Masih Ingat GeNose? Begini Nasib Alat Pendeteksi Covid-19 yang Kini Tak Lagi Eksis

Indotnesia

Selasa, 23 Agustus 2022 | 16:40 WIB
Masih Ingat GeNose? Begini Nasib Alat Pendeteksi Covid-19 yang Kini Tak Lagi Eksis
Alat GeNose bikinan UGM yang sedang dikembangkan untuk mendeteksi penyakit lain. (Indotnesia)

Indotnesia - Jika Anda merupakan salah satu orang yang kerap bepergian menggunakan kereta api, Anda pasti pernah menggunakan alat GeNose?

Alat ini sempat booming pada 2020-2021 ini digunakan untuk mendeteksi Covid-19 di dalam tubuh seseorang. Harganya yang murah dengan tarif Rp20.000 membuat layanan GeNose dipilih sebagai alat pemeriksaan.

Pada akhirnya, alat bikinan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini tidak lagi dimasukkan sebagai syarat melakukan perjalanan karena adanya PPKM Darurat.

Tidak lagi ditemukan keberadaannya, lalu bagaimana nasib GeNose sekarang. Melansir Suara.com, Time GeNose 19 UGM telah menghentikan produksi alat tersebut.

Agar tidak sia-sia begitu saja, tim berupaya untuk mengalihfungsikan alat itu untuk mendeteksi penyakit lainnya. Meski demikian, ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti memperbarui piranti lunaknya.

Penemu GeNose C19 Kuwat Triyana mengatakan GeNose dapat menjadi alat diagnostik lain, ketimbang hanya berakhir di market place.

“Tinggal update software, maka bisa digunakan untuk deteksi yang lain," ujarnya di UGM, Senin (22/8/2022).

Saat ini, tim sedang mengembangkan software GeNose C19 bersama Kemendikbudristek dan BRIN. Kuwat menjelaskan alat ini ke depannya dapat mendeteksi virus kanker serviks, nasofaring, tuberculosis, bakteri luka diabetes, dan sebagainya.

Lebih lanjut, Kuwat berharap alat ini dapat digunakan secara luas ke puskesmas dan layanan kesehatan lainnya di seluruh Indonesia.

baca juga

“Harapannya nanti alat-alat yang sudah tersebar di masyarakat sampai ribuan ini  bisa kita tawarkan untuk donasi, diserahkan ke puskesmas atau layanan kesehatan untuk meng-cover ke seluruh negeri," katanya.

Meski demikian, sebagian pembeli mesin GeNose telah menjual alatnya karena tidak terpakai. Ia meyakinkan pengembangan software yang lebih spesifik akan membuat mesin tersebut berguna mendeteksi penyakit lain.

“Kami memberikan gambaran kepada masyarakat luas, jangan dijual dulu, jangan-jangan harganya nanti naik sepuluh kali lipat, bisa juga lho," tuturnya.

Saat ini, sejumlah mahasiswa UGM telah memakai GeNose untuk mendeteksi penyakit pada binatang dan tanaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekonom UGM Sarankan Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Bersubsidi Tahun Ini

Ekonom UGM Sarankan Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Bersubsidi Tahun Ini

Jogja | Minggu, 21 Agustus 2022 | 16:21 WIB

Viral Warga Sekampung Nangis Lepas Mahasiswa KKN Pulang, Ada Cerita Haru

Viral Warga Sekampung Nangis Lepas Mahasiswa KKN Pulang, Ada Cerita Haru

Your Say | Kamis, 18 Agustus 2022 | 09:02 WIB

Belum Vaksin Booster Wajib PCR atau Antigen, Simak Aturan Perjalanan Terbaru

Belum Vaksin Booster Wajib PCR atau Antigen, Simak Aturan Perjalanan Terbaru

Indotnesia | Senin, 11 Juli 2022 | 10:59 WIB

Terkini

Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:30 WIB

Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor

Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor

Bogor | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:28 WIB

Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara

Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:13 WIB

Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara

Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara

Jogja | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:12 WIB

Kemelekatan Adalah Derita

Kemelekatan Adalah Derita

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:05 WIB

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:03 WIB

Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun

Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun

Batam | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:01 WIB

Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara

Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:00 WIB

Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!

Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:00 WIB

Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki

Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:54 WIB

×