untuk mengonsumsi garam agar meningkatkan tekanan darah. Meski diperbolehkan, konsumsi garam harus disesuaikan dengan kebutuhan agar seimbang. Pasalnya, jika berlebihan justru akan menyebabkan gagal jantung, terutama bagi orang dewasa.
Minum lebih banyak air putih
Air putih dapat mengatasi dehidrasi sebagai salah satu penyebab hipotensi. Selain itu, juga dapat menambah cairan dalam darah.
Konsumsi obat medis
Sejumlah obat medis tersedia untuk mengatasi tekanan darah rendah yang biasanya dapat terjadi ketika berdiri atau disebut orthostatic hypotension. Agar mendapatkan penanganan obat yang tepat, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan petugas medis.
The American Heart Association mengkategorikan tekanan darah ideal umumnya berada di bawah 120/80 mm Hg.
Penyebab tekanan darah juga bisa terjadi karena berbagai hal tergantung pada keadaan, seperti: posisi tubuh, pernapasan, makanan dan minuman yang dikonsumsi, efek obat, kondisi fisik serta stress.
Pada umumnya tekanan darah akan rendah pada malam hari dan meningkat setelah bangun tidur. Selain itu, kondisi kesehatan dan penggunaan obat juga dapat menjadi penyebab tekanan darah rendah.
Itulah pengertian, gejala, dan cara mengatasi hipotensi agar tidak berakibat fatal. Selalu pastikan untuk melakukan cek kesehatan agar memastikan tubuh tetap bugar ya!