Varian Omicron Bikin Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Dokter Ungkap Gejalanya

Indotnesia Suara.Com
Selasa, 14 Juni 2022 | 16:47 WIB
Varian Omicron Bikin Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Dokter Ungkap Gejalanya
Pixabay/maffiemaffie

Indotnesia - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah masuk Indonesia dan menyebabkan kenaikan kasus Covid-19. Transmisi lokal juga sudah terjadi dan ditemukan 8 pasien terpapar.

Dari 8 pasien tersebut, 3 di antaranya merupakan imported case dari Mauritius, Amerika Serikat dan Brasil. 

Menkes Budi menjelaskan, 3 pasien tersebut datang saat acara Global Platform for Disaster Risk Reduction (23-28 Mei 2022) di Bali. Sementara lima kasus lainnya merupakan transmisi lokal yang terdeteksi di Jakarta dan Bali.

Tak hanya di Indonesia, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 juga membuat sejumlah negara mengalami peningkatan kasus Covid-19. 

Meski begitu, Budi mengatakan puncak kenaikan kasus, tingkat hospitalisasi, dan tingkat kematian jauh lebih rendah dibandingkan subvarian Omicron yang sebelumnya terdeteksi. 

“Kami amati, khususnya di Afrika Selatan tempat varian BA.4 dan BA.5 pertama kali teridentifikasi, hasilnya puncak dari penularan BA.4 dan BA.5 sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron (subvarian sebelumnya),” ujar Budi dalam Konferensi Pers yang di Kantor Presiden, Jakarta pada Senin (13/6/2022), dikutip dari Suara.com.

“Kasus hospitalisasinya juga sepertiga dari Delta dan Omicron, sedangkan kasus kematiannya sepersepuluh dari Delta dan Omicron,” imbuhnya.

Menanggapi subvarian omicron baru, dokter spesialis paru RSUP Persahabatan Jakarta, Dr. dr. Erlina Burhan, MSc., Sp.P(K) menyebut pasien yang terpapar rata-rata hanya mengalami gejala ringan bahkan tak bergejala.

Menurutnya, kondisi pasien terpapar varian Omicron BA.4 dan BA.5 yang rata-rata hanya bergejala ringan dipengaruhi oleh vaksin Covid-19.

“Kita lihat disini jangan-jangan mereka hanya bergejala ringan semua karena memang sudah divaksin, karena tidak ada kasus yang belum divaksin yang dilaporkan,” ungkapnya, seperti dikutip dari Suara.com.

Diketahui, gejala varian Omicron sejauh ini mirip dengan flu biasa, seperti sakit kepala, pilek, sakit tenggorokan, kelelahan, dan bersin seperti saat akan terkena flu. Selain itu, gejala lainnya yang tak biasa adalah muntah dan kehilangan selera makan.

Meski memiliki tingkat kematian lebih rendah, varian baru Omicron tersebut terbukti lebih cepat menular dibandingkan varian lain serta bisa menghindari sistem antibodi.

Oleh karena itu, sejumlah tenaga kesehatan dan peneliti terus mengimbau masyarakat agar tetap disiplin protokol kesehatan. Sedangkan bagi orang yang mengalami gejala flu biasa, disarankan untuk melakukan tes Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI