Niat Puasa Pengganti Puasa Ramadhan

Suara Joglo Suara.Com
Rabu, 01 Februari 2023 | 22:55 WIB
Niat Puasa Pengganti Puasa Ramadhan
Puasa Pengganti Ramadhan ((Pixabay))

Allah SWT memberikan kemudahan kepada umatnya untuk mengganti puasa Ramadhan, apabila berhalangan seperti sedang hamil. Berikut ini bacaan niat puasa pengganti Ramadhan yang bisa kamu hafalkan atau bacakan ketika ingin melakukan puasa pengganti. 


Allah SWT memberikan keringanan kepada wanita hamil dan menyusui dalam hal puasa Ramadhan. 

Bagi wanita hamil diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika wanita hamil tersebut khawatir jika ia berpuasa akan memberatkan bagi pertumbuhan janin dalam kandungannya. 


Wanita yang sedang menyusui juga diperbolehkan tidak berpuasa apabila ia khawatir air susunya keluar sedikit maka akan berpengaruh pada perkembangan anaknya. 


Selain dari itu, beberapa golongan diperbolehkan tidak puasa Ramadhan. Meskipun diperbolehkan tidak puasa, namun Islam tetap memerintahkan untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan selepas bulan Ramadhan. Oleh karena itu, niat puasa ganti Ramadhan perlu diketahui.


Niat Puasa Ganti Ramadhan


Niat puasa ganti Ramadhan dibaca saat akan mengganti puasa yang tertinggal. Berikut ini adalah bacaan niat puasa membayar hutang puasa Ramadhan:


"Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’I fardhi syahri Ramadhana lillahi ta‘ala", yang artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT".


Membayar atau mengganti puasa Ramadhan wajib hukumnya, hal ini sesuai dengan surat Al Baqarah ayat 185.

Baca Juga: Sepak Bola Indonesia Berduka, Mantan Pelatih Timnas Indonesia Benny Dollo Meninggal Dunia


"Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain", (QS Al Baqarah: 185).


Oleh karena itu, niat puasa ganti Ramadhan ini memang perlu diketahui. Jika memiliki hutang puasa Ramadhan, sebaiknya kamu segera untuk menggantinya ya! 


Cara membayar atau mengganti puasa Ramadhan boleh dilakukan kapan saja. Namun, niat puasa ganti Ramadhan tetap dilafalkan saat malam harinya. 

Perlu dijadikan catatan, bahwa makruh hukumnya jika mendahulukan puasa sunnah daripada puasa ganti ramadhan (qadha). Cara qadha puasa Ramadhan dengan mendahulukan puasa sunnah di sini, misalnya puasa Senin dan Kamis, puasa Syawal, Ayyamul Bidh, Tasu'a, Asyura, Daud, dan lainnya.


Dan tidak ada satupun dalil yang menyatakan bahwa puasa qadha harus dilaksanakan secara berurutan.


"Qadha (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya secara terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan", (HR Daruquthni).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI