Sejarah Jalan Raya Pantura: Dulu Jadi Alternatif, Kini Sepi Sejak Ada Tol Cipali

Indotnesia | Suara.com

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:00 WIB
Sejarah Jalan Raya Pantura: Dulu Jadi Alternatif, Kini Sepi Sejak Ada Tol Cipali
Jalur Pantura yang berada di Kota Semarang. (ANTARA/Wisnu Adhi)

Indotnesia - Yuni Shara sempat membuat sejumlah warganet kaget saat dirinya mengaku sebagai anak pantura. Hal itu ditulisnya di kolom keterangan foto yang diunggahnya lewat akun Instagram pribadi @yunishara36.

Foto yang diunggahnya tersebut diduga diambil saat Yuni Shara sedang berhenti di kawasan sekitar Pantura. 

Membaca keterangan foto itu, ada seorang warganet yang menyebut bahwa artis berusia 50 tahun itu merupakan idola para supir truk, apalagi saat dirinya mengaku sebagai anak pantura.

Pasalnya, Pantura dikenal sebagai jalur alternatif bagi supir truk muatan sekaligus memiliki banyak rest area atau kawasan tempat pemberhentian yang luas dan ramah di kantong.

Berbicara tentang Pantura, tak lepas dari keterkaitannya sebagai primoda alternatif jalur mudik penduduk Jawa yang menghubungkan Cilegon-Jakarta-Semarang-Surabaya-Banyuwangi.

Pantura atau dikenal dengan Jalur Pantura merupakan singkatan dari Pantai Utara Jawa dengan nama resmi Jalan Nasional Rute 1. 

Jalan raya ini memiliki panjang sekitar 1.316 km yang terbentang sejajar dengan pantai utara Jawa.

Jadi salah satu jalan raya legendaris yang ada di Indonesia, Jalur Pantura memiliki sejarah panjang sejak masa Hindia Belanda hingga akhirnya kini eksistensinya mulai meredup setelah adanya tol Cipali.

Sejarah Jalur Pantura

Dilansir dari Suara.com, Jalur Pantura merupakan transformasi dari Jalan Raya Pos, yaitu jalur yang dibuat saat masa kepemimpinan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels periode 1808-1811.

Menurut catatan sejarah, Jalan Raya Pos dibangun karena terinspirasi dari infrastruktur negara Paris yang dinilai Daendels begitu rapi dalam menghubungkan 25 kota di Eropa serta terpesona dengan jalan trans-Nasional Paris-Amsterdam.

Ketika proses pembuatan Jalan Raya Pos akhirnya dilaksanakan, Daendels membebankan pembangunan kepada para Bupati yang jalannya dilewati jalur tersebut dengan menggunakan tenaga kerja rodi.

Sebagaimana diceritakan dalam buku Jalan Raya Pos Jalan Raya Daendels (2005) yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer, kerja rodi pembangunan jalan itu mengakibatkan banyak pekerja tewas karena kelelahan dan diserang penyakit malaria.

Pantura Bertransformasi

Seiring berjalannya waktu, jalan raya yang membentang dari Anyer hingga Panarukan yang juga dikenal dengan Jalan Daendels itu mulai bertransformasi menjadi jalan yang akrab disebut sebagai Jalur Pantura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tabrakan Bus dan Truk di Tol Cipali Tewaskan Dua Orang

Tabrakan Bus dan Truk di Tol Cipali Tewaskan Dua Orang

Kaltim | Senin, 04 Juli 2022 | 09:00 WIB

Terkini

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:30 WIB

Tahan dan Tenang, Nanti Datang Senang: Pelukan Hangat saat Hidup Berat

Tahan dan Tenang, Nanti Datang Senang: Pelukan Hangat saat Hidup Berat

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:25 WIB

Dibesarkan di Ujungberung, Sapi Khas Jawa Tengah Ini Dipilih Presiden untuk Idul Adha

Dibesarkan di Ujungberung, Sapi Khas Jawa Tengah Ini Dipilih Presiden untuk Idul Adha

Jabar | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:20 WIB

Bahlil Lahadalia Kurban Sapi di Riau, Bobotnya Gak Nanggung-nanggung

Bahlil Lahadalia Kurban Sapi di Riau, Bobotnya Gak Nanggung-nanggung

Riau | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:15 WIB

Persib Cetak Hattrick Juara, Umuh Muchtar dan Wagub Jabar Gelar Kurban 15 Sapi

Persib Cetak Hattrick Juara, Umuh Muchtar dan Wagub Jabar Gelar Kurban 15 Sapi

Jabar | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:14 WIB

Sejarah Kelam Trofi Piala Dunia: Dicuri Nazi, Ditemukan Anjing, hingga Dilebur Pencuri

Sejarah Kelam Trofi Piala Dunia: Dicuri Nazi, Ditemukan Anjing, hingga Dilebur Pencuri

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:05 WIB

Plang Larangan Membuang Sampah Sembarangan: Masihkah Jadi Solusi Efektif?

Plang Larangan Membuang Sampah Sembarangan: Masihkah Jadi Solusi Efektif?

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:00 WIB

Sinopsis Polar: Niat Pensiun Pembunuh Bayaran Diganggu Mantan Bos, Masih Layak Tonton di Netflix

Sinopsis Polar: Niat Pensiun Pembunuh Bayaran Diganggu Mantan Bos, Masih Layak Tonton di Netflix

Entertainment | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:00 WIB

Muncuk Kans Bojan Hodak Latih Persija Jakarta, Bagaimana Peluangnya?

Muncuk Kans Bojan Hodak Latih Persija Jakarta, Bagaimana Peluangnya?

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:57 WIB

Cedera Betis Jelang Piala Dunia 2026: Brasil Cemas, Jawab Neymar Malah Bikin Heboh!

Cedera Betis Jelang Piala Dunia 2026: Brasil Cemas, Jawab Neymar Malah Bikin Heboh!

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:51 WIB